Categories
Inspirasi

Melatih Anak Cakap Berbahasa dengan Puisi Anak

Puisi anak adalah penulisan kreatif lain untuk mengasah keterampilan anak dalam mengolah kata-kata. Melihat seberapa cerdas mereka dengan kosakata yang mereka kuasai untuk dirangkai menjadi sebuah puisi. Terutama puisi baru yang tidak terikat dengan jumlah baris, rima atau irama seperti pada puisi lama yang dapat kita lihat pada pantun. Dengan begitu, anak-anak lebih bebas berkreasi dengan gaya bahasa mereka tentang apa yang sering mereka alami sehari-hari dalam menikmati dunia mereka, dunia anak-anak.

Contoh Puisi Anak

Puisi anak tentang gajah

Si Abu yang Lucu

 

Lihatlah hewan besar berwarna abu

Berhidung panjang dengan telinga lebar

Berjalan perlahan dan langkah yang lebar

Menjadi yang terbesar diantara yang lain

Suaranya mengejutkan tapi tidak membuat takut

 

Menaikinya seperti mengendarai kendaraan yang hebat

Aku suka bintang ini

Karena walaupun besar ia terlihat lucu

Melihatnya selalu membuatku tertawa

Seperti teman dengan wajah menggemaskan

(I.E)

 

Puisi tersebut adalah salah satu puisi anak yang memang dibuat untuk anak-anak. Dalam puisi tersebut dipilih kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Tentang gambaran sebuah hewan besar yang bernama gajah. Salah satu hewan yang seringkali menjadi tokoh dalam berbagai cerita anak. Hewan besar yang tidak menyeramkan bahkan terlihat lucu. Walaupun ukurannya besar dengan bentuk tubuh yang aneh dan berbeda dengan binatang lainnya.

Baca juga: Jawaban Pintar untuk Menjawab Pertanyaan Anak Sekitar 17+

 

Makna dari Puisi Anak

Jika dicermati dalam puisi anak tersebut tidak ada makna yang tersembunyi. Kata-kata yang dipilih adalah kata yang mengandung makna yang sebenarnya. Sebuah kenyataan yang bisa anak-anak lihat dari seekor hewan yang disebut gajah. Hal ini terlihat dari ciri-ciri gajah yang dituliskan dengan jelas dalam puisi berjudul “Si Abu yang Lucu” tersebut.

Tema Puisi Anak

Untuk membuat puisi anak ini banyak tema yang bisa diangkat. Tentunya berbagai hal yang dekat dengan anak-anak. Tidak sekadar tentang pengalaman mereka dalam keseharian mereka tapi juga pengetahuan dan wawasan mereka tentang berbagai hal. Salah satunya tema binatang yang juga dekat dengan keseharian mereka.

Objek yang mereka kenal tidak hanya dari pengenalan mereka terhadap berbagai jenis binatang tapi juga berbagai cerita fabel dengan tokoh para binatang yang dibuat seakan hidup dan benar-benar berbicara. Memiliki karakter masing-masing dalam setiap cerita yang dibawakan. Karakter yang dibuat mirip dengan kebiasaan binatang-binatang tersebut atau sekadar rekaan semata.

Baca: Beri Pendidikan Anak Usia Dini yang Mengasyikan untuk Anak Kita

Membaca Puisi Anak

Hal penting lainnya dalam sebuah karya puisi adalah membacanya. Puisi akan memiliki rasa berbeda jika dibaca dengan cara yang berbeda. Hal ini yang membuat puisi memiliki nilai lebih dibandingkan karya sastra lainnya karena membacanya membuat puisi terlihat menjadi sebuah karya yang tidak biasa. Hal ini berlaku juga pada puisi anak. Walaupun kata-kata yang dipilih sederhana ketika dibacakan layaknya puisi maka rasanya akan berbeda. Pun bagi kita yang mendengarkan ketika puisi tersbut dibacakan oleh anak-anak kita.

Mengapresiasi Puisi Anak

Anak-anak tentu senang jika apa yang sudah mereka buat kita apresiasi. Sekalipun hanya dalam bentuk bintang 4 buah untuk hasil kerja keras mereka. Orang dewasa saja tentu tidak mudah membuat puisi, itulah sebabnya ketika anak sudah berusaha membuat puisi jangan lupa untuk memuji hasil karya mereka. Katakan Anda bangga pada mereka. Itu tandanya mereka termasuk anak yang cerdas karena sudah memiliki keinginan untuk mencoba membuat puisi tersebut.

