Categories
Kesehatan & Kecantikan

15 Aneka Tanaman Berkhasiat Turunkan Kolesterol

kolesterol

Kolesterol, kata yang akrab di telinga kita akhir-akhir ini ya, Mak. Banyak alasan untuk menghentikan konsumsi makanan tertentu dengan alasan berbahaya bagi kesehatan karena kolesterolnya tinggi. Apa sih sebetulnya kolesterol itu? Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang ada dalam tubuh. Kolesterol terdiri dari 2 jenis, ada yang baik dan ada pula  yang buruk. Kolesterol baik diperlukan tubuh untuk perkembangan otak dan sebagainya. Namun kolesterol jahat sebisa mungkin kita hindari, karena inilah yang menyebabkan berbagai jenis penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, dan lainnya. Seringkali kadarnya tidak terkontrol dengan baik, jadi jangan lupa mengecek secara berkala kadar kolesterol ya Mak.

Tanaman Penurun Kolesterol

Di Indonesia, banyak sekali ditemukan jenis tanaman obat dan tempat yang sesuai untuk mencari atau membudidayakan tanaman obat karena beriklim tropis dan mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun serta curah hujan yang tinggi, di Indonesialah surga tanaman obat tersebut dapat diteukan. Berbagai macam tanaman tumbuh subur, baik yang telah diketahui manfaatnya maupoun yang masih dalam penelitian tak menutup kemungkinan tanaman herbal penurun kolesterol. Banyak tanaman obat Indonesia yang terbukti secara empiris dapat menghambat pembentukan dan menurunkan kolesterol.

Sifat Tanaman

Tanaman obat yang masuk kategori sebagai pelangsing dan penurun kolesterol mempunyai beberapa sifat khusus, yaitu

  • Menghambat penyerapan makanan dalam usus
  • Menekan rasa lapar
  • Menghancurkan kolesterol
  • Menguras isi perut.

Aneka Tanaman  yang berkhasiat

Jenis tanaman yang berkhasiat untuk mengatasi kegemukan dan kolesterol yaitu

  1. Secara ilmiah alpukat mempunyai kandungan, antara lain saponin, alkaloid, flavanoid, polifenol, quersetin, tanin, dan gula alkohol. Bagian tanaman yang digunakan untuk menurutnkan kolesterol adalah daging buahnya.
  2. Anggur . daun buah anggur mengandung sapponin, flavonoida, dan polifenol. Bagian tanaman anggur yang digunakan untuk menurunkan kolesterol ialah buahnya.
  3. Kandungan kimia yang terdapat pada buah apel ialah pection dan beberapa zat gizi lainnya, seperti kalori, hidrat arang, lemak, protein, kalisium, fosfor, vitamin A dan B, zat besai dan vitamin C. Tanaman yang digunakan ialah buahnya.
  4. Kandungan kimia yang terdapat pada buah asam, yaitu asam asam apel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin, dan gula invert. Bagian tanaman yang digunakan untuk obat adalah buah dan daunnya.
  5. Bawang putih. Bawang putih mengandung enzim alinase, zat aktif awcin, awn, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotin acid, dan zat gizi lainnya.
  6. Rimpang bangle mengandung minyak asiri (sineol, pinen), damar, pati, dan tannin. Bagian tanaman yang dijadikan obat pelangsung dan penurun kolesterol adalah rimpangnya.
  7. Belimbing wuluh. Mengandung kalium oksalat, flavonoid, pektin, tanin, asam galat, asam ferulat. Tanaman yang digunakan adalah buahnya.
  8. Dan dan batang cermai mengandung saposin, flavanoida, tannin, dan polifenol, buahnya mengandung vitamin C. Tanaman yang digunakan adalah buahnya.
  9. Daun cincau mengandung polifenol, saponin, flavanoida, lemak, kalisum, karbohidrat, vitamin A dan B, dan alkaloid. Bagian yang digunakan adalah daunnya.
  10. Jati belanda. Mengandung zat pahit, glikose, tannin, musilago, dan lemak. Bagian yang bisa digunakan daunnya.
  11. Buah delima. Mengandung alkaloid pelletierene, granatin, betulic acid, ursulic acid isoquercitrin, elligatanin, resin, triterpenoid, kalsium oksalat dan pati.
  12. Jeruk nipis. Mengandung limonene, linalin asetat, geranil asetat, fellandren dan sitrat. Bagian yang digunakan adalah buahnya.
  13. Mengandung tannin, anti racun, gula dan zat gizi. Bagian yang digunakan adalah buahnya.
  14. Mengandung kurkukmin, desmetoksikurkumin, bidesmetoksikrkumin, pati, tannin, dmar, dan minyak asiri.
  15. Teh hijau. Mengandung kafein, theobromin, theorofilin, tannin, xanthin, adenine, kuersetin, naringenin, dan fluoride alami.

