Categories
Rumah Tangga

13 Cara Menghemat Listrik di Rumah ini Dapat Menyelamatkan Bumi

Kali ini, saya akan berbagi tips bagaimana cara menghemat listri di rumah. Selain untuk menghemat beban tagihan listrik, hemat listrik pun dapat menyelamatkan Bumi kita yang semakin tua ini lho, Mak. Lho, kok bisa? Bisa dong. Dengan hemat listrik, berarti Anda telah turut serta mengurangi pemanasan global.

Baca juga: Gerakan Tanpa Setrika, Lagi Ngehits Nih!

cara menghemat listrik di rumah

Mengapa pemanasan global berbahaya bagi Bumi? Apa hubungannya listrik dan pemanasan global? Lalu, bagaimana cara agar dapat menghemat listrik di rumah? Yuk, langsung saja intip informasinya berikut ini.

Mengapa Pemanasan Global Berbahaya bagi Bumi?

Pemanasan global mengakibatkan lapisan gletser di pegunungan (seperti Pegunungan Alpen dan Himalaya) mencair. Hal ini berdampak pada naiknya permukaan air laut sebanyak 9-96 cm. Akibatnya, penduduk di sekitar pesisir pantai terancam harus diungsikan.

Selain itu, pemanasan global pun mengakibatkan sumber air tawar menjadi kering. Air laut yang menjadi panas menyebabkan terumbu karang mati. Berbagai ikan pun turut mati. Padahal, ikan merupakan salah satu sumber makanan bagi manusia. Diramalkan bahwa dalam 1 abad mendatang, sekitar 80% dari berbagai spesies tanaman dan hewan akan punah. Wah, mengerikan sekali ya, Mak.

Mengapa Listrik Mengakibatkan Pemanasan Global?

Sebagian besar listrik dihasilkan dari pembakaran batu bara. Pembakaran batu bara ini membutuhkan oksigen dan menghasilkan karbondioksida. Sehingga pada akhirnya menimbulkan polusi. Inilah faktor yang berpengaruh sangat besar terhadap pemanasan global.

Jadi, dengan menghemat listrik, Anda telah membantu menyelamatkan Bumi dari pemanasan global yang berakibat buruk bagi Bumi dan kehidupan di dalamnya.

Baca juga: Tips Berbelanja Hemat Tanpa Membuat Kantong Bolong

Bagaimana Cara Menghemat Listrik di Rumah?

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghemat listrik di rumah.

  1. Cabut kabel listrik jika perangkat tersebut tidak digunakan.
  2. Gunakan peralatan listrik yang hemat energi.
  3. Ganti lampu Anda dengan lampu LED.
  4. Ganti personal computer Anda dengan laptop.
  5. Maksimalkan cahaya penerangan dari sinar matahari yang melalui jendela rumah Anda pada siang hari.
  6. Matikan lampu yang tidak terpakai pada malam hari.
  7. Atur temperatur AC sesuai dengan kebutuhan. Matikan AC jika ruangan tidak digunakan. Jika memungkinkan, Anda dapat mengganti AC dengan kipas angin.
  8. Nyalakan televisi seperlunya saja. Jangan membiasakan membiarkan televisi menyala ketika Anda tidur.
  9. Gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya.
  10. Jangan menyimpan makanan panas di dalam lemari es. Hindari pula membiarkan lemari es terlalu lama terbuka.
  11. Sebaiknya, menyetrika banyak secara sekaligus jika memungkinkan. Anda pun dapat memilah pakaian mana saja yang tidak perlu disetrika.
  12. Gunakan tangki penampung air jika Anda menggunakan pompa air listrik.
  13. Jangan membiarkan pemanas air di kamar mandi Anda menyala sepanjang hari.

Ayo, turut serta selamatkan Bumi kita dengan cara menghemat listrik di rumah Anda. Hemat listrik, hemat biaya. Save Earth!

Baca juga berbagai informasi menarik yang inspiratif di sini.

Categories
Inspirasi

Belajar Pada Negara Asia dan Afrika untuk Mengurangi Sampah Kantong Plastik

Ternyata langkah negara kita dalam program mengurangi sampah kantong plastik ini sudah didahului oleh negara lain di Asia dan Afrika. Mengapa kita tidak mencoba belajar dari mereka? Tertinggal hingga 14 tahun untuk mengurangi sampah plastik rupanya membuat masalah sampah plastik ini menjadi PR yang cukup besar untuk kita kerjakan. Mari kita lihat bagaimana sepak terjang negara-negara di benua Asia dan Afrika ini dalam mengurangi sampah plastik.

