Categories
Parenting

4 Kesalahan Orangtua Yang Berujung Buruknya Akhlak Anak

www.giveuppain.com
www.giveuppain.com

Mak, disadari atau tidak kita sebagai orangtua menjadi cermin bagi anak karena anak akan melihat bagaimana orangtua bersikap, bertindak dan merespon terhadap sesuatu yang kemudian ditiru oleh anak. Beruntung jika apa yang ditiru adalah sikap yang baik, namun apa jadinya jika yang ditiru justru adalah kebiasaan atau sikap buruk yang diperlihatkan orangtuanya.

Berikut ini ada 4 kesalahan orangtua yang menjadi penyebab buruknya perilaku dan akhlak anak, yaitu :

1. Membiarkan akhlak buruk anak
Mak, tidak jarang orangtua membiarkan anaknya yang suka memukul oranglain dengan alasan anaknya kuat dan pemberani. Atau membiarkan anak ketika ia mencuri, berbohong, berkata kasar, tidak sopan, bersikap kasar kepada temannya dan sebagainya dengan alasan anak masih kecil sehingga tidak bisa membedakan baik dan buruk. Inilah awal mulanya akhlak buruk anak tertanam begitu kuat hingga ia dewasa, karena ada pembiaran yang dilakukan orangtuanya.

Akhlak buruk meskipun terlihat sepele dan remeh namun jika tidak direspon dengan baik maka ia akan memberikan pengaruh yang buruk bagi anak hingga ia dewasa.

2. Berlebihan memanjakan anak
Tidak ada yang salah dengan memanjakan anak lho mak, karena memang itu bukti kasih sayang orangtua. Yang repot, kalau orangtua secara berlebihan memanjakan anak. Misalnya selalu membenarkan kesalahan yang dilakukan anak, membela anak saat ia melakukan kesalahan, menuruti segala apapun yang diminta anak dan sebagainya.

Apa yang salah dengan memanjakan anak ? memanjakan anak secara berlebihan akan membuat anak merasa tidak pernah salah, harus selalu dipenuhi segala keinginannya, merasa dirinya lebih baik dibanding orang lain dan sebagainya. Tentu ini akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologis anak tidak hanya saat ini namun akan terus tertanam hingga ia dewasa.

Dampaknya pun akan langsung terasa, anak sulit untuk menerima kesalahan, tidak bisa mandiri, sombong, selalu ingin menang, egois, tidak bisa menghargai oranglain dan tidak percaya diri. Tentunya Mak tidak mau bukan buah hatinya tumbuh dengan tidak baik?

3. Orangtua bertengkar di hadapan anak
Tidak dipungkiri selalu saja ada masalah antara Mak dan pasangan dalam berbagai hal, mulai dari hal sepele hingga masalah yang besar. Itu adalah hal yang wajar dan pasti dialami oleh setiap pasangan, namun akan berbeda halnya jika keributan atau pertengkaran itu terjadi di depan mata anak. Mak tentu bisa bayangkan bagaiman perasaan anak saat melihat orangtuanya bertengkar, pasti ia merasa sedih dan meninggalkan kesan traumatik pada anak. Apalagi tidak jarang, pertengkaran tidak sebatas adu mulut, namun melibatkan barang pecah belah berterbangan di seisi rumah.

Saat anak melihat langsung pertengkaran orangtua, ada kesan buruk yang terekam dalam memorinya. Kesedihan, ketakutan bahkan bisa jadi tumbuh rasa benci anak pada orangtua karena seringkali melihat orangtuanya bertengkar. Pertengkaran yang hebar apalagi jika berujung pada perceraian bisa berdampak besar pada perkembangan anak.

Dampak psikologis yang terjadi biasanya berbeda tergantung jenis kelamin anak. Pada anak perempuan, gangguan yang terjadi adalah kegelisahan dan kecemasan yang berdampak pada penurunan prestasinya di sekolah. Sedangkan pada anak laki-laki biasa terjadi penyimpangan perilaku baik dalam bentuk kenakalan remaja atau penyalahgunaan obat terlarang.

4. Membiarkan anak bergaul dengan orang yang berakhlak buruk
Keluarga, kerabat dan teman adalah orang-orang yang dekat dengan anak selain orangtuanya. Kedekatan inilah yang harus mendapatkan perhatian dari orangtua, terutama dalam sikap dan pola interaksi. Perhatian ini wajib diberikan untuk mengantisipasi jika adanya perilaku yang menyimpang ataupun peniruan akhlak buruk dari oranglain.

Orangtua harus berperan aktif dalam memantau dengan siapa saja anak berinteraksi, jika terlihat anak berinteraksi dengan orang yang tidak baik, berperilaku buruk maka orangtua harus segera menjauhkan anak dari mereka dengan cara mengalihkan anak pada kegiatan lain atau mengenalkan anak pada teman yang baru.

Demikianlah 4 kesalahan yang umumnya dilakukan orangtua dan berdampak akhlak buruk pada anak. Semoga setelah membaca artikel ini, Mak dan kita semua bisa memperbaiki diri agar kelak anak-anak bisa bertumbuh menjadi pribadi dengan akhlak yang baik dan terpuji.

Categories
Parenting

Ibu, Begini Lho 5 Jurus Hadapi Anak “Nakal!”

5 Jurus Hadapi Anak Nakal

5 jurus hadapi anak nakal, tentu dibutuhkan setiap orang tua. Memang ada masanya anak menjadi nakal. Bisa jadi karena pengaruh lingkungan atau memang si anak memiliki energi berlebih untuk mengekspresikan diri. Orang tua yang baik harus memahami hal tersebut dan mengatasi kenakalan dengan tepat.

Ibu, Simak Yuk 5 Jurus Hadapi Anak Nakal!

Anak nakal ternyata menjangkiti hampir semua anak. Ada yang memang membawa sikap tersebut sejak lahir, namun paling umum dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, seperti teman atau orang yang lebih dewasa.

Nakal memang memusingkan, untuk menghadapinya berikut adalah 5 jurus hadapi anak nakal, yang disampaikan oleh Clara Istiwidarum Kriswanto psikolog Jagadnita Consulting:

1. Jangan Pedulikan Dia

Kenakalan anak bisa saja merupakan upaya untuk mencari perhatian orang sekitarnya. Apabila anda marah atau menanggapi kenakalannya, maka ia semakin senang dan terus melakukan kenakalan. Abaikan dia, dengan wajah yang serius, bahkan jangan melakukan kontak mata. Cara ini memberikan isyarat, bahwa perbuatannya tersebut tidak menarik perhatian.

2. Tepat Waktu

Saat anak telah berhenti berbuat nakal, maka segera sampaikan pujian dan fokuslah untuk memperhatikannya. Hal ini memberikan pengertian pada si anak, bahwa perbuatan yang manis justru membuat orang tuanya tertarik. Saat memarahi anak juga jangan terlalu lama. Petuah terlalu lama tidak akan didengarkan oleh anak, dan ia akan lupa. Sedikit bicara disertai banyak tindakan lebih membekas dalam memori anak.

3. Piringan Hitam Rusak

Apabila anak tetap bertahan untuk nakal, maka pergunakan prinsip piringan hitam rusak. Anda tahu bukan piringan hitam rusak, akan mengulang-ulang syair lagu yang sama. Semisal anak malas mengerjakan PR, maka katakan “kerjakan PR segera” berulang-ulang. Jangan peduli dengan reaksi anak, umumnya mereka akan segera melakukan apa yang anda perintahkan.

4. Hukum Sesuai Kemampuannya dan Jangan Beri Label Negatif

Anak masih tetap nakal, maka beri hukuman. Hindari sedapat mungkin hukuman fisik, sebab akan membekas secara mental. Beri hukuman sesuai dengan kapasitas fisiknya, semisal untuk anak umur 9-12 tahun menyapu halaman, sedangkan anak yang lebih kecil berdiri di pojok ruangan. Anak yang sering nakal, jangan pernah beri label negatif. Hal tersebut seakan menjadi identitas, dan mereka menerimanya dengan senang hati. Tetap berikan julukan positif untuk anak anda.

5. Konsistensi

Hal terpenting dari mengatasi kenakalan adalah konsistensi. Konsistensi membangun pola yang kemudian dipahami oleh anak. Maka dengan keajegan, anak baik akan terwujud.

Demikian 5 jurus hadapi anak nakal. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Merawat Kesehatan dan Kecantikan dengan Minyak Ikan