Ketika mereka berani membacakannya tambah nilai plus lagi untuk mereka karena tidak semua orang berani membaca puisi. Apalagi jika puisi anak hasil karyanya sendiri yang dibacakan di depan orang sekalipun hanya di depan Anda dan ayah mereka sendiri. Itu artinya mereka sudah mencpba untuk berani. Melatih dan membiasakan mereka untuk percaya diri tampil di depan orang banyak.***

Categories
Parenting

Cara Efektif untuk Melatih Anak Menjadi Pendengar yang Baik

pendengar yang baik

Seseorang yang memiliki keahlian dalam berkomunikasi tidak hanya harus bisa berbicara tapi juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Untuk itu melatih Anak agar bisa menjadi pendengar yang bisa mendengarkan dengan baik menjadi penting untuk kita lakukan. Dengan keterampilan ini ia akan bisa menjadi seorang komunikator yang baik di kemudian hari. Inilah cara efektif untuk melatihnya:

Jadilah Pendengar yang Baik Untuk Anak Anda

Ketika Anda menanyakan sesuatu pada buah hati Anda maka dengarkanlah ketika ia memberi jawaban. Dengarkan dengan seksama apa yang ia katakan atau ceritakan pada Anda. Jangan segan untuk menanggapinya, walau hanya dengan kata “Wow”, “O ya?”, dll. Lebih baik lagi jika Anda bertanya atau memberikan tanggapan yang dapat memancingnya untuk menjelaskan lebih detil. Ini menjadi pertanda untuknya bahwa Anda mendengarkannya dengan baik.

Berhentilah Memotong Pembicaraannya

Ketika mengobrol dengan anak sebaiknya fokuslah pada apa yang dikatakannya, bukan pada apa yang ingin Anda katakan. Cara ini akan menjaga kemungkinan Anda untuk memotong pembicaraan buah hati Anda. Saat ia sudah selesai bicara barulah respon dan sampaikan apa yang ingin Anda sampaikan. Cara ini akan sekaligus mengajari anak bahwa tidak baik memotong pembicaraan. Ia juga akan terbiasa untuk mendengarkan apa yang Anda atau orang lain katakan hingga selesai dan menunggu gilirannya berbicara.

Sampaikan Terima Kasih Ketika Anak Sudah Mendengarkan dengan Baik

Ketika Anda menceritakan sesuatu atau menyampaikan sebuah pesan atau informasi dengan panjang lebar dan anak Anda mendengarkannya, jangan lupa apresiasi walau hanya dengan ucapa terima kasih. Salah satu bentuk penghargaan atas sikapnya untuk sabar menunggu dan mendengarkan Anda berbicara. Jangan lupa tanyakan apa ada yang ingin ia tanyakan atau tidak. Jika tidak ada, pastikan bahwa anak Anda sudah mengerti dengan apa  yang sudah Anda katakan dengan bertanya. “Sudah jelas, ya?” atau “Ngertikan Dek?”, dll.

Baca juga yang ini, Mak: 5 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

Minta Ia Menanggapi Cerita Anda

Ini salah satu  cara untuk mengetahui apakah buah hati Anda sudah menjadi pendengar yang baik atau belum. Biarkan ia bebas menanggapi apa yang Anda ceritakan. Ia berhak memberi penilaian sesuai dengan apa yang ada di rasakan atau apa yang ada di pikirannya. Cara ini akan melatih kemampuan berpikirnya dengan baik. Selain itu juga dapat mempertajam sikap kritisnya. Penyaluran sikap kritis akan membuatnya tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Biarkan Anda Menceritakan kembali Cerita yang pernah Anda Sampaikan Kepadanya

Agar anak tidak merasa Anda sedang mengetesnya coba lakukan ketika ada sahabat atau kerabat yang sedang berkunjung. Minta anak untuk menceritakan sebuah cerita yang pernah Anda ceritakan kepadanya. Ketika ia sudah bisa menceritakan kisah tersebut dengan baik. Setidaknya inti dari cerita yang Anda sampaikan, berarti ia sudah bisa menjadi pendengar yang baik. Beri pelukan dan pujian atas keberhasilannya itu. Ini akan membuatnya lebih berani dan percaya diri untuk berbicara di depan orang.

Pastikan Anda Sudah Siap Mendengarkan Ketika Anak akan Bercerita atau Berpendapat

Seringkali kita juga lupa untuk menjadi pendengar yang baik. Salah satunya dengan memaksakan diri untuk berbagi perhatian dengan hal lain, semisal gadget atau orang sekitar yang sedang mengajak anda berbicara. Lebih baik katakan “Tunggu sebentar”, daripada Anda tidak fokus mendengarkan apa yang dikatakan anak Anda. Ini akan membuat anak Anda lebih merasa dihargai daripada sebaliknya yang justru dapat memancing kemarahannya dan membuatnya justru tidak menghormati Anda sebagai orang tua.

Dengan menjadi pendengar yang baik, anak kita berarti sudah memiliki salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh seorang komunikator yang baik. Menjadi orang yang lebih banyak mendengar akan membuatnya lebih banyak berbicara karena mengetahui lebih banyak hal. Memperbanyak kosakata serta melancarkannya untuk bisa mengemas dan menyampaikan semua gagasan atau ide yang ada di kepalanya dengan baik. Modal yang sangat penting untuk bisa menjadi generasi unggul di masa yang akan datang, Mak.

Baca juga: 9 Cara Ampuh Mengajarkan Anak Menghormati Orang Tua