Benua Asia Mengurangi Sampah Kantong Plastik

  • Bangladesh

Banjir besar yang melanda 2/3 negara ini menjadi alasan terkuat mereka untuk tidak hanya mengurangi tapi melarang pemakaian kantong plastik. Bagaimana tidak, penyebab terbesar dari banjir besar tersebut ternyata kantong-kantong plastik yang menyumbat saluran-saluran air di sana. Akhirnya tahun 2002 Bangladesh menjadi negara yang pertama kali melakukan gerakan anti kantong plastik ini. Penggantinya yaitu tas berbaan goni atau bahan lain yang bisa terurai dengan mudah di alam.

  • India

India menjadi negara berikutnya yang melarang kantong plastik sejak tahun 2003. Sejak saat itu berbagai proses produksi, penyimpanan, penjualan, hingga distribusi serta penggunaan kantong plastik dilarang sama sekali. Himachal Pradesh mengeluarkan kebijakan ini dikarenakan keberadaan sampah kantong plastik ini lagi-lagi dinilai memperburuk banjir yang terjadi di sana. Selanjutnya baru diterapkan di Mumbai dan Maharasthra di tahun 2005. Chandigarh tahun 2008, New Delhi 2008, serta Kerala dan Rajashtan di tahun 2010.

  • China

China, sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar pertama di dunia baru melakukan langkah nyata untuk mengurangi sampah kantong plastik ini pada tahun 2008. Penerapannya mirip dengan di Indonesia, hanya saja mereka sudah sampai pada tahap pembatasan produksi, penjualan dan penggunaan kantong plastik ini. Jadi jika ada yang masih memerlukannya harus membelinya, tidak diberikan secara cuma-cuma.  Hasilnya, 3 tahun setelah kebijakan ini dijalankan, penggunaan kantong plastik ini turun hingga 24 miliar yang setara dengan 60.000 ton plastik hingga dapat memangkas emisi lebih dari 10 .000.000 ton CO2.

Baca juga: Benarkah Program Kantong Plastik Berbayar Kurang Efektif?

  • Burma/Myanmar

Di negara tetangga kita ini, kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik sudah dimula sejak tahun 2009. Mulai dari Kota Mandalay, lalu disusul Yangoon di tahun 2011. Kita tetap kalah cepat dari mereka. Padahal Indonesia sendiri termasuk negara ke-2 di dunia yang menjadi penyumbang sampah plastik terbesar setelah China. Benar-benar mengkhawatirkan ya, Mak.

Baca juga: Ingat Kembali Esensi Kantong Plastik Berbayar

Benua Afrika Mengurangi Sampah Kantong Plastik

  • Afrika Selatan

Afrika Selatan menjadi negara pertama di Benua Afrika yang menerapkan kebijakan untuk mereduksi kantong plastik ini. Tahun 2003 mulai membatasi penggunaan kantong plastik hingga akhirnya melarang kantong plastik yang memiliki ketebalan kurang dari 30 mikron. Sejak kebijakan reduksi kantong plastik ini dilakukan, hasil studi Universitas Cape Town menunjukan bahwa negara ini sudah berhasil menurunkan penggunaan kantong plastik hingga 44%.

  • Ruwanda

Di negara ini, pelarangan total pada penggunaan kantong plastik baru diberlakukan pada tahun 2008 setelah 3 tahun sebelumnya hanya sampai pada tahap pembatasan. Siapapun, dari negara manapun pengunjung yang datang ke negara ini sebaiknya datang tanpa membawa kantong plastik. Jika Anda kedapatan membawanya, tanpa basa basi mereka akan menyitanya di tempat umum manapun Anda berada, terutama di Bandara.

  • Kenya

Di negara ini pelarangan penggunaan kantong plastik yang berujuran kurang dari 30 mikron baru diterapkan di tahun 2007. Pada awalnya belum terlihat dampak dari langkah ini. Lambat laun, tepatnya di tahun 2011 pelarangan ini sudah terlihat menimbulkan dampak yang berarti. Akhirnya gerakan ini diikuti oleh negara lainnya di Benua Afrika ini. Mulai dari Uganda, Tanzania, Zanzibar, Botswana, Somalia hingga Ethiopia. Mulai dari pelarangan sebagaian hingga total dari mulai produksi hingga penggunaan kantong plastik ini.

