Categories
Uncategorized

Hal yang Membatalkan Wudhu Menurut 4 Madzhab (Part 4)

Ternyata, 4 Madzhab memiliki perbedaan pendapat mengenai hal yang membatalkan wudhu. Ini karena tidak adanya dalil yang yang pasti yang menerangkan perkara-perkara yang dapat membatalkan wudhu. Sehingga para ulama melakukan ijtihad untuk menetapkan hal-hal apa saja yang dapat membatalkan wudhu.

Baca juga:9 Cara Ampuh Mengajarkan Anak Menghormati Orang Tua

Sebelumnya, telah dibahas pendapat Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, dan Madzhab Syafi’i mengenai penyebab batalnya wudhu. Kali ini, akan dibahas pendapat dari Madzhab Hambali. Yuk, kita simak bersama.

Hal yang membatalkan wudhu

Pendapat Madzhab Hambali Mengenai Hal yang Membatalkan Wudhu

Madzhab Hambali membagi penyebab batalnya wudhu menjadi 8 perkara. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1.  Semua yang keluar dari qubul dan dubur

Madzhab Hambali berpendapat bahwa semua yang keluar dari dua jalan, yaitu qubul dan dubur adalah penyebab batalnya wudhu. Hal ini dikecualikan bagi orang yang sedang berhadats. Dengan demikian, wudhu orang tersebut tidak batal. Hal tersebut merupakan keringanan baginya atas kesulitan yang dihadapi.

2.  Sesuatu yang keluar selain dari qubul dan dubur

Najis yang keluar dari badan (selain dari qubul dan dubur) tidak membatalkan wudhu, kecuali jika keluar dalam jumlah yang banyak.

3.  Hilang akal

Imam Ahmad berpendapat, hilang akal yang disebabkan oleh pingsan, gila, mabuk (ringan ataupun berat), serta tidur ringan dalam posisi rukuk, sujud, ataupun berbaring  adalah hal yang dapat membatalkan wudhu.

4.  Menyentuh kemaluan atau dubur

Menyentuh kemaluan atau dubur dengan menggunakan telapak tangan dalam ataupun luar dan tanpa alas dapat membatalkan wudhu. Baik itu disengaja ataupun tidak disengaja.

5.  Menyentuh kemaluan

Menyentuh kemaluan laki-laki atau perempuan dengan syahwat merupakan hal yang membatalkan wudhu. Kecuali, menyentuh kemaluan anak kecil di bawah usia 7 tahun tanpa adanya syahwat.

6.  Memandikan jenazah

Maksud memandikan jenazah di sini adalah orang yang turut serta memegang jenazah secara langsung. Bukan yang menyiramkan air ke tubuh jenazah.

Hal tersebut dapat membatalkan wudhu karena orang yang memegang tubuh jenazah pada umumnya akan menyentuh bagian kemaluan si jenazah. Sebagaimana yang pernah terjadi pada zaman Sahabat dalam sebuah kisah berikut.

Ibn Umar dan Abu Hurairoh meriwayatkan:

Dari Ibn Umar dan Ibn ‘Abbas, bahwa mereka berdua memerintahkan kepada orang yang memandikan mayat untuk berwudhu. Dan Abu Hurairoh berkata : setidaknya dengan berwudhu

7.  Makan daging unta

Orang yang memakan daging unta akan batal wudhu-nya. Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al- Barro’ bin ‘Azib:

Dari Al- Barro’ bin ‘Azib berkata: Rasulullah Saw ditanya tentang wudhu (ketika makan) daging unta. Beliau bersabda : berwudhulah kalian (setelah selesai makan). Kemudian sahabat bertanya apakah wajib berwudhu (ketika makan) daging kambing? Beliau menjawab : tidak ada wudhu setelahnya.

(HR. Ahmad dan Abu Daud)

8.  Wajib wudhu dalam hal yang diwajibkan mandi

Menurut Imam Ahmad, hal-hal yang menyebabkan seseorang wajib mandi otomatis menyebabkan orang tersebut wajib berwudhu pula. Di antaranya:

  • Berhubungan badan
  • Keluar mani
  • Islamnya orang kafir
  • Orang murtad yang kembali memeluk Islam

Itulah hal yang membatalkan wudhu menurut pendapat Madzhab Hambali. Bagi kita sebagai orang awam, hendaknya mengikuti salah satu ijtihad dari 4 Madzhab tersebut. Sesuai dengan yang kita yakini. Semoga bermanfaat.

