Categories
Parenting

Kapan Bayi Anda Siap Diberi Makanan Pendamping ASI?

“Apakah bayi saya telah siap diberi makanan pendamping ASI?” Pertanyaan ini biasanya sering keluar dari para Ibu baru. Mungkin Anda salah satunya, Mak.

makanan pendamping asi
Kredit: www.plumorganics.com

Para ahli menyarankan, makanan pendamping ASI pertama bayi Anda sebaiknya diberikan pada saat usia bayi telah mencapai 6 bulan. Lalu, bagaimana jika bayi Anda menunjukkan beberapa tanda telah siap diberikan MPASI, padahal usianya belum mencapai 6 bulan?

Hmm, hati-hati ya, Mak. Menurut babycentre.co.uk, ada beberapa tanda yang dilakukan bayi, yang sering diterjemahkan keliru oleh kita mengenai kesiapannya mendapatkan MPASI pertama. Tanda-tanda apa sajakah itu? Lalu, tanda apa saja yang menunjukkan bayi telah siap diperkenalkan dengan MPASI pertamanya?

Jangan khawatir ya Mak, semuanya akan kita bahas di sini.

Beberapa Tanda Bayi yang Sering Diterjemahkan Keliru

Nah, berikut ini beberapa tanda yang sering diterjemahkan keliru oleh kita mengenai kesiapan bayi mendapatkan MPASI.

  1. Bayi Anda mengunyah tangannya
  2. Bayi Anda terbangun di tengah malam
  3. Bayi Anda minum ASI lebih banyak

Hal-hal tersebut biasa terjadi dalam rangka pertumbuhan bayi. Dan bukan sebagai tanda bahwa bayi Anda telah siap diperkenalkan dengan MPASI.

Tanda Bayi Anda Telah Siap Diberi Makanan Pendamping ASI

Lalu, apa saja tanda-tanda bahwa bayi Anda telah siap diberikan MPASI pertamanya? Berikut ini tanda-tandanya, Mak.

  1. Bayi Anda telah dapat menegakkan kepalanya sendiri.
  2. Bayi Anda dapat duduk sendiri di kursi khusus bayi.
  3. Bayi Anda telah melakukan gerakan-gerakan mengunyah.
  4. Berat badan bayi Anda bertambah menjadi sekitar dua kali lipat (pada umumnya) dibandingkan dengan berat pada saat lahir.
  5. Bayi Anda terlihat tertarik, bahkan mupeng dengan makanan yang Anda makan.
  6. Bayi Anda telah memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan mulut. Ia telah mampu memegang makanan dengan baik dan memasukkannya ke dalam mulut.

Lalu, jika bayi Anda belum berusia 6 bulan, namun telah menunjukkan tanda-tanda tersebut, apakah ia telah siap diperkenalkan dengan MPASI?

Walaupun bayi Anda telah menampakkan hal-hal tersebut, namun jika usianya belum mencapai 6 bulan, sebaiknya Anda menunggu hingga bayi Anda berusia 6 bulan.

Pemberian MPASI yang dini akan mengakibatkan pencernaan bayi bekerja berat karena belum siap untuk menerima makanan padat. Hal ini pun akan menyebabkan risiko timbulnya alergi pada bayi.

Jadi, sebaiknya bayi Anda diberikan makanan pendamping ASI setelah menginjak usia 6 bulan. Jika Anda berniat untuk memberikannya lebih awal, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak.

Semoga bermanfaat.

Dibaca juga yuk, informasi menarik berikut:

Categories
Dapur

Tahapan Tepat Pemberian Makanan Pendamping ASI Usia 6 Sampai 7 Bulan

Sebagai Emak-Emak, tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita, termasuk mengetahui secara tepat tentang tahapan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Alasannya karena hal ini terkait dengan kesiapan pencernaan buah hati kita untuk mencerna makanan yang juga berkembang secara bertahap. Memaksakan memberi makanan tanpa memperhatikan tahap perkembangan pencernaannya akan membuat kesehatannya terganggu.

