Categories
Kesehatan & Kecantikan

7 Langkah Agar Emak Berhasil Menyusui

Setiap Mak tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk salah satunya dalam memberikan asupan gizi terbaik. Air Susu Ibu (ASI) adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan pertama bayi, secara alami ASI akan keluar segera setelah bayi dilahirkan. Namun sayangnya, masih banyak kasus Mak tidak bisa memberikan ASI dengan beragam alasan. Yang paling sering terdengar adalah “ASI nya gak keluar”, “ASI nya sedikit, jadi bayinya nangis terus”, “Bayinya gak mau netek, tidur terus”, “Aw, sakit putingnya lecet” dan sebagainya.

www.motherhoodcenter.com
www.motherhoodcenter.com

 

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah kenapa itu bisa terjadi? Kenapa banyak orangtua yang pada akhirnya tidak berhasil memberikan ASI kepada buah hatinya? Jawabannya karena kurangnya persiapan orangtua untuk menyusui. Ya, persiapan mutlak dilakukan jika ingin proses menyusuinya berhasil tanpa ada masalah yang berarti. Persiapan juga harus seiring dengan tekad yang kuat serta pemahaman yang cukup seputar menyusui.
Nah, ini nih Mak 7 langkah yang harus Mak dan pasangan tempuh supaya proses menyusui bisa lancar dan berhasil, yaitu sebagai berikut :
1. Ikuti kelas hamil.
Ya, persiapan menyusui harus dimulai sejak masa kehamilan. Itulah sebabnya penting bagi orangtua, Mak dan pasangan untuk bisa ikut kelas hamil. Karena disana, ada banyak informasi penting yang bisa didapatkan seputar kehamilan, persalinan dan tentunya hal-hal yang berkaitan dengan menyusui seperti perawatan payudara saat hamil dan pijat payudara. Kelas ibu hamil ini sekarang bisa ditemukan di berbagai fasilitas kesehatan, baik tingkat dasar seperti puskesmas ataupun tingkat lanjutan seperti di rumah sakit ibu dan anak, rumah bersalin dan sebagainya.

2. Pelajari metode kelahiran
Pilihan cara melahirkan sangat berkaitan dengan keberhasilan menyusui terutama jika ternyata dokter menyarankan agar Mak melahirkan dengan cara Sectio Caesar atau operasi. Berkonsultasi lah dengan dokter kandungan agar Mak tetap bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini meskipun melahirkan dengan cara operasi.

3. Survei tempat melahirkan
Pilihan tempat melahirkan juga sangat menentukan berhasil atau tidaknya menyusui. Sebaiknya menjelang persalinan, Mak dan pasangan lakukan survei ke beberapa tempat bersalin baik itu klinik bersalin, RB atau RS untuk melihat apakah tempat itu mendukung pemberian ASI, berupa pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini, rawat gabung dan dukungan pemberian ASI eksklusif.

4. Buat permintaan tertulis untuk IMD dan Rawat Gabung
Jika Mak merasa kurang yakin dengan dukungan tempat melahirkan terhadap pemberian ASI, tidak ada salahnya untuk membuat permintaan tertulis untuk dilakukan proses IMD dan rawat gabung. Apa tidak berlebihan? Tentu tidak, sebetulnya ini adalah hak pasien untuk mendapatkan pelayanan yang semestinya.

5. Mintalah dukungan kepada orang terdekat
Mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat juga sangat mempengaruhi keberhasilan menyusui, maka jangan segan untuk meminta pertolongan atau menjalin kedekatan dengan orang terdekat anda baik pasangan, orangtua, teman atau kerabat.

6. Bekali diri dengan ilmu menyusui
Semangat dan keinginan yang kuat untuk menyusui harus dibarengi dengan pemahaman dan bekal yang cukup seputar menyusui. Bekal ilmu inilah yang akan membuat Mak akan merasa tenang saat menghadapi masalah yang mungkin muncul saat awal-awal menyusui.

7. Ikhlas dan bahagia
Ya, kunci keberhasilan terakhir dan paling penting adalah ikhlas dan berbahagialah saat menyusui. Akan ada banyak hal baru yang akan anda hadapi, ketidaknyamanan saat menyusui, bayi menangis, badan lelah, kurang tidur dan lainnya. Semua itu akan bisa diatasi dengan rasa ikhlas dan berbahagia. Mak yang bahagia tentu akan membuat proses pemberian ASI menjadi lebih lancar.

Nah, itulah 7 langkah yang bisa membantu Mak agar proses menyusui menjadi lebih lancar dan berhasil. Yakinlah dengan bekal ilmu, kesiapan mental dan fisik, serta dukungan keluarga dan orang sekitar akan membuat Mak berhasil menyusui buah hati setidaknya hingga usianya 2 tahun. Semangat dan salam ASI.