Categories
Inspirasi

Ini Dia Cara untuk Bawa Belanjaan yang Benar-Benar Ramah Lingkungan

Kita benar-benar perlu solusi untuk  membawa belanjaan yang benar-benar ramah lingkungan. Hal ini terkait dengan program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik hingga terbebas dari sampah plastik di tahun 2020. Hal yang kerapkali terjadi adalah ketika tanpa rencana kita harus berbelanja ke mini market atau super market atau bahkan warung kelontong untuk membeli sesuatu. Bisa banyak, bisa sedikit atau bahkan secuil tapi kita sama sekali tidak membawa tas.

Adapun tas yang kita bawa seringkali terlalu kecil untuk memuat semua barang belanjaan. Bisa jadi belanjaan kira ternyata diluar dugaan hingga tas belanja kita tidak cukup untuk digunakan membawa semua barang belanjaan kita.Nah, ada beberapa cara yang bisa kita gunakan sebagai trik untuk turut serta membantu Indonesia terbebas dari sampah plastik. Ini dia caranya:

Gunakan Reuseable Bag

Ini adalah cara yang disarankan sesuai dengan program yang dicanagkan pemerintah. Tas belanja yang bisa digunakan berulang-ulang. Pilih bahan yang benar-benar bisa terurai di alam. Saat ini sudah banyak dijual tas yang merupakan hasil daur ulang hingga bisa digunakan terus menerus. Banyak inovasi bahan tas yang dibuat sedemikian rupa yang membuat tas tersebut bisa dilipat hingga ukuran terkecil namun ketika digunakan ukurannya cukup besar untuk memuat barang-barang belanjaan kita. Dengan begitu, tas ini bisa kita bawa kemana-mana. bahkan kita simpan di tempat HP karena ukurannya yang bisa dilipat hingga berukuran sangat kecil. Tas ini benar-benar solusi untuk kita yang sering berbelanja di saat tak terduga. Jangan lupa, setiap kali selesai berbelanja lipat kembali dan simpan di tempat semua agar tidak ada alasan lagi lupa membawa tas belanja.

Ingin yang lebih unik sekaligus mengurangi sampah yang sudah ada? Anda bisa mengumpulkan limbah bekas minuman instan, mie instan, ditergen, dll dan mengubahnya menjadi tas belanja. Bedanya yang ini tidak bisa dilipat, jadi hanya bisa dibawa khusus ketika memang Anda akan memenuhi jadwal belanja Anda. Mengurangi sampah yang tidak bisa terurai dengan menggunakannya terus menerus juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi sampah. Jika Anda sudah lihai membuatnya, Anda juga bisa menjualnya pada mereka yang juga membutuhkan tas belanja ramah lingkungan dan menjadikannya berdaya jual.

Baca juga: 9 Alasan Mengapa Harus Bawa Tas Belanja Sendiri

Kardus Bekas

kardus bekas yang lebih ramah lingkungan

Ini menjadi solusi yang tak kalah menarik terutama bagi Anda yang berbelanja bulanan dengan jumlah yang cukup banyak. Jika menggunakan kantong plastik pastilah harus berkantong-kantong. Terbayang berapa kantong plastik yang Anda gunakan hanya untuk memindahkan barang belanjaan Anda dari toko hingg sampai di rumah. Itulah sebabnya lebih baik minta penjual untuk menempatkan barang belanjaan Anda pada dus bekas. Mereka akan dengan senang hati memberikannya.

Selain bisa membawa barang dalam jumlah yang banyak, dus bekas juga lebih kuat untuk membawa barang-barang dalam jumlah banyak. Termasuk barang yang memiliki kemungkinan untuk pecah. Selain itu, dus bekas tersebut bisa Anda berikan pada para pemulung. Tentu akan lebih bernilai jika mereka menjualnya dibandingkan dengan plastik bisa atau bahkan kantong kresek yang tidak ada harganya sama sekali selain hanya menjadi tumpukan sampah yang mengotori bumi.