Selain Mengurangi kantong plastik membuat Anda lebih keren

Nah, mereka sudah melakukan langkah ini jauh lebih dulu dari kita. Mereka bisa, kenapa kita tidak bisa Mengurangi sampah kantong plastik ini? Menggunakan tas belanja lingkungan itu keren loh, Mak. Selain bentuknya yang lucu-lucu warnanya juga bisa dipilih sesuai dengan selera. Bonusnya tentu saja, selain kita dapat berperan aktif sebagai pengurang sampah kantong plastik, kita juga bisa tampil lebih gaya daripada menenteng kantong kresek.

Baca juga yang ini ya, Mak: 7 Tips Diet Kantong Plastik

Categories
Uncategorized

Ingat Kembali Esensi Kantong Plastik Berbayar

Gerakan nasional kantong plastik berbayar yang sudah di-launching serempak di 20 kota di Indonesia disambut dengan pro kontra. Mulai dari alasan hak pembeli, menambah pengeluaran, pelit atau tidak pelit, efektifitasnya, dan lain sebagainya. Beberapa hari berjalan belum membawa banyak perubahan pada masyarakat yang berbelanja. Sebagian besar masih menenteng beberapa kantong plastik untuk membawa belanjaan mereka. Rupanya masyarakat harus kembali diingatkan apa esensi dari program kantong plastik berbayar yang sedianya diberikan secara gratis oleh pihak penjual ini.

Mengurangi Sampah

Program ini bersifat nasional karena dicanangkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH)dalam mengurangi sampah. Menyenangkan bukan jika tahun 2020  nanti Indonesia terbebas dari sampah plastik? Target nyatanya mengurangi 19 ton sampah plastik di 2019. Setidaknya itulah mimpi yang ingin digapai oleh pemerintah. Niat baik ini sudah sepatutnya mendapat dukungan. Tidak hanya dari pemerintah daerah melainkan dari diri kita sendiri. Jika setiap orang memiliki kesadaran untuk mengurangi sampah dengan diet kantong plastik ini dampaknya tentu akan sangat luar biasa. Bermimpilah dulu, siapa tahu bisa terwujud. jalannya tentu dimulai dengan diri kita sendiri, Mak.

Predikat Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Dunia

tumpukan sampah kantong plastik

Tahu tidak, Mak, berdasarkan data Jambeck yang diambil tahun 2015 Indonesia adalah penghasil sampah plastik terbesar ke-2 di dunia setelah Cina. Tentu ini bukan sebuah prestasi yang membanggakan, melainkan sebaliknya. Membuat kita malu karena ternyata kita termasuk penyumbang sampah plastik yang sangat banyak jika dibandingkan negara-negara lain di dunia. Itulah sebabnya, sudah sewajarnya jika kita sadar diri untuk melakukan diet kantong plastik ini. Tidak hanya ketika berbelanja di super market yang sudah menerapkan katong plastik berbayar, tapi juga di berbagai tempat.

Baca juga: Trashbag Community: Gunung Bukan Tempat Sampah

Menanamkan Kesadaran agar Masyarakat Membawa Tas belanja Sendiri dari Rumah

Hal yang terutama dari program katong plastik berbayar ini tentu saja bukan uang, melainkan kesadaran masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri dari rumah. Hal ini tentu perlu diedukasikan kepada berbagai pihak. Terutama para karyawan supermarket yang sudah menanamkan kebijakan kantong plastik berbayar ini sejak diresmikan 21 Maret 2016 lalu. Hingga tidak ada lagi mereka yang terlihat nyinyir atau bahkan memandang sebelah mata ketika pembeli mereka membawa kantong belanja sendiri dari rumah. Ini tentu bukan masalah pelit atau tidak pelit,melainkan sebagai salah satu dukungan individu yang membantu pemerintah mengurangi sampah plastik.tas belanja pengganti kantong plastik

 

Solusi Hemat untuk Para Emak

Bedakan antara pelit dengan hemat ya Mak. Sebagai para emak yang bervisi ke depan tentu lebih menyukai efisiensi. Termasuk mengalokasikan uang untuk membayar ‘denda’ karena menyumbang sampah kantong plastik untuk keperluan lain. Contoh skala kecil, di Bandung saja. Ketika kita melakukan diet kantong plastik ini, warga Bandung sudah menghemat Rp1 miliar perhari. Skala lebih kecil lagi di rumah kita sendiri, ketika kita berbelanja dalam sebulan 2 x saja. Setiap berbelanja minimal menggunakan 2 kantong plastik maka dalam sebulan kita bisa berhemat Rp800,- dalam setahun berarti bisa berhemat setidaknya Rp9.600,- sekeluarga kita dan suami minimal yang berbelanja berarti berhemat Rp19.200,-. Ini minimal ya, faktanya dalam sebulan kita bisa berbelanja lebih dari 2 x. Bahkan dalam seminggu bisa 2 x belanja. Berapa banyak kita bisa berhemat?