Sumber: rumahfiqih.com

Baca juga:

Categories
Uncategorized

Hal yang Membatalkan Wudhu Menurut 4 Madzhab (Part 3)

Masih sering bingung mengenai perkara penyebab batalnya wudhu, Mak? Yuk, kita kaji bersama apa saja hal yang membatalkan wudhu menurut 4 madzhab. Ini karena ketentuan setiap madzhab dalam menetapkan perkara yang membatalkan wudhu sedikit berbeda. Perkara batalnya wudhu yang akan dibahas kali ini adalah pendapat Madzhab Syafi’i.

Baca juga: Ramadhan Sebentar Lagi, Yuk Siapkan Diri!

yang membatalkan wudhu menurut 4 madzhab
Kredit: prayerinislam.com

Adanya perbedaan ini disebabkan tidak adanya dalil yang menjelaskan secara mendetail tetang penyebab batalnya wudhu. Oleh karena itu, para ulama berijtihad berdasarkan hadits-hadits dan ayat Al-Qur’an. Sebagai orang awam, sebaiknya kita mengikuti salah satu ijtihad para ulama dari 4 madzhab tersebut sesuai dengan yang kita yakini.

Pendapat Syafi’i Maliki Mengenai Hal yang Membatalkan Wudhu

Imam Syafi’i membagi penyebab batalnya wudhu seseorang menjadi 4 perkara. Empat perkara tersebut adalah sebagai berikut.

1.  Keluarnya sesuatu melewati satu dari dua jalan

Segala sesuatu yang keluar melalui salah satu jalan keluarnya najis (qubul dan dubur) merupakan penyebab batalnya wudhu seseorang. Akan tetapi, menurut Imam Syafi’i, air mani yang keluar dari tubuhnya sendiri (bukan air mani yang menempel) bukan penyebab batalnya wudhu. Ini karena jika seseorang mengeluarkan air mani maka dia wajib mandi. Air mani adalah air yang memancar keluar dari kemaluan, biasanya pada saat berhubungan intim.

2.  Hilang akal

Hilang akal merupakan salah satu penyebab wudhu seseorang batal. Hilang akal di sini dapat disebabkan oleh pingsan, gila, atau tidur. Namun, tidur yang dilakukan dalam posisi duduk tidak membatalkan wudhu.

3.  Bertemunya dua kemaluan antara laki-laki dan perempuan

Penyebab lain batalnya wudhu seseorang adalah bertemunya dua kemaluan laki-laki dan perempuan. Baik yang terjadi secara disengaja ataupun tidak.

4.  Menyentuh kemaluan

Hal terakhir yang membatalkan wudhu adalah menyentuh kemaluan dengan telapak tangan.

Itulah hal-hal yang membatalkan wudhu menurut Madzhab Syafi’i. Semoga bermanfaat.

Baca juga: 

Categories
Uncategorized

Hal yang Membatalkan Wudhu Menurut 4 Madzhab (Part 1)

Apa saja sih, hal-hal yang membatalkan wudhu itu? Terkadang, kita merasa ragu apakah makan dapat membatalkan wudu. Apakah bersentuhan dengan lawan jenis juga membatalkan wudu. Ternyata, empat madzhab fiqih memiliki perbedaan pendapat mengenai hal yang membatalkan wudhu tersebut. Ini karena tidak adanya dalil yang pasti mengenai penyebab batalnya wudhu.

Baca juga: Ramadhan Sebentar Lagi, Yuk Siapkan Diri!

hal yang membatalkan wudhu
Kredit: ansar.ru

Pendapat Madzhab Hanafi Mengenai Hal yang Membatalkan Wudhu

Imam Abu Hanifah menjelaskan bahwa penyebab batalnya wudhu seseorang adalah 12 hal berikut.

1.  Semua yang keluar dari qubul dan dubur

seluruh yang keluar dari qubul dan dubur membatalkan wudhu. Baik berupa angin, air seni, kotoran, mani (air yang memancar keluar dari kemaluan, biasanya pada saat berhubungan intim), madzi (air yang keluar dari kemaluan karena syahwat), dan wadi (air putih kental yang keluar ketika buang air kecil). Hal ini disepakati oleh imam empat madzhab.