Jika sudah begitu, Anda sendiri yang menjadi biang dari terhambatnya tumbuh kembang buah hati tercinta. Itulah sebabnya, sebelum memutuskan untuk memberi makanan jenis apa untuk buah hati sebaiknya Anda pahami terlebih dahulu tahapan tepat untuk memberikan makanan yang menjadi pendamping ASI sebagai asupan yang masih tetap penting untuk mereka. Kali ini  akan kita bahas mengenai makanan pendamping ASI untuk usia 6-7 Bulan. Tahap pertama dari pengalaman mereka mencerna makanan selain ASI setelah bayi lulus ASI ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupannya.

memberi makanan pendamping asi usia 6 sampai 7 bulan

Manfaat MPASI usia 6-7 bulan

Pemberiaan Makanan Pendamping ASI pada tahap ini berfungsi untuk merangsang tumbuhnya gigi serta melatih kemampuan motorik bayi untuk bisa memegang makanannya sendiri. Untuk makanan pertama bayi di usia  bulan bisa dimulain dengan memberi mereka makanan yang bentuknya lunak. Contohnya bubur susu atau biskuit yang dicairkan dengan ASI.

Bubur susu ini bisa Anda buat dari tepung beras yang dicampur dengan ASI, bisa beras merah atau putih. Untuk menghindari kebosanan bisa juga diberi kacang hijau atau labu kuning yang dilumatkan. Secara bertahap mulai dikenatalkan seiring dengan berkembangnya kemampuan menelan dan pencernaan bayi Anda yang semakin kuat.

Pengenalan Berbagai Jenis Makanan

Sebaiknya tidak mencampur bahan-bahan makanan di awal untuk memperkenalkan bayi bagaimana rasa dari makanan yang Anda berikan. Selain itu, kita juga dapat mengetahui apakah bahan makanan tersebut membuat bayi alergi atau tidak. Anda bisa berika 2 sampai 3 hari makanan yang sama lalu mengganti yang lainnya. Ini termasuk dalam pemberian buah yang dilumatkan. Ketika bayi sudah mengenal rasa satu jenis buah baru berikan buah lainnya atau bisa dicampur dengan bubur susunya.

pada usia 7 bulan barulah diberi bubur saring dengan berbagai bahan yang merupakan sumber karbohidrat mulai dari beras, kentang, kacang hijau, roti, makaroni atau ubi. Berikan sumber protein sebagai campuran dari makanannya mulai dari kuning telur, ikan atau ayam yang dihaluskan. Beri juga sayuran yang sudah dihaluskan sebagai campuran pada makanannya.

Baca ini juga ya, Mak: 3 Alasan Kenapa MP-ASI Diberikan Saat Bayi Berusia 6 Bulan

Porsi Makan Bayi 6-7 Bulan

Pemberiaan makanan pada usia ini dimulai dengan 2 sendok makan tiap kali makan terus ditambah hingga 7 sendok makan tergantung dari keinginan bayi untuk makan. Jangan memaksanya jika ia tidak mau, sebaiknya tunda pada waktu lain. Memaksanya makan hanya akan membuat bayi Anda trauma atau bahkan dia tidak mau lagi makan.

Sebaiknya buat jadwal tetap sebagai waktu makan mereka. Jangan menunggu bayi lapar atau  bahkan membiarkan mereka mengantuk sebelum waktunya makan. Rasa kantuk dan terlalu lapar hanya akam membuat bayi menjadi rewel dan justu tidak mau makan.

Jadwal Makan Bayi 6-7 Bulan

Berikut ini salah satu contoh jadwal pemberian makan untuk bayi usia 6 hingga 7 bulan:

  • Beri ASI ketika mereka bangun tidur hingga jam 7 pagi sebagai makanan pertamanya.
  • Jam 9 saatnya memberi bayi Anda bubur susu.
  • Berikutnya adalah pemberian makanan selingan dengan memberikan mereka buah-buahan yang dilumatkan atau diberi sarinya saja jika yang Anda pilih adalah buah berair seperti jeruk atau semangka pada jam 11 hingga 12 siang.
  • Jam 2 siang biasanya mereka sudah mulai lapar kembali. Saatnya memberi mereka makan lagi dengan menu bubur susu.
  • Selanjutnya, jam 5 beri bayi Anda makanan selingan lagi. Bisa buah atau biskuit yang sudah dilumatkan dengan susu.
  • Makan terakhir pada jam 6 sore dengan memberi mereka ASI sebagai makanan penutup menjelang tidur.

Nah, sudah siap memberi bayi Anda makan? Jangan panik atau takut, berikan saja dengan santai dan tetap dengan keceriaan agar mereka bisa melewati tahap ini dengan baik. Selama apa yang Anda berikan adalah makanan yang sehat dan bergizi. Tentunya sesuai dengan tahapan yang tepat pemberian Makanan Pendamping ASI usia 6 sampai 7 bulan ini bayi Anda akan tetap sehat dan memiliki tumbuh kembang yang baik.

 

Categories
Kesehatan & Kecantikan

3 Alasan Kenapa MP-ASI Diberikan Saat Bayi Berusia 6 Bulan

 

mpasi2

Makanan Pendamping ASI atau yang disingkat dengan MP-ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi untuk mendampingi pemberian ASI sejak usia bayi 6 bulan hingga 2 tahun. MP-ASI penting diberikan karena kebutuhan gizi sudah tidak bisa tercukupi secara penuh oleh pemberian ASI saja. Karena sifatnya pendamping, maka makanan utama yang diberikan kepada anak hingga usia 2 tahun tetaplah ASI.

Kenapa harus saat berusia 6 bulan?

Pertanyaan berikutnya yang biasanya ditanyakan orangtua adalah kenapa MP-ASI diberikan saat bayi berusia 6 bulan. Kenapa tidak kurang dan tidak lebih? Kenapa tidak boleh diberikan saat bayi berusia 4 bulan. 5 bulan atau 7 bulan. Benarkah harus tepat di usia 6 bulan?

Mak, mungkin kita sering melihat bayi yang berusia 4 atau 5 bulan sudah mulai terlihat “tergoda” saat orang yang ada didekatnya sedang menyantap makanan. Karena merasa kasihan, tidak sedikit orangtua langsung memberikan makanan kepada si bayi. Makanannya bisa berupa pisang, bubur susu, biskuit, atau jenis makanan lain.

Padahal seharusnya bayi berusia dibawah 6 bulan belum boleh diberikan makanan apapun ya Mak selain ASI. Kenapa? Setidaknya ada 3 alasan kenapa MP-ASI hanya boleh diberikan kepada bayi saat berusia 6 bulan, yaitu sebagai berikut :

1.Sistem pencernaan bayi matang pada saat bayi berusia 6 bulan

Bicara soal makan, kita juga harus memperhatikan kesiapan sistem pencernaan untuk mengolah makanan yang masuk. Salah satu sistem pencernaan yang berperan penting adalah usus. Usus inilah yang berfungsi untuk menyaring dan menyalurkan protein ke dalam pembuluh darah untuk diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Tidak hanya itu, usus juga bekerja menahan protein berbahaya yang bisa memicu reaksi alergi pada tubuh.

Saat usia bayi dibawah 6 bulan, usus masih terbuka dan belum mampu secara optimal menahan protein berbahaya yang mungkin masuk lewat makanan dari luar. Pada 6 bulan pertama kehidupan, usus memang dirancang hanya bisa menyaring nutrisi terkandung dalam ASI saja. Sedangkan saat bayi memasuki usia 6 bulan, lubang-lubang yang ada dalam usu secara perlahan menutup dan usus pun lebih siap dalam menerima makanan dari luar.

2.Memperbesar resiko terjadinya alergi makanan

Saat bayi berusia 4-6 bulan, organ pencernaan bayi dilapisi oleh antibodi yang didapatkan dari ASI. Antibodi inilah yang berfungsi untuk melindungi usus dan mengurangi resiko terjadinya penyakit dan infeksi.

Jika bayi diberikan makanan sebelum ususnya matang dan sempurna, maka kemungkinan alergi makanan bisa terjadi. Hal ini dikarenakan, lubang-lubang yang terdapat dalam usus yang belum tertutup belum bisa mengolah protein lain selain yang terdapat dalam ASI. Ketidakmampuan inilah yang kemudian menyebabkan alergi makanan pada bayi.

3. Kontrol pada otot tenggorokan dan lidah masih lemah

Pintu pertama dalam aktifitas makan adalah mulut dan organ yang terdapat di dalamnya. Saat kita makan, ada 2 organ yang berperan penting yaitu lidah dan tenggorokan. Ketidakmampuan mengontrol kedua organ ini dengan baik bisa menyebabkan berbagai efek yang berbahaya seperti tersedak dan kesulitan menelan. Itu pula yang terjadi pada bayi jika diberikan makanan pada usia kurang dari 6 bulan, karena bayi belum mampu mengontrol otot tenggorokan dan lidah dengan baik.