Cukup 1 dan Gunakan Sampai Rusak

Jika Anda sudah memiliki kantong plastik biasa dengan berbagai ukuran. Tentunya dengan ketebalan yang cukup kuat tidak seperti kantong plastik ramah lingkungan. Daripada membuangnya dan membuatnya menjadi sampah lebih baik gunakan. Bawa jika Anda akan berbelanja ke pasar tradisional atau bahkan sediakan selalu di bagasi kendaraan Anda jika suatu waktu Anda membutuhkannya. Setidaknya untuk membuat barang Anda tetap aman dan tidak kena air hujan jika menggunakan motor.

Selain mengurangi sampah, cara ini juga membuat sampah plastik yang terlanjur Anda miliki berdaya guna. Tidak hanya menjadi kantong plastik yang penggunaannya hanya dalam waktu singkat yang hanya menyumbangkan sampah plastik saja. Faktanya kantong plastik konvesional biasanya memang memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada kantong plastik yang yang katanya ramah lingkungan tapi nyatanya tidak. Inilah solusi untuk membawa barang belanjaan yang benar-benar ramah lingkungan. Usaha mengurangi sampah termasuk kantong plastik dengan memanfaatkannya secara maksimal.

Baca juga: Kantong Plastik Ramah Lingkungan Sudah Ditinggalkan

Categories
Uncategorized

Kantong Plastik Ramah Lingkungan Sudah Ditinggalkan

Begitulah kenyataannya, Inggrispun sudah meninggalkan kantong plastik ramah lingkungan.  Seiring dengan berbagai temuan yang dan studi yang dilakukan para ilmuwan terhadap kantong plastik yang katanya ramah lingkungan ini. Terutama kesadaran dari para pelaku bisnis yang secara langsung atau  tidak langsung menjadi penyebar dari kantong plastik ini. Perlahan tapi pasti mulai ditinggalkan, perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Harapan yang sama dengan Indonesia untuk juga meninggalkan penggunaan kantong plastik sekalipun itu adalah kantong plastik ramah lingkungan.

Pengguna Kantong Plastik Terbesar di Inggris

Di Inggris terdapat dua perusahaan waralaba terbesar yang dituding berperan sebagai penyebar kantong plastik terbesar yaitu Tesco dan Co-Op. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan ini sudah tentu menjadikan kantong plastik sebagai bagian kebutuhan dari usahanya. Kantong plastiklah yang mereka gunakan untuk memasukan belanjaan-belanjaan para konsumen yang berbelanja pada mereka.

Diantara 2 perusahaan waralaba ini ternyata Tesco-lah yang mengeluarkan kantong plastik yang lebih banyak. Tidak kurang dari 2 milyar kantong plastik yang dikeluarkan supermarketnya dalam setahun. Sementara itu nasib kantong plastik tersebut juga memiliki nasib yang tragis karena hanya digunakan sekitar 20 menit saja dan setelah itu dibuang.

tesco meninggalkan kantong plastik ramah lingkungan

Mulanya dua perusahaan ini cukup bangga sebagai perusahaan waralaba yang menggunakan kantong plastik ramah lingkungan. Terutama Tesco yang cukup santer dengan green wash-nya. Selanjutnya setelah berbagai studi yang telah dilakukan berbagai institusi menemukan fakta bahwa kantong plastik ramah lingkungan pada kenyataannya juga tidak ramah lingkungan. Akhirnya tepat di tahun 2011 mereka meninggalkan kantong plastik ramah lingkungan ini.

Solusinya?

Karena kebutuhan kantong plastik sebagai benda yang diperlukan untuk membantu para konsumen membawa barang belanjaan mereka akhirnya Tesco mencoba mengganti kantong plastik ramah lingkungan mereka dengan kantong plastik yang mengandung 15% bahan yang merupakan hasil daur ulang. Solusi ini mereka dapatkan atas pertimbangan pendapat dari European Plastics Rucyclers Association.

Badan ini berpendapat bahwa pembuatan kantong plastik, sekalipun yang ramah lingkungan memerlukan bahan baku fosil dan energi yang berlimpah. Itulah sebabnya kantong plastik yang bisa hancur dengan sendirinya ini sebelas duabelas dengan kantong plastik biasa. Akhirnya penggunaan kantong plastik yang mengandung bahan daur ulangpun dijadikan solusi untuk bisnis mereka.

Tapi tentu tidak dengan gratis, para konsumen yang berbelanja di supermarket mereka harus mengeluarkan 5 pence yang setara dengan Rp700,- untuk kantong plastik ini. Jauh lebih mahal dari kantong plastik ramah lingkungan berbayar yang digunakan di perusahaan Waralaba dengan jaringan terbanyak di Indonesia ini. Tapi tak perlu lihat dari nominal uangnya, tetap ingat kembali esensi dari program plastik berbayar ini.

Baca juga: Kebijakan Plastik Berbayar Inggris Untuk Menekan Sampah Plastik

Perberlakuan kantong plastik berbayar ini tujuannya tiada lain untuk mengurangi pemakaian kantong plastik sekali pakai sesuai dengan yang dianjurkan pemerintah di Inggris. Alasannya tentu karena menurut WRAP, yaitu sebuah badan pemerintah yang mengatur pengurangan sampah di Inggris di apatkan data yang cukup mengkhawatirkan. Diketahui bahwa konsumsi kantong plastik pada tahun 2010 hingga 2011  mencapai angk 6,1 milyar. Itu artinya setiap orangnya rata-rata menggunakan 8 hingga 9 kantong plastik dalam 1 bulan.

Itulah sebabnya tidak ada lagi toleransi untuk kantong plastik sekali pakai. Sekalipun berlogo kantong plastik ramah lingkungan yang bahkan membuat mereka mulai gemas menyebutnya seperti itu karena pada kenyataannya tidak jauh berbeda dengan plastik biasa yang justru bisa digunakan hingga berulang kali karena lebih kuat. Lalu, bagaiman dengan di Indonesia? Semuanya bergantung pada kita semua, Mak. Apakah kita akan terus menggunakan kantong plastik ramah lingkungan atau Stop sama sekali.

Baca juga: Ingat Kembali Esensi Kantong Plastik Berbayar

Categories
Uncategorized

Kantong Plastik Ramah Lingkungan yang Tidak Ramah Lingkungan

Pasti Anda dibuat bingung dengan judul artikel ini, bagaimana bisa kantong plastik ramah lingkungan bisa tidak ramah pada lingkungan? Ternyata seperti itulah faktanya. Plastik yang digadang-dagangkan ramah lingkungan itu justru memiliki efek buruk terhadap lingkungan. Setelah membaca artikel ini saya yakin Anda pasti akan setuju dengan diet kantong plastik. Terutama kantong plastik sekali pakai yang bahkan umurnya tidak sampai 30 menit. Dipakai, lalu dibuang. Berakhir di tempat sampah atau bahkan bersama tumpukan kantong plastik lainnya.

Ada beberapa penyebab yang membuat kantong plastik ramah lingkungan ini tidak benar-benar ramah lingkungan. Berikut diantaranya:

Kantong Plastik Ramah Lingkungan Baru Bisa Hancur dalam Kondisi Tertentu

Plastik yang konon ramah lingkungan tersebut menurut hasil study para ahli di Universitas Loughborough justru tidak bisa hancur dalam 5 tahun. Mereka menambahkan bahwa plastik yang katanya ramah lingkungan ini bakan untuk bisa hancur masih membutuhkan suhu tertentu pun dengan paparan matahari yang harus mengenainya. Untuk hancurpun dibutuhkan paparan matahari sedemikan rupa dan suhu tertentu. Padahal menurut promosi produsen Oxobiodegradable atau plastik ramah lingkungan ini plastik ramah lingkungan akan hancur dalam 2 tahun.