… atau kembali dari tempat buang air besar. (Q.S. Al-Maidah: 6)

Namun menurut Imam Hanafi, angin yang keluar dari kemaluan bagian depan tidak membatalkan wudhu. Ini karena angin tersebut tidak berasal dari perut.

2.  Wanita yang melahirkan, tetapi hanya mengeluarkan sedikit darah

Menurut Imam Abu Hanifah, wanita yang melahirkan dan hanya mengeluarkan sedikit saja darah, tidak termasuk mengalami nifas. Jadi, dia tidak perlu mandi besar sebelum menjalankan shalat. Cukup berwudhu saja. Kejadian ini di luar kebiasaan wanita pada umumnya.

Baca juga: 3 Cara Mendidik Anak Yang Baik Sejak Dalam Kandungan.

3.  Wanita yang mengalami istihadhoh

Keluarnya darah istihadhoh (darah yang keluar secara terus-menerus di luar darah haid, atau biasa disebut darah karena penyakit) menyebabkan wudhu menjadi batal. Jadi, setiap kali datang waktu shalat, wanita tersebut wajib berwudhu.

4.   Sesuatu yang keluar selain dari qubul dan dubur, misalnya darah dan nanah

Keluarnya aliran darah atau nanah dari luka yang mengalir merupakan najis. Jadi, membatalkan wudhu. Sementara, jika darah atau nanah tersebut tidak mengalir, tidak membatalkan wudhu karena bukan termasuk najis.

… (diwajibkan) berwudhu bagi setiap darah yang mengalir. (HR. Daaruquthni)

5.  Muntah

Imam Hanafi dan Imam Ahmad sepakat bahwa muntah menyebabkan wudhu menjadi batal. Akan tetapi, menurut madzhab Hanafi, ini tergantung pada kadar muntahnya. Jika muntah yang dikeluarkan banyak (memenuhi mulut), maka membatalkan wudhu karena termasuk ke dalam najis. Jika hanya sedikit saja, tidak termasuk najis.

6.   Muntah karena mabuk kendaraan

7.  Darah yang keluar dari mulut seperti air ludah atau sejenisnya

8.  Tidur yang panjang dalam waktu yang cukup lama

Berdasarkan posisinya, Imam Hanafi mengelompokkan tidur ke dalam beberapa macam. Di antaranya, tidur dalam posisi berbaring dan tidur dalam posisi duduk.

Tidur dalam posisi berbaring membatalkan wudhu walaupun dilakukan hanya sekejap saja. Sementara, wudhu orang yang tidur dalam posisi duduk tidak batal.

Tidak wajib berwudhu bagi orang yang tidur dalam keadaan sujud sampai ia berbaring. (HR. Ahmad)

9.  Berubahnya posisi tidur

Tidur sambil duduk tidak membatalkan wudhu. Akan tetapi, jika pada saat tidur tersebut posisinya berubah dari posisi semula sebelum ia benar-benar sadar, maka wudhu orang tersebut batal.

10.  Hilang akal

Hilang akal membatalkan wudhu. Hilang akal ini dapat disebabkan oleh pingsan, gila, mengkonsumsi narkoba ataupun minuman keras.

11.  Tertawa terbahak-bahak

Tidak semua tertawa terbahak-bahak dapat menyebabkan batalnya wudhu. Hanya tertawa terbahak-bahak yang dilakukan dalam shalat di saat rukuk atau sujud saja yang menjadi penyebab batalnya wudhu. Sementara, jika tertawa terbahak-bahak dilakukan di luar shalat, tidak akan membatalkan wudhu. Pun jika tertawa tersebut dilakukan ketika shalat yang tidak terdapat rukuk dan sujud, tidak menjadi penyebab batalnya wudhu.

12.  Menyentuh wanita (lawan jenis) dengan syahwat

Menurut Imam Abu Hanifah, yang dimaksud menyentuh wanita di sini adalah berhubungan badan. Ini jelas membatalkan wudhu.

Nah, jadi itulah hal yang menyebabkan wudhu menurut Madzhab Hanafi. Untuk pendapat Madzhab lain mengenai penyebab batalnya wudhu ini akan dibahas pada artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Sumber: rumahfiqih.com

Baca juga: