Categories
Dapur

Cara Meningkatkan Percaya Diri Anak Dengan Mengetahui Tahapannya

confidence kid
cara meningkatkan percaya diri anak, http://cdn.kidspot.com.au

Bila saja setiap anak yang lahir kedunia ini tidak memiliki keberanian untuk mencoba, pastinya tidak ada yang bisa mereka lakukan.  Seandainya anak-anak kita  takut menghadapi kegagalan, niscaya mereka tidak bisa berjalan sampai sekarang. Gejala psikologis terhadap kepercayaan diri ini biasanya muncul tatkala anak-anak mulai berinteraksi dengan orang lain. Bagaimana cara meningkatkan percaya diri anak ketika mulai berinteraksi dengan dunia sosialnya ini yang menjadi banyak perhatian orang tua. Berikut ini jenjang percaya diri yang perlu mak super ketahui

Percaya Diri Semu (Pseudo Self Confidence)

Ini merupakan jenjang terendah, tetapi justru banyak diburu. Mereka terlihat penuh percaya diri, tampil dengan sangat meyakinkan dan tampak begitu mengesankan. Mereka percaya diri hanya apabila bersama mereka ada hal-hal atau benda-benda yang dapat mereka terangkat, walaupun sebenarnya tidak ada orang yang terlalu memperhatikan benda-benda itu. Misalnya, mereka akan menjadi minder karena hanphone yang digunakan tidak bermerek atau hanphone lama yang sudah banyak ditinggalkan orang, tapi ketika hanphone mereka berganti menjadi yang lebih canggih (smarphone) dengan berbagai fiture yang banyak, kepercayaan diri mereka menjadi bangkit.

Percaya Diri Karena Kekurangan Orang Lain.

Percaya diri ini ditimbulkan karena orang lain memiliki kekurangan dan kelemahan. Ia merasa percaya diri karena memiliki kelebihan yang orang lain disekitarnya tidak memiliki. Ini sebenarnya bukan termasuk percaya diri dan lebih dekat dengan kesombongan. Sikap seperti ini sebenarnya bentuk lain dari minder. Terhadap yang di atasnya tidak berkutik,  sementara terhadap yang dianggap lebih rendah ia akan menepuk dada.

Anak-anak yang dibesarkan dengan cara ini sulit bisa memiliki rasa percaya diri yang kuat. bukan tidak mungkin ketika dewasa nantinya ia akan menyibukkan diri dengan rekayasa kesan agar tampak lebih meyakinkan, apapun bentuknya. Tentu saja pada tingkat ini, mereka sudah tidak bisa lagi disebut percaya diri.

Baca Juga : 5 Cara Mengajari Anak Membaca, Cepat dan Menyenangkan

Percaya Diri Karena Memiliki Kelebihan.

Percaya diri karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki, ini lebih positif daripada yang sebelumnya. Ia akan mudah menyesuaikan diri dengan orang-orang yang memiliki minat dan kelebihan yang sama. Ia juga bisa dengan mudah menempatkan diri di lingkungan yang membutuhkan kelebihan-kelebihannya. Tatapi, ia kurang bisa nyaman dengan kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Bahkan bisa jadi, kekurangan itu menyebabkan ia sibuk menutupinya.

Percaya Diri Karena Bisa Menerima Kelebihan Dan Kekurangannya.

Ia menyadari apa yang menjadi kekurangannya, sebagaimana ia menyadari kelebihan-kelebihannya. Kesadaran tentang kelebihan dan kekurangan membuat ia tidak sombong, tidak pula rendah hati. ini berbeda dengan sikap percaya  di atas. Orang yang merasa memiliki kelebihan, cenderung tidak mau belajar kepada orang lain. Sementara mereka yang merasa memiliki kekurangan akan minder.

Percaya Diri Karena Sikap Pandang Terhadap Manusia

Percaya diri ini didasarkan pada kuatnya percaya diri karena menjiwai, merasakan, dan memandang semua manusia sama. Tak ada yang membedakan, kecuali ketakwaanya. Bila harus ada perbedaan pada suku yang berbeda karakternya, itu adalah cara untuk saling mengenal, sehingga akan melapangkan dada, meluaskan wawasan, menajamkan pikiran, menghidupkan jiwa, dan membangkitkan kekuatan menyemangati hidup.

Baca Juga : 5 Metode Ampuh Cara Mengajari Anak Berhitung

Sikap percaya diri seperti ini bagus sekali, ibarat air yang mengalir. Ia akan  memiliki sikap percaya diri, sehingga ia akan bisa dan mudah untuk beradaptasi dimanapun. Tidak seperti air yang mengenang yang justru akan menimbulkan masalah. orang yang sulit untuk bergaul laksana air yang diam.

Percaya Diri Karena amanah

Rasa percaya diri yang kuat karena melihat pada dirinya ada amanah untuk berbuat. Dalam pandangan agama manapun mengajarkan setiap penganutnya untuk menyuruh kepada kebaikan, menjauhkan dari kemungkaran dan mengajak untuk mengimani Tuhan. Ini merupakan kepercayaan diri yang tinggi yang bukan lahir dari dirinya tapi dari agama. Tidak selalu dalam bentuk kolektif tapi dalam setiap individu.

Dengan mengetahui tingkatan percaya diri di atas, mak super bisa membuat perencanaan terhadap anak bagaimana cara meningkatkan percaya diri kepada anak. Semoga berhasil ya mak

Categories
Parenting

5 Strategi Bangun Percaya Diri Anak yang Ampuh

5 Strategi Bangun Percaya Diri Anak

5 strategi bangun percaya diri anak, dibutuhkan oleh setiap orang tua. Menumbuhkan rasa percaya diri adalah sesuatu yang gampang-gampang susah. Terbentuknya percaya diri, akan membuat anak lebih yakin dalam menjalani hidupnya dan sangat mungkin memegang kesuksesan di masa mendatang.

Percaya Diri Kunci Sukses

Percaya diri adalah aset penting setiap manusia. Modal satu ini bisa membuat orang menjadi kaya dan sukses. Bayangkan seorang Ir. Soekarno, tidak akan menjadi pemimpin tertinggi negeri ini, jika ia seorang pemalu. Berpidato tidak mungkin dilakukan sambil sembunyi tanpa melihat rakyatnya. Aneh dan absurd.

Sikap percaya diri sudah pasti harus ditanamkan kepada anak-anak. Ahli dalam menanamkan percaya diri adalah para guru TK. Di sana anak-anak tidak pernah dikatakan bersalah, dipuji dengan sebutan baik dan beragam pendongkrak PD lainnya. Sayangnya hal tersebut tidak berlangsung lama, masuk SD, SMP kemudian SMA, rata-rata gurunya senang mengeluhkan kekurangan muridnya, bahkan menghina ketidak bisaan si anak. Berbahaya, namun sudah menjadi kebiasaan.

5 Strategi Bangun Percaya Diri Anak yang Ampuh

Benteng agar anak tetap percaya diri, meski serangan merontokkan percaya diri cukup tinggi, adalah orang tua. Berikut adalah 5 strategi bangun percaya diri anak:

1. Jangan Membandingkan dengan Anak Lain

Membandingkan dengan anak lain, akan membuat si anak menjadi makin merosot percaya diri-nya. Anak akan merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Pembandingan terus menerus membuat anak tidak bersyukur atas apa yang dimilikinya, bahkan ia tidak berani menjadi orang yang sukses.

2. Jangan Dihukum Sebab Kesalahannya

Memahami peraturan adalah hal yang penting. Namun lebih penting dari memahami kesalahan, adalah memperbaiki kesalahan yang telah dibuat. Anak yang diajari memperbaiki kesalahannya akan menjadi orang yang bertanggung jawab. Perbaikan adalah point penting dalam terjadinya kesalahan.

3. Biarkan Menyelesaikan Tugas Sendiri

Jangan terlalu khawatir dengan apa yang dikerjakan anak. Apabila ia mengerjakan sesuatu biarkan saja sampai selesai. Percayakan kerjaan tersebut pada anak. Kesulitan adalah tantangan yang harus diselesaikan. Anak yang terlalu banyak dibantu menyelesaikan tugas akan tumbuh menjadi orang yang selalu menggantungkan diri pada orang lain.

4. Dipuji Sesuai Pencapaian

Pujilah anak sesuai pencapaian yang ia lakukan. Pujian yang terlalu tinggi sangat mungkin membuat anak malas untuk terus maju, bahkan jadi sombong. Pelit pujian bagi anak, akan membuat anak berbuat secara seenaknya sendiri, sebab tidak paham standar nilai.

5. Beri Sebutan Positif

Panggil anak dengan sebutan yang positif, “anak baik”, “anak pandai” dan sejenisnya. Panggilan positif secara tidak langsung akan membuat anak berbuat positif.

Strategi yang telah disebutkan, dapat saja ditambahkan sesuai pengalaman masing-masing orang tua. Semoga 5 strategi bangun percaya diri anak, mudah untuk dilaksanakan dan bermanfaat.

Baca juga: Alasan Bangun Pagi