Categories
Parenting

4 Jenis Pola Asuh Anak, Yang Manakah Anda?

Couple-with-kids

Ada yang mengatakan, anak layaknya kertas putih. Bagaimana ia akan tumbuh dan berkembang tergantung pada apa dan bagaimana kita selaku orangtuanya mendidik dan merawatnya. Namun ada juga yang mengatakan, bahwa sesungguhnya anak tak cocok diibaratkan seperti kertas putih karena faktanya anak terlahir sudah membawa potensi masing-masing. Anak tidaklah kosong, ia sudah dibekali potensi oleh Tuhan dan kewajiban orangtua nya lah untuk mengenali dan mengarahkan potensi tersebut sehingga bisa berkembang. Jenis pola asuh yang orangtua pilih tentu sangat menentukan keberhasilan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Yuk, kenali 4 jenis pola dalam mengasuh anak.

 

4 Jenis Pola Asuh Anak

Manusia adalah makhluk Tuhan yang sangat unik, karena antara satu dengan lainnya memiliki perbedaan. Perbedaan ini terlihat dalam segala aspek kehidupan termasuk juga dalam hal bagaimana mengasuh, mendidik dan membesarkan buah hati.

Apa itu Pola Asuh?

Pola asuh adalah pola atau dasar yang ditentukan oleh orangtua dalam mengasuh anak. Tidak hanya sekedar membesarkan, namun juga membekali anak dengan akhlak dan moral yang baik agar kelak mereka menjadi manusia yang bermanfaat. Pola Asuh biasanya berkaitan dengan 2 hal yaitu kasih sayang dan tuntunan. Kasih sayang yang diberikan orangtua aakan mengarah pada perkembangan pribadi anak, ekpresi kasih sayang serta mencintai dirinya sendiri. Sedangkan tuntunan adalah cara orangtua mengarahkan anak agar menjadi dewasa, bertanggung jawab, serta disiplin.

Pada prakteknya, terdapat banyak ragam dalam pola orangtua dalam mengasuh anaknya. Secara umum terdapat 4 jenis pola asuh anak, yaitu sebagai berikut :

Pola Asuh Otoriter

Sesuai dengan namanya,  pola asuh jenis ini mengedepankan tuntutan yang tinggim kaku dan memaksa anak untuk mengikuti apa yang diinginkan orangtua. Biasanya orangtua akan menerapkan kontrol yang tegas terhadap anak dan  memaksa anak untuk patuh terhadap aturan yang sudah ditetapkan orangtua yang seringkali tanpa disertai dengan penjelasan.

Pola asuh otoriter bersifat satu arah, karena semua komando berasal dari orangtua. Anak tidak diberikan ruang untuk bernegosiasi atau menentukan pilihan terhadap segala hal yang akan dilakukannya. Dan akhirnya, anak yang terlahir dari keluarga yang menerapkan pola asuh ini biasanya menjadi anak yang suka memberontak, menutup diri, dan mudah terpengaruh oleh orang lain.

Pola Asuh Demokratis

Ini adalah tipe pengasuhan yang memberikan tuntutan sekaligus responsif terhadap kemauan dan kehendak anak. Meskipun orangtua menetapkan suatu aturan, orangtua akan tetap mendengarkan pendapat anak dan mempertimbangkan jika anak memiliki keputusan yang berbeda dengan orangtua. Anak mempunyai kebebasan untuk memilih dan menentukan mana hal yang baik dan buruk. Jika anak diberikan ruang untuk memutuskan, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, karena ia akan belajar untuk menanggung segala konsekuensi dari pilihan yang sudah diambilnya.

Pola Asuh Permisif

Apa Mak suka mengabulkan semua permintaan anak? selalu membiarkan saat anak berbuat kesalahan? Jika Iya, berarti Mak sedang menjalankan pola asuh permisif. Pola asuh jenis ini lebih mengedapankan kasih sayang namun tidak mempunyai batasan yang jelas tentang tuntutan. Orangtua akan bersikap sangat toleran, bahkan terhadap kesalahan anak. Saat anak berbuat salah, orangtua yang menjalankan pola asuh ini akan selalu memaafkan dan membiarkan anak melanggar kesepakatan yang sudah dibuat. Secara ringkas, pola asuh permisif adalah pola asuh memanjakan. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini biasanya akan tumbuh menjadi anak yang menghalalkan segala cara agar keinginannya terpenuhi.

