Categories
Inspirasi

Belajar Pada Negara Asia dan Afrika untuk Mengurangi Sampah Kantong Plastik

Ternyata langkah negara kita dalam program mengurangi sampah kantong plastik ini sudah didahului oleh negara lain di Asia dan Afrika. Mengapa kita tidak mencoba belajar dari mereka? Tertinggal hingga 14 tahun untuk mengurangi sampah plastik rupanya membuat masalah sampah plastik ini menjadi PR yang cukup besar untuk kita kerjakan. Mari kita lihat bagaimana sepak terjang negara-negara di benua Asia dan Afrika ini dalam mengurangi sampah plastik.

Benua Asia Mengurangi Sampah Kantong Plastik

  • Bangladesh

Banjir besar yang melanda 2/3 negara ini menjadi alasan terkuat mereka untuk tidak hanya mengurangi tapi melarang pemakaian kantong plastik. Bagaimana tidak, penyebab terbesar dari banjir besar tersebut ternyata kantong-kantong plastik yang menyumbat saluran-saluran air di sana. Akhirnya tahun 2002 Bangladesh menjadi negara yang pertama kali melakukan gerakan anti kantong plastik ini. Penggantinya yaitu tas berbaan goni atau bahan lain yang bisa terurai dengan mudah di alam.

  • India

India menjadi negara berikutnya yang melarang kantong plastik sejak tahun 2003. Sejak saat itu berbagai proses produksi, penyimpanan, penjualan, hingga distribusi serta penggunaan kantong plastik dilarang sama sekali. Himachal Pradesh mengeluarkan kebijakan ini dikarenakan keberadaan sampah kantong plastik ini lagi-lagi dinilai memperburuk banjir yang terjadi di sana. Selanjutnya baru diterapkan di Mumbai dan Maharasthra di tahun 2005. Chandigarh tahun 2008, New Delhi 2008, serta Kerala dan Rajashtan di tahun 2010.

  • China

China, sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar pertama di dunia baru melakukan langkah nyata untuk mengurangi sampah kantong plastik ini pada tahun 2008. Penerapannya mirip dengan di Indonesia, hanya saja mereka sudah sampai pada tahap pembatasan produksi, penjualan dan penggunaan kantong plastik ini. Jadi jika ada yang masih memerlukannya harus membelinya, tidak diberikan secara cuma-cuma.  Hasilnya, 3 tahun setelah kebijakan ini dijalankan, penggunaan kantong plastik ini turun hingga 24 miliar yang setara dengan 60.000 ton plastik hingga dapat memangkas emisi lebih dari 10 .000.000 ton CO2.

Baca juga: Benarkah Program Kantong Plastik Berbayar Kurang Efektif?

  • Burma/Myanmar

Di negara tetangga kita ini, kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik sudah dimula sejak tahun 2009. Mulai dari Kota Mandalay, lalu disusul Yangoon di tahun 2011. Kita tetap kalah cepat dari mereka. Padahal Indonesia sendiri termasuk negara ke-2 di dunia yang menjadi penyumbang sampah plastik terbesar setelah China. Benar-benar mengkhawatirkan ya, Mak.

Baca juga: Ingat Kembali Esensi Kantong Plastik Berbayar

Benua Afrika Mengurangi Sampah Kantong Plastik

  • Afrika Selatan

Afrika Selatan menjadi negara pertama di Benua Afrika yang menerapkan kebijakan untuk mereduksi kantong plastik ini. Tahun 2003 mulai membatasi penggunaan kantong plastik hingga akhirnya melarang kantong plastik yang memiliki ketebalan kurang dari 30 mikron. Sejak kebijakan reduksi kantong plastik ini dilakukan, hasil studi Universitas Cape Town menunjukan bahwa negara ini sudah berhasil menurunkan penggunaan kantong plastik hingga 44%.

  • Ruwanda

Di negara ini, pelarangan total pada penggunaan kantong plastik baru diberlakukan pada tahun 2008 setelah 3 tahun sebelumnya hanya sampai pada tahap pembatasan. Siapapun, dari negara manapun pengunjung yang datang ke negara ini sebaiknya datang tanpa membawa kantong plastik. Jika Anda kedapatan membawanya, tanpa basa basi mereka akan menyitanya di tempat umum manapun Anda berada, terutama di Bandara.

  • Kenya

Di negara ini pelarangan penggunaan kantong plastik yang berujuran kurang dari 30 mikron baru diterapkan di tahun 2007. Pada awalnya belum terlihat dampak dari langkah ini. Lambat laun, tepatnya di tahun 2011 pelarangan ini sudah terlihat menimbulkan dampak yang berarti. Akhirnya gerakan ini diikuti oleh negara lainnya di Benua Afrika ini. Mulai dari Uganda, Tanzania, Zanzibar, Botswana, Somalia hingga Ethiopia. Mulai dari pelarangan sebagaian hingga total dari mulai produksi hingga penggunaan kantong plastik ini.