Baca yang ini juga nih Mak: 9 Alasan Mengapa Harus Bawa Tas Belanja Sendiri

Menanamkan Kesadaran untuk Lebih Mencintai Lingkungan Hidup

Ini lebih prinsipil lagi karena sudah menyangkut kesadaran kita bahwa kita masih membutuhkan bumi ini untuk tetap terjaga lingkungannya demi anak cucu kita kelak. Apa kata mereka nanti, jika ternyata seumur hidup kita kita mewariskan mereka tumpukan sampah plastik yang mengotori bumi ini. Berdasarkan data KLHK, dari 100 toko ritel saja dalam 1 tahun sudah menghasilkan 10,95 juta lembar kantong plastik. Wujudnya sampah sebanyak itu setara dengan seluas 5,7 hektare kantong plastik. Sampah sebanyak ini bisa membuat 60 lapangan Sepak Bola, Mak. Jika lahan seluas itu hanya untuk sampah kantong plastik di mana anak cucu kita akan tinggal kelak?

Sudah dalam tahap meresahkan bukan permasalahan sampah kantong plastik ini, Mak? Sekarang sudah tidak perlu berpikir 2x, 3x atau bahkan berkali-kali lagi untuk mendukung program kantong plastik berbayar ini. Itupun jika Anda peduli pada lingkungan hidup, pada anak cucu kita kelak. Stop menggunakan kantong plastik, sekaya apapun Anda. Anda tidak akan bisa membayar kebahagiaan anak cucu kita kelak dengan tumpukan sampah di sekitar mereka. Gunakan tas belanja sendiri kemanapun Anda akan berbelanja, deal?!

Categories
Inspirasi Uncategorized

7 Tips Diet Kantong Plastik

Diet kantong plastik? Kok, seperti orang gemuk saja, pakai diet segala. Ya, Indonesia memang sudah “gemuk” oleh sampah, bahkan “obesitas”. Perlu dilakukan diet penggunaan kantong plastik. Guna mengurangi produksi sampah, terutama plastik yang menjadi sampah terbesar di Indonesia.

diet kantong plastik

Yuk, Belajar dari Korea dan Jepang

membungkus menggunakan kain
Kredit: meganbrookehandmadeblog.com

Mak, suka nonton drama Korea atau Jepang? Sempat memperhatikan tidak, bagaimana kotak bekal yang mereka gunakan? Ya, kotak bekalnya dibungkus kain. Seru, ya? Selain kotak bekal, barang-barang lain pun biasa dibungkus dengan menggunakan kain.

Pada awalnya, saya mengira membungkus dengan menggunakan kain ini hanya tradisi saja. Tradisi zaman dahulu yang masih dilestarikan hingga zaman modern ini. Ternyata, hal ini berhubungan dengan sifat mereka yang suka sekali dengan kebersihan dan ramah lingkungan.

Wah, keren sekali ya, Mak. Yuk, kita tiru sifat yang sangat positif tersebut. Salah satu caranya adalah dengan memulai diet kantong plastik. Ini sangat cocok sekali dengan program pemerintah yang baru saja resmi diberlakukan, yaitu program plastik berbayar.

Baca juga: Belajar Pada Negara Asia dan Afrika untuk Mengurangi Sampah Kantong Plastik.

Apa Itu Diet Kantong Plastik?

Seperti namanya, diet kantong plastik berarti mengurangi pemakaian kantong plastik. Sebisa mungkin, pemakaian kantong plastik diganti oleh barang lain yang memiliki fungsi sama. Tentu saja, barang pengganti tersebut haruslah ramah lingkungan. Bagaimana caranya? Ikuti tips berikut.

Tips Diet Kantong Plastik

1. Yuk, bawa tas belanja sendiri

Tahapan diet yang paling awal dan mudah adalah membawa tas belanja sendiri. Nah, ini cocok sekali dengan program pemerintah yang baru-baru ini dicanangkan, yaitu program kantong plastik berbayar. Untuk menyukseskan program tersebut, Anda diharapkan membawa tas belanja sendiri.

Tas belanja yang dipakai dapat berupa tas apa pun, yang penting dapat menampung belanjaan Anda. Bahkan, Anda pun dapat membawa dus dan kantong plastik bekas yang masih layak pakai.