Nah, logikanya 2 tahun itu bukan waktu yang sebentar. Ketika kantung-kantung plastik yang memiliki waktu penggunaan pendek ini masuk ke sungai, apalagi dalam jumlah yang banyak. Plastik sudah bisa menjadi penyebab tersumbatnya aliran sungai yang dapat menimbulkan banjir. Tidak butuh 2 tahun untuk menunggu saluran air tersumbat dengan kantong plastik. Apalagi di negara kita yang termasuk penghasil sampah plastik terbesar ke-2 di dunia.

kantong plastik ramah lingkungan

Komposting Tidak Berjalan Baik Karena Zat Aditif pada Kantong Plastik Ramah Lingkungan

Mirisnnya lagi, ketika kantung plastik ini sudah dibuang dengan cara yang benar, yaitu ke tempat sampah kantung plastik ramah lingkungan ini masih tidak bisa hancur bahkan hingga 5 tahun karena tidak mendapatkan kondisi lingkungan yang tepat. Lalu apa yang terjadi di TPA. Ternyata plastik ramah lingkungan ini juga tidak bisa mengalami proses komposting dengan baik. Penyebabnya tentu karena penggunaan zat aditif dalam pembuatan kantong plastik ini yang bisa jadi memperngaruhi amonia dan gas lain yang dihasilkan mokroorganisme dalam kompos ini. Hasilnya plastik ramah lingkungan ini baru benar-benar bisa hancur hingga 5 tahun.

Sebenarnya Tidak Hancur  Hanya Berubah Bentuk dan Mengancam Ekositem

Plastik yang katanya akan hancur atau terurai ini pada kenyataannya tidak terurai. Melainkan menjadi serpihan-serpihan plastik yang semakin kecil. Sedikit demi sedikit pula terbang tertiup angin atau terbawa organisme sekitarnya. Jika plastik Oxium ini benar-benar terurai maka hanya berbentuk partikel-partikel yang sangat kecil hingga terlihat menyerupai tanah. Padahal di dalam partikel tersebut kandungan racunnya masih tetap ada hingga dapat menjadi bumerang tersendiri bagi mereka yang katanya peduli lingkungan ini.

Dengan kata lain, kantong plastik ramah lingkungan ini hanya bertransformasi. Jadi keberadaannya masih tetap ada di muka bumi. Menjadi sampah yang tak kasat mata yang mengotori bumi ini. Jikapun sampahnya terlihat terurai dengan baik di alam ternyata kandungan toksisitas yang terdapat dalam plastik ramah lingkungan ini  masih tetap ada dan membahayakan. Terutama bagi berbagai ekosistem di mana sampah plastik tersebut berubah bentuk menjadi partikel yang sangat kecil. Bahayanya tidak hanya pada mikroorganisme yang dapat menyuburkan tanah tapi juga hewan lain mulai hewan bertulang belakang, ikan, burung, dll.

Jadi sepakat ya, Mak. Mari kita dukung program pemerintah untuk mengurangi kantong plastik ini, tidak terkecuali kantong plastik yang katanya ramah lingkungan ini. Gunakan tas belanja yang terbuat dari bahan yang benar-benar ramah lingkungan. Bahan yang benar-benar bisa terurai di alam atau setidaknya masih bisa di daur ulang untuk mendapatkan manfaatnya kembali. Jika tidak mulai dari sekarang, kapan lagi?

Baca juga:

9 Alasan Mengapa Harus Bawa Tas Belanja Sendiri

7 Tips Diet Kantong Plastik

Ingat Kembali Esensi Kantong Plastik Berbayar

 

Categories
Inspirasi

Belajar Pada Negara Asia dan Afrika untuk Mengurangi Sampah Kantong Plastik

Ternyata langkah negara kita dalam program mengurangi sampah kantong plastik ini sudah didahului oleh negara lain di Asia dan Afrika. Mengapa kita tidak mencoba belajar dari mereka? Tertinggal hingga 14 tahun untuk mengurangi sampah plastik rupanya membuat masalah sampah plastik ini menjadi PR yang cukup besar untuk kita kerjakan. Mari kita lihat bagaimana sepak terjang negara-negara di benua Asia dan Afrika ini dalam mengurangi sampah plastik.

Benua Asia Mengurangi Sampah Kantong Plastik

  • Bangladesh

Banjir besar yang melanda 2/3 negara ini menjadi alasan terkuat mereka untuk tidak hanya mengurangi tapi melarang pemakaian kantong plastik. Bagaimana tidak, penyebab terbesar dari banjir besar tersebut ternyata kantong-kantong plastik yang menyumbat saluran-saluran air di sana. Akhirnya tahun 2002 Bangladesh menjadi negara yang pertama kali melakukan gerakan anti kantong plastik ini. Penggantinya yaitu tas berbaan goni atau bahan lain yang bisa terurai dengan mudah di alam.

  • India

India menjadi negara berikutnya yang melarang kantong plastik sejak tahun 2003. Sejak saat itu berbagai proses produksi, penyimpanan, penjualan, hingga distribusi serta penggunaan kantong plastik dilarang sama sekali. Himachal Pradesh mengeluarkan kebijakan ini dikarenakan keberadaan sampah kantong plastik ini lagi-lagi dinilai memperburuk banjir yang terjadi di sana. Selanjutnya baru diterapkan di Mumbai dan Maharasthra di tahun 2005. Chandigarh tahun 2008, New Delhi 2008, serta Kerala dan Rajashtan di tahun 2010.

  • China

China, sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar pertama di dunia baru melakukan langkah nyata untuk mengurangi sampah kantong plastik ini pada tahun 2008. Penerapannya mirip dengan di Indonesia, hanya saja mereka sudah sampai pada tahap pembatasan produksi, penjualan dan penggunaan kantong plastik ini. Jadi jika ada yang masih memerlukannya harus membelinya, tidak diberikan secara cuma-cuma.  Hasilnya, 3 tahun setelah kebijakan ini dijalankan, penggunaan kantong plastik ini turun hingga 24 miliar yang setara dengan 60.000 ton plastik hingga dapat memangkas emisi lebih dari 10 .000.000 ton CO2.

Baca juga: Benarkah Program Kantong Plastik Berbayar Kurang Efektif?

  • Burma/Myanmar

Di negara tetangga kita ini, kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik sudah dimula sejak tahun 2009. Mulai dari Kota Mandalay, lalu disusul Yangoon di tahun 2011. Kita tetap kalah cepat dari mereka. Padahal Indonesia sendiri termasuk negara ke-2 di dunia yang menjadi penyumbang sampah plastik terbesar setelah China. Benar-benar mengkhawatirkan ya, Mak.

Baca juga: Ingat Kembali Esensi Kantong Plastik Berbayar

Benua Afrika Mengurangi Sampah Kantong Plastik

  • Afrika Selatan

Afrika Selatan menjadi negara pertama di Benua Afrika yang menerapkan kebijakan untuk mereduksi kantong plastik ini. Tahun 2003 mulai membatasi penggunaan kantong plastik hingga akhirnya melarang kantong plastik yang memiliki ketebalan kurang dari 30 mikron. Sejak kebijakan reduksi kantong plastik ini dilakukan, hasil studi Universitas Cape Town menunjukan bahwa negara ini sudah berhasil menurunkan penggunaan kantong plastik hingga 44%.

  • Ruwanda

Di negara ini, pelarangan total pada penggunaan kantong plastik baru diberlakukan pada tahun 2008 setelah 3 tahun sebelumnya hanya sampai pada tahap pembatasan. Siapapun, dari negara manapun pengunjung yang datang ke negara ini sebaiknya datang tanpa membawa kantong plastik. Jika Anda kedapatan membawanya, tanpa basa basi mereka akan menyitanya di tempat umum manapun Anda berada, terutama di Bandara.