Perkembangan organ tubuh bayi berjalan secara bertahap, begitu juga dengan organ pencernaannya. Maka, penting ya Mak untuk memperhatikan jenis makanan yang diberikan kepada bayi terutama diawal-awal pemberian MP-ASI nya. Pemberian makanan harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan organ pencernaan dan keterampilan makan bayi.

 

Nah, itulah Mak 3 alasan utama mengapa MP-ASI diberikan saat bayi berusia 6 bulan. Bersabarlah dan tahan diri untuk memberi makanan terlalu dini kepada bayi demi kesehatan buah hati.

Categories
Kesehatan & Kecantikan

Kenali 8 Tanda Bayi Siap Diberikan MP-ASI

mp asi

Bayi, si makhluk mungil yang satu ini memang sangat menggemaskan ya Mak. Hebatnya di balik tubuh mungilnya itu, Tuhan sudah membekalinya dengan insting yang kuat sebagai bekal bayi untuk bisa bertahan hidup. Insting itu adalah makan. Seringkali kita lihat, bayi yang baru dilahirkan saat Inisasi Menyusu Dini (IMD) dalam waktu kurang dari 1 jam langsung berhasil menemukan puting payudara dan langsung bisa menyusu dengan kuatnya. Itulah insting sebagai karunia yang Tuhan berikan kepada manusia.

Fase Makan

Seiring dengan pertambahan usia, kini si bayi mungil tidak hanya bisa menghisap dan menelan saja, tapi kini ia memasuki fase berikutnya yaitu fase makan. Pada fase ini, bayi akan mempelajari keterampilan baru yang akan membantunya untuk bisa makan dengan baik dan benar. Keterampilan yang dimaksud diantaranya kemampuan mendorong makanan dengan lidah hingga masuk ke bagian belakang mulut, menelan makanan, menggunakan bibir untuk mengambil makanan yang ada pada sendok makan dan sebagainya.

Ketika fase menyusu, bayi hanya menggunakan otot rahang dan pipinya untuk mendapatkan makanan. Namun ketika dia bertambah besar dan makanan yang diberikan pun mulai beragam tentu ada banyak organ lainnya yang juga harus dilatih agar kegiatan makan si kecil bisa berjalan dengan baik.

Tanda Khusus Bayi Siap Makan

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya tentang kapan waktu yang tepat dalam memberikan MP-ASI, bahwa bayi hanya boleh diberikan makanan jika usianya sudah 6 bulan. Selain dari patokan usia,terdapat beberapa tanda khusus yang bisa Mak perhatikan sebagai tanda bahwa si kecil mungil itu sudah siap menerima makanan pendamping, yaitu sebagai berikut :

  1. Mempunyai kontrol yang terhadap kepala dan leher. Jadi, bayi sudah mampu menegakkan lehernya dengan sempurna tanpa perlu bantuan penyangga.
  2. Bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan dari ibu. Tapi dalam beberapa kasus, ditemukan juga bayi yang belum bisa duduk sempurna di usia 6 bulan karena beberapa alasan,misalnya faktor berat badan/kegemukan.
  3. Bayi memperlihatkan ketertarikannya terhadap makanan
  4. Bayi suka menggapai makanan atau benda lain kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya.
  5. Bayi suka memindahkan sendok dari satu tangan ke tangan yang lain
  6. Bayi memperhatikan saat ada orang di dekatnya atau anggota keluarga saat sedang makan
  7. Bayi terlihat sering mengecap-ecap mulutnya saat ia memperhatikan Mak atau anggota keluarga lainnya sedang makan
  8. Bayi terlihat masih lapar, menangis dan tidak kenyang meskipun sudah menyusu.

Nah itulah Mak 8 tanda yang biasa diperlihatkan si kecil yang menunjukkan ia siap untuk menyantap makanannya. Jangan lupa, berikan makanan secara bertahap ya sesuai dengan perkembangan organ pencernaannya serta keterampilan makan anak. Jika semua tanda diatas sudah terlihat dan usia nya sudah genap memasuki 6 bulan, bersiaplah untuk menyiapkan makanan terbaik dan bergizi untuk melengkapi gizi yang didapatkan dari ASI.