Pola Asuh Mengabaikan Anak

Ada banyak faktor yang menyebabkan orangtua mengabaikan anaknya, misalnya karena kesibukan bekerja, anak terlahir dari hubungan diluar nikah atau anak tidak pernah diharapkan kehadirannya. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh seperti ini akan tumbuh menjadi pribadi yang kesulitan bersosialisasi dengan oranglain, tidak bisa mandiri dan tidak mampu mengontrol dirinya sendiri.

 

Nah, itu lah 4 jenis pola asuh yang biasa diterapkan orangtua dalam membesarkan dan mendidik anak. Apakah Mak sudah bisa mendeteksi, jenis pola asuh seperti apa ya yang biasa saya terapkan dalam keluarga? Semoga dengan artikel ini, Mak bisa menetapkan pola asuh yang terbaik untuk buah hati agar kelak mereka bisa menjadi pribadi yang baik, unggul dan bermanfaat. Semoga bermanfaat.

 

Categories
Parenting

3 Pola Jitu Pengasuhan Anak Untuk Ibu Bekerja

3 Pola Jitu Pengasuhan Anak Untuk Ibu Bekerja

3 pola jitu pengasuhan anak untuk ibu bekerja, sebaiknya dipelajari. Ibu bekerja berada pada posisi yang ering dilema. Namun banyak ibu bekerja yang sukses mendidik anaknya. Letaknya bukan pada ibu bekerja atau tidak, namun pada niatan tulusnya.

3 Pola Jitu Pengasuhan Anak Untuk Ibu Bekerja

Ibu bekerja bisa jadi dianggap biang keladi tidak suksesnya anak di sekolah. Hal tersebut bisa jadi adalah salah satu sebab, namun tidak mutlak kebenarannya. Ibu yang hanya di rumah, juga tidak jarang memiliki anak yang bandel dan tidak sukses di sekolah. Intinya adalah keniatan yang ikhlas untuk mendidik anak dengan sebaik-baiknya.

Berikut adalah 3 pola jitu pengasuhan anak untuk ibu bekerja:

1. Waktu Berkualitas

Jarang di rumah tentu saja membuat anak rindu dengan ibunya. Apabila anda sedang di rumah, maka buat waktu menjadi berkualitas meski kuantitasnya terbatas. Jauhkan beragam teknologi seperti: PC, laptop, handphone, smartphone saat anda berinteraksi dengan anak. Mereka akan sangat kecewa jika anda lebih memperhatikan gadget daripada mereka.

Antarkan anak pergi ke sekolah, menemani belajar saat malam hari, dan mengantarnya tidur bisa menjadi aktivitas harian dengan anak yang mengasyikkan. Saat liburan ajak anak bermain ke tempat-tempat wisata dan berikan perhatian penuh. Hal tersebut akan menjaga kualitas hubungan dengan anak, dan bukan tidak mungkin anak akan merasa memegang tanggung jawab besar, sehingga berusaha berbuat sebaik-baiknya untuk anda.

2. Masukkan Anak ke Pendidikan Anak Usia Dini

Memasukkan anak ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), akan membantu untuk proses pendidikan anak. Mereka akan diajari banyak hal yang baik, seperti menghormati orang tua dan bertanggung jawab atas suatu pekerjaan. Orang tua dapat berkomunikasi dengan guru PAUD untuk pola pendidikan anaknya.

3. Fungsikan Pengasuh sebagai Perpanjangan Tangan

Pengasuh adalah yang paling lama bergaul dengan anak kita. Maka fungsikan ia sebagai perpanjangan tugas orang tua. Memperlakukan pengasuh dengan baik, maka anak akan makin menghormati orang tuanya. Bisa jadi anak akan makin sayang dengan ibunya, sebab setiap hari pengasuhnya mengajarkan hal yang demikian.

3 tips tersebut dapat diterapkan secara keseluruhan. Niat ikhlas seorang ibu tentu akan membekas di anaknya. Meski tidak memiliki banyak waktu dengannya, ia akan tetap menyayangi ibunya dan berdoa agar ibunya sukses dan lancar bekerja. Demikian 3 pola jitu pengasuhan anak untuk ibu bekerja. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Buah Merah Kaya Manfaat