  • Kenya

Di negara ini pelarangan penggunaan kantong plastik yang berujuran kurang dari 30 mikron baru diterapkan di tahun 2007. Pada awalnya belum terlihat dampak dari langkah ini. Lambat laun, tepatnya di tahun 2011 pelarangan ini sudah terlihat menimbulkan dampak yang berarti. Akhirnya gerakan ini diikuti oleh negara lainnya di Benua Afrika ini. Mulai dari Uganda, Tanzania, Zanzibar, Botswana, Somalia hingga Ethiopia. Mulai dari pelarangan sebagaian hingga total dari mulai produksi hingga penggunaan kantong plastik ini.

Selain Mengurangi kantong plastik membuat Anda lebih keren

Nah, mereka sudah melakukan langkah ini jauh lebih dulu dari kita. Mereka bisa, kenapa kita tidak bisa Mengurangi sampah kantong plastik ini? Menggunakan tas belanja lingkungan itu keren loh, Mak. Selain bentuknya yang lucu-lucu warnanya juga bisa dipilih sesuai dengan selera. Bonusnya tentu saja, selain kita dapat berperan aktif sebagai pengurang sampah kantong plastik, kita juga bisa tampil lebih gaya daripada menenteng kantong kresek.

Baca juga yang ini ya, Mak: 7 Tips Diet Kantong Plastik

Categories
Inspirasi

3 Resep Kang Emil dalam Mengurangi Sampah di Dunia

Berbicara tentang mengurangi sampah, sampah plastik adalah salah satu sampah yang sulit untuk hancur. Salah satu penyumbangnya adalah kantong plastik yang kita dapatkan setiap kali berbelanja entah itu di super market atau di pasar tradisional. M.Ridwan Kamil yang sering disebut Kang Emil ini sudah meluncurkan pemberlakuan kantong plastik berbayar di kota Bandung. Tepatnya hari Minggu 21 maret 2016 di Superindo Dago. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk dukungan atas program nasional dari pemerintah, yaitu Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengurangi sampah. Targetnya Indonesia bebas sampah plastik di tahun 2020. Efeknya globalnya tentu pengurangan sampah di dunia.

Sebetulnya ada 3 resep yang coba diterapkan oleh Kang Emil  dalam mengurangi sampah. Tiga resep yang sudah ia terapkan di kota Bandung inilah resepnya:

GPS

GPS adalah singkatan dari Gerakan Pungut Sampah. Ini adalah salah satu cara untuk mengedukasi warga Bandung untuk terbiasa memungut sampah. Realisasinya yaitu mewajibkan warga Bandung untuk melakukan GPS setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Sudah diberlakukan di sekolah dan kantor-kantor dengan melakukan GPS ini selama 30 menit  pada hari-hari tersebut. Upaya ini sedikit banyak cukup membantu untuk menjaga kebersihan Kota Bandung, minimal di area sekolah dan kantor-kantor tersebut. Jika semua sekolah dan kantor melakukannya maka bisa Anda bayangkan berapa banyak sampah yang berhasil dikumpulkan pada 3 hari tersebut. Hasilnya tentu tumbuhnya kesadaran untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya.

Berkaitan dengan kebijakan kantong plastik berbayar yang baru diberlakukan ini, Ridwan kamil sendiri memberi pernyataan bahwa warga yang keren jika berbelanja membawa kantong dari rumah. Hal ini tentu seiring dengan Perda no 17 yang yang sudah dibuat dikeluarkan Pemerintah Kota Bandung sejak tahun 2012 tentang pengurangan kantong plastik, jauh sebelum rpogram ini menjadi program nasional. Menjadi satu-satunya kota yang sudah menerapkan aturan ini. jadi wajar saja jika ia me-launching gerakan kantong plastik berbayar tepat pada hari yang sudah ditentukan pemerintah yaitu 21 Maret 2016.