Demikian informasi tanaman berkhasiat di sekitar kita sebagai obat penurun kolesterol, semoga infromasi ini bermanfaat ya Mak. Selamat mencoba

Categories
Kesehatan & Kecantikan

Bahaya Mengintai dalam Makanan Goreng

www.kompasiana.com
                                        www.kompasiana.com

Gorengan, makanan murah meriah yang satu ini memang dapat dengan mudah kita temukan dimana saja. Renyah, gurih, nikmat dan bisa dijadikan santapam di segala kondisi. Namun sayangnya ada bahaya yang mengintai bagi kesehatan tubuh di balik kelezatannya. Bahaya apa saja? Simak ulasan selengkapnya.

Bahaya mengintai dalam makanan goreng

Selain praktis, jenis makanan gorengan ini murah meriah dan rasanya gurih karena mengandung garam. Oleh karenanya, konsumsi makanan gorengan banyak di minati di indonesia dari mulai rumah tangga sampai rumah makan banyak menyajikan makanan gorengan, dan jenis makanan ini paling banyak diminati daripada jenis makanan yang di kukus atau direbus. Ada banyak bahaya kesehatan pada makanan gorengan ini, berikut penjelasannya

Gorengan dan junk food

Banyak ahli nutrisi menilai makanan gorengan ini digolongkan kedalam jenis makanan junk food yang dinilai bisa membahayakan dan tidak sehat. Hal ini disebabkan minyak yang digunakan untuk menggoreng merupakan bahan yang paling mudah teroksidasi. Ini bisa dilihat dari perubahan warna minyak yang kehitam-hitaman setelah dilakukan penggorengan beberapa kali.

Memang betul bila ada produsen minyak goreng yang mengklaim bahwa produk minyak goreng mereka mengandung lemak tak jenuh sesuai yang tertera di produk mereka, karena memang minyak goreng berasal dari tumbuh-tumbuhan. Akan tetapi, banyak orang yang tidak menyadari bahwa lemak jenuh tetap akan muncul saat sampai pada proses pencernaan manusia. Bila lemak jenuh ini menumpuk terlalu banyak tentu akan berdampak buruk pada kesehatan manusia.

Bahaya makanan gorengan

Apabila makanan sudah teroksidasi selanjutnya akan memudahkan radikal bebas terbentuk dan masuk ke dalam tubuh. Apabila sudah masuk ke dalam tubuh, radikal bebas ini dapat melemahkan dan menghancurkan DNA dalam sel-sel tubuh. Berawal dari sini maka akan mulai bermunculan penyakit kanker, kolesterol dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Gorengan yang tinggi akan kandungan lemak akan menyebabkan gangguan tenggorokan seperti batuk. Lemak jahat ini akan merangsang tenggorokan dan membuatnya gatal, sehingga mudah terserang batuk.

Bagi penderita penyakit maag, memakan makanan gorengan sebaiknya dihindari. Sebab, dengan kandungan lemaknya, lambung akan cepat terisi, tapi lambat untuk dicerna. Ini yang akan menyebabkan rasa kenyang pada orang yang memakan gorengan, padahal baru memakan beberapa potong saja. Apabila ini secara rutin dilakukan akan membuat kerja lambung menjadi terganggu.