Saya sarankan, Anda wajib memiliki tas belanja reusable. Yaitu tas belanja yang dapat dipakai berulang-ulang. Biasanya, tas ini didesain agar tahan lama sehingga dapat dipakai berulang-ulang. Bahkan, hingga 1.000 kali pemakaian. Jika kotor, tas ini dapat dicuci hingga bersih kembali.

Baca juga: 9 Alasan Mengapa Harus Bawa Tas Belanja Sendiri.

2. Gunakan kantong plastik bekas

Alih-alih menggunakan kantong plastik baru yang berbayar, lebih baik Anda menggunakan kantong plastik bekas yang masih layak pakai. Simpan kantong-kantong plastik tersebut dalam wadah khusus. Kemudian, Anda dapat menggunakannya kembali ketika membutuhkannya. Gunakan kantong plastik tersebut hingga tidak layak dipakai lagi sebelum membuangnya.

3. Manfaatkan dustbag bekas

Pada saat membeli tas, biasanya suka dilengkapi dengan dustbag. Nah, jika tas tersebut telah rusak dan tidak akan dipakai lagi, dustbag-nya jangan dibuang ya, Mak. Manfaatkan untuk menampung belanjaan Anda.

tas belanja reusable
Dustbag bekas dimanfaatkan untuk tas belanja

Walaupun tidak dilengkapi jinjingan, dustbag dapat digunakan untuk menampung buah-buahan, sayuran, atau telur saat belanja di swalayan. Jadi, jangan gunakan plastik, tetapi pakai dustbag saja.

Selain itu, dustbag pun dapat digunakan untuk memisahkan belanjaan yang beraneka jenis. Misalnya, Anda berbelanja makanan dan alat mandi. Nah, alat mandi dapat ditampung terlebih dahulu di dalam dustbag. Sementara, makanan dapat langsung dimasukkan ke dalam tas belanja yang besar.

shopping bag

4. Manfaatkan dus bekas

Selain menggunakan tas belanja, Anda pun dapat memanfaatkan dus bekas untuk menampung belanjaan Anda. Selain untuk berbelanja, gunakan pula dus ini untuk menampung barang-barang yang biasanya ditampung dalam kantong plastik.

5. Manfaatkan koran dan majalah bekas

Koran dan majalah bekas dapat dimanfaatkan untuk membungkus sayuran mentah ketika Anda berbelanja di pasar tradisional. Namun, hati-hati jangan sampai menggunakannya untuk membungkus gorengan, kue, ataupun makanan siap santap lainnya.

Koran dan majalah pun dapat dijadikan pembungkus pakaian sebagai ganti kantong plastik.

Baca juga: Ingat Kembali Esensi Kantong Plastik Berbayar.

6. Kurangi pemakaian plastik ketika membeli buah

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, penggunaan plastik dapat diganti dengan dustbag ketika membeli buah atau sayur. Selain itu pun, Anda dapat menampung buah yang Anda beli ke dalam tas jala. Itu lho, wadah yang biasa dipakai untuk mengemas jeruk santang. Alternatif lainnya adalah menggunakan tas dari bahan tile yang biasa dipakai untuk membungkus souvenir.

7. Selalu membawa kotak bekal dan tempat minum

mengapa harus selalu membawa kotak bekal dan tempat minum ketika bepergian? Untuk antisipasi, mungkin saja di perjalanan tiba-tiba ingin membeli makanan. Misalnya, bubur ayam, baso, gorengan, kue, dan lain-lain. Alih-alih membungkusnya dengan plastik, Anda dapat memasukkan makanan tersebut ke dalam kotak bekal.

Begitu pula dengan tempat minum. Pada saat Anda ingin membeli jus atau teh botol, gunakan saja tempat minum yang Anda bawa. Jadinya, akan mengurangi penggunaan plastik ataupun gelas plastik.

Nah, itu dia sedikit tips diet kantong plastik. Wah, kok ribet ya? Jangan dibuat pusing dan susah ya, Mak. Lakukan saja secara bertahap. Mulai dari apa yang bisa Anda lakukan sekarang. Yang paling mudah adalah dimulai dengan membawa tas belanja sendiri. Jika sudah terbiasa membawa tas belanja ke mana-mana, tambahkan kebiasaan lainnya. Misalnya, membawa tempat bekal. Selamat mencoba, Mak.

Ingin resep masakan dan kue yang enak? Klik di sini, ya.