Berani Nyampah Berani Membayar

Ini adalah salah satu langkah regulasi yang dilakukan demi mengurangi sampah kota Bandung. Adanya aturan untuk membayar denda pada siapa saja yang membuang sampah sembarangan di kota Bandung ini. Aturan ini sudah diberlakukan dengan tidak main-main. Terutama di area publik yang sudah dibuat untuk warga yang juga harus dipelihara oleh warga. Salah satu caranya yaitu dengan tidak membuang smpah sembarangan di lokasi-lokasi tersebut. Jadi jika Anda berani nyampah Anda juga harus berani membayar sesuai dengan peraturan daerah tersebut. Uangnya tentu masuk ke kas daerah untuk dipergunakan kembali oleh warga.

Baca juga: 9 Alasan Mengapa Harus Bawa Tas Belanja Sendiri

gerakan mengurangi sampah dunia

Biodegester

Dari segi infrastruktur Kang Emil juga tidak main-main dalam membuat Biodegester di setiap RW. Ini dilakukan secara bertahap dan saat ini masih dalam proses demi mengurangi sampah yang masuk ke TPS. Dengan Biodegester ini beraneka ragam sampah organik dikumpulkan untuk dimanfaatkan menjadi pupuk. Selain mengurangi sampah secara nyata juga membantu warga untuk memiliki dan memelihara tanaman atau pepohonan yang juga bermanfaat untuk alam dan lingkungan sekitar mereka. Menjadikan Bandung lebih hijau dan sejuk dengan berbagai bunga bermekaran dan berbagai pohon yang rindang.

Itulah 3 resep yang hingga kini masih diterapkan Kang Emil sebagai upaya pengurangan sampah di Kota Bandung yang dampaknya dapat mengurangi sampah dunia ini. Masih berani buang sampah sembarangan di Kota Bandung, Mak? Jika tidak berani, biasakan untuk membawa kantong plastik kecil untuk kantong sampah sementara yang mungkin akan Anda buang jika sedang dalam perjalanan. Jadi, kantong plastik yang terlanjur sudah ada juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi sampah.

Baca yang ini juga deh: Trashbag Community: Gunung Bukan Tempat Sampah

 

 

 

Categories
Inspirasi

Rio Haryanto Tanpa Basa Basi Menunjukan Cintanya pada Indonesia

rio haryanto cinta indonesia

Rio Haryanto, siapa yang tak kenal sosok yang satu ini? Apalagi belakangan ini, namanya sering disebut-sebut dalam berbagai diskusi kalangan bapak-bapak atau para suami. Emak-Emak pun tak kalah ramai membicarakan ketampanannya. Ditambah dengan prestasinya yang luar biasa di dunia perbalapan internasional. Karena dunia balap tidak segempar gempita dunia hiburan, tentu gaungnya kalah dengan para artis yang ramai dibicarakan Go Internasional. Tapi lihatlah, sosoknya yang membumi tidak sekadar bercakap. Tanpa basa basi atau sibuk koar koar, ia sudah melanglang buana mengharumkan nama Indonesia di luar sana.

Indonesia Bisa

Remaja kelahiran Solo, 22 Januari 1993 ini telah membuktikan bahwa Indonesia bisa sejajar dengan masyarakat dunia. Tidak hanya satu-satunya pembalap Indonesia yang berhasil masuk ajang bergengsi F1, tapi juga tercatat sebagai pembalap termuda di dunia yang sudah wara wiri di dunia balap ini sejak usianya berumur 15 tahun. Memulai karirnya  dengan menjadi runner up formula renault Asia tahun 2009 hingga akhirnya mampu masuk tim F1 Marussia.

Prestasi Rio Haryanto

Bicara prestasi adalah hal yang menyenangkan dibandingkan dengan membicarakan kebobrokan para remaja yang bukannya mengharumkan nama bangsa melainkan sebaliknya. Berjuang menghadapi berbagai tantangan di sekolah, godaan narkoba, terperangkap dalam LGBT, geng motor yang meresahkan masyarakat hingga menjadi begal, dll. Berusaha melakukan yang terbaik hingga bisa berprestasi itu seperti yang dilakukan oleh Rio, atau Joey Alexander yang juga cukup menggemparkan dengan prestasinya di kancah dunia.