Resiko kanker

Penelitian juga menunjukkan mengkonsumsi gorengan akan meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh dan memicu munculnya kanker. Ini disebabkan, makanan yang mengandung karbohidrat, seperti kentang, singkong, dan ubi yang mengalami proses oksidasi dapat membentuk senyawa bersifat karsinogenik, yaitu senyawa yang memicu kanker yang dinamakan akrilamida.

Senyawa akrilamida ini merupakan senyawa yang banyak digunakan di laboratorium penelitian dan digunakan sebagai zat untuk mengumpulkan kotoran dan proses pemurnian air, seperti pemurnian untuk air minum atau pada PDAM. Bahaya yang disebabkan oleh senyawa ini cukup besar. Sebab, selain menyebabkan kanker juga merusak jaringan saraf. Itu sebabnya, akrilamida ini dinamakan juga zat neurotoksik.

Selain memicu tumbuhnya sel kanker dan gangguan saraf, senyawa akrimilda juga memicul tumor, termasuk DNA dan menganggu sistem reproduksi, menganggu kesuburan, dan dapat memicu keguguran. Paling tidak, senywa akrimilda ini apabila dikonsumsi oleh wanita hamil maka bayi tesebut berpotensi lahir cacat (teratogen).

Senyawa Akrilamida yang terdapat pada makanan biasanya timbul dari proses makanan yang digoreng ataupun di panggang. Memasak makanan dengan suhu tinggi ini mengakibatkan senyawa karbohidat pada bahan makanan tersebut terpencar. Kamudian dari karbohidrat yang terpencar-pencar ini lalu bereaksi dengan asam amino, sebuah senyawa penyusun protein yang membentuk senyawa akrilamida.

Pada hasil penelitian yang dilakukan oleh universitas Stockholm, Swedia yang berjudul Analysis of Acrylamide a Carsinogen Formed in Heated Foodstuffs, Eden Tareke, menemukan fakta bahwa bahan pangan yang dimasak dengan cara direbus ataupun di kukus ternyata hanya sedikit mengandung senyawa akrilamida. Sehingga, bahan makanan yang diproses dengan cara ini lebih aman untuk dikonsumsi. Berbeda dengan bahan makanan yang dimasak dengan cara digoreng dengan suhu sekitar 190-220 derajat celsius, ternyata banyak mengandung senyawa akrilamida, yaitu berkisar 2.500 mikrogram.

Untuk batas toleransi senyawa akrilamida ini bagi orang dewasa adalah 0,5 mikrogram perhari. Sehingga, bagi anda terutama para emak patutlah waspada dan sebaiknya dikurangi. Dengan kadar sebesar 0,5 mikrogram sistem pencernaan tubuh dapat mengeluarkannya dalam bentuk urine ataupun ketika buang air besar. Akan tetapi apabila sudah terlalu banyak tubuh tidak dapat mengeluarkannya sehingga menimbulkan berbagai gangguan penyakit.

Lemak Trans dalam minyak goreng

Selain seperti yang dijelaskan di atas, dalam gorengan juga mengandung lemak trans yang merupakan lemak jahat yang memicu penyakit. Mengonsumsi lemak trans yang berasal dari gorengan akan menaikkan kadar LDL kolesterol menjadi lebih jahat lagi. Semakin banyak kadar lemak trans, akan menjadi pemicu kolesterol jahat yang sudah ada dalam tubuh menjadi makin jahat. Dengan semakin tingginya kadar kolesterol jahat dalam tubuh maka kemungkinan terserang penyakit jantung koroner semakin mudah. oleh sebab itu, sangat baik bagi penderita penyakit jantung untuk menghindari makanan yang tergolong makanan sampah ini dan sebaiknya olahlah makanan dengan di rebus atau di kukus.

Kalau belum bisa menghindar sama sekali dari jenis makanan yang satu ini, setidaknya belajarlah untuk mengurangi porsinya. Imbangi dengan makanan yang bergizi lainnya, agar tubuh kita tetap sehat dan jauh dari penyakit ya Mak.