Berharap mereka menjadi contoh dan mengispirasi generasi-generasi muda di Indonesia untuk bisa turut bersaing dengan masyarakat dunia dalam hal prestasi. Apapun bidangnya yang sesuai dengan bakat dan potensi yang ia miliki. daripada kebut-kebutan di jalanan atau menjadi peserta balapan liar, lebih baik disalurkan untuk bisa perprestasi dan mengharumkan nama bangsa seperti apa yang dilakukan Rio Haryanto. Berikut ini prestasi-prestasi yang pernah diraihnya sebagai anak tangga keberhasilannya masuk ke dalam Tim F1 Marussia.

  • Tahun 2009 adalah jejak pertamanya dalam menorehkan prestasinya di dunia perbalapan. Menjadi runner up seri 1 dan 2 di Shanghai, China pada tanggal 23-24 Mei 2009 di usianya yang masih 15 tahun.
  • Masih di tahun yang sama ia menjalani serangkaian balap Formula BMW Pacifik 2009. Mulai dari mendapat tempat ke 3 Seri 1 dan menjadi juara seri 2 di Sepang, Malaysia. Dilajutkan dengan menduduki tempat ke-3 dan ke 4 pada seri ke 4 dan 5 hingga akhirnya menjadi juara di pada seri ke 6 di Sepang, Malaysia. Di Bulan Agustus lanjut dengan seri ke 7 hingga 10 di Sentul, Indonesia. Menjadi runner up pada seri ke 11 di Marina Bay, Singapore dan tempat ke 4 di seri ke 12.   Pada tanggal 30 Oktober 2009 ia berhasil menduduki tempat ke 2 di seri ke 13 dan 14 di Okayama, Jepang. Dilanjutkan tempat ke-3 di seri ke 15 di Guia, Macau dan akhirnya menjadi juara formula BMW tahun 2009. Pada tahun yang sama Rio Haryanto juga berhasil menjadi runner up NClass  F3 Australia Driver Championship.
  • Tahun 2010 Rio menjadi pembalap termuda yang turut serta dalam test drive F1 pada 16 November.  Sebelumnya ia meraih juara 8, dan 1 pada seri ke 2 race i dan 2 di Istambul, Turki. Juara  dan 4 pada seri ke 3 race 1 dan 2 di Valencia, Spanyol. Juli di tahun yang sama Rio berhasil menjadi juara 2 pada seri ke 4 race 1 di Silverstine, Inggris. Di Bulan Septembernya ia meraih juara 3 pada seri 8 race 1 di Monza, Italia lalu menjadi juara ke-5 pada klasmen akhir GP3 pada bulan September masih di tahun yang sama.
  • Pada tahun 2011 semakin mendekati puncak prestasinya dengan berhasil menjadi juara 1 GP3 Europe Series pada seri ke 5 di Nurburgring, jerman pada 23 Juli disusul dengan juara 1 seri ke 5 di Budapest, Hongaria 31 Juli di tahun yang sama.
  • Di tahun 2012 adalah puncaknya dimana Rio Haryanto mengikuti tes untuk  masuk tim F1 Marussia di Silverstone yang membawanya menjadi peserta F1 di musim yang akan datang.

No Drugs & Pecinta Hewan

Selain prestasinya dalam dunia balap, ia juga dipercaya menjadi duta anti narkoba di tahun 2009 serta duta Komodo tahun 2010. Ini menjadi bukti bahwa tanpa narkoba generasi muda Indonesia justru bisa lebih sukses bahkan hingga ke mancanegara sepertinya.

Siapa yang ingin anak-anaknya sukses seperti Rio Haryanto, Mak? Tugas lagi untuk kita untuk jeli melihat bakat dan potensi yang dimiliki anak-anak kita. Selanjutnya arahkan dan dukung hingga mereka bisa menjadi sesuatu. Setidaknya untuk diri mereka sendiri. Bonusnya bisa membanggakan keluarga dan Negara tempat kelahirannya jika ia bisa berprestasi hingga ke mancanegara.