Selain Mengurangi kantong plastik membuat Anda lebih keren

Nah, mereka sudah melakukan langkah ini jauh lebih dulu dari kita. Mereka bisa, kenapa kita tidak bisa Mengurangi sampah kantong plastik ini? Menggunakan tas belanja lingkungan itu keren loh, Mak. Selain bentuknya yang lucu-lucu warnanya juga bisa dipilih sesuai dengan selera. Bonusnya tentu saja, selain kita dapat berperan aktif sebagai pengurang sampah kantong plastik, kita juga bisa tampil lebih gaya daripada menenteng kantong kresek.

Baca juga yang ini ya, Mak: 7 Tips Diet Kantong Plastik

Categories
Uncategorized

Ingat Kembali Esensi Kantong Plastik Berbayar

Gerakan nasional kantong plastik berbayar yang sudah di-launching serempak di 20 kota di Indonesia disambut dengan pro kontra. Mulai dari alasan hak pembeli, menambah pengeluaran, pelit atau tidak pelit, efektifitasnya, dan lain sebagainya. Beberapa hari berjalan belum membawa banyak perubahan pada masyarakat yang berbelanja. Sebagian besar masih menenteng beberapa kantong plastik untuk membawa belanjaan mereka. Rupanya masyarakat harus kembali diingatkan apa esensi dari program kantong plastik berbayar yang sedianya diberikan secara gratis oleh pihak penjual ini.

Mengurangi Sampah

Program ini bersifat nasional karena dicanangkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH)dalam mengurangi sampah. Menyenangkan bukan jika tahun 2020  nanti Indonesia terbebas dari sampah plastik? Target nyatanya mengurangi 19 ton sampah plastik di 2019. Setidaknya itulah mimpi yang ingin digapai oleh pemerintah. Niat baik ini sudah sepatutnya mendapat dukungan. Tidak hanya dari pemerintah daerah melainkan dari diri kita sendiri. Jika setiap orang memiliki kesadaran untuk mengurangi sampah dengan diet kantong plastik ini dampaknya tentu akan sangat luar biasa. Bermimpilah dulu, siapa tahu bisa terwujud. jalannya tentu dimulai dengan diri kita sendiri, Mak.

Predikat Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Dunia

tumpukan sampah kantong plastik

Tahu tidak, Mak, berdasarkan data Jambeck yang diambil tahun 2015 Indonesia adalah penghasil sampah plastik terbesar ke-2 di dunia setelah Cina. Tentu ini bukan sebuah prestasi yang membanggakan, melainkan sebaliknya. Membuat kita malu karena ternyata kita termasuk penyumbang sampah plastik yang sangat banyak jika dibandingkan negara-negara lain di dunia. Itulah sebabnya, sudah sewajarnya jika kita sadar diri untuk melakukan diet kantong plastik ini. Tidak hanya ketika berbelanja di super market yang sudah menerapkan katong plastik berbayar, tapi juga di berbagai tempat.

Baca juga: Trashbag Community: Gunung Bukan Tempat Sampah

Menanamkan Kesadaran agar Masyarakat Membawa Tas belanja Sendiri dari Rumah

Hal yang terutama dari program katong plastik berbayar ini tentu saja bukan uang, melainkan kesadaran masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri dari rumah. Hal ini tentu perlu diedukasikan kepada berbagai pihak. Terutama para karyawan supermarket yang sudah menanamkan kebijakan kantong plastik berbayar ini sejak diresmikan 21 Maret 2016 lalu. Hingga tidak ada lagi mereka yang terlihat nyinyir atau bahkan memandang sebelah mata ketika pembeli mereka membawa kantong belanja sendiri dari rumah. Ini tentu bukan masalah pelit atau tidak pelit,melainkan sebagai salah satu dukungan individu yang membantu pemerintah mengurangi sampah plastik.tas belanja pengganti kantong plastik

 

Solusi Hemat untuk Para Emak

Bedakan antara pelit dengan hemat ya Mak. Sebagai para emak yang bervisi ke depan tentu lebih menyukai efisiensi. Termasuk mengalokasikan uang untuk membayar ‘denda’ karena menyumbang sampah kantong plastik untuk keperluan lain. Contoh skala kecil, di Bandung saja. Ketika kita melakukan diet kantong plastik ini, warga Bandung sudah menghemat Rp1 miliar perhari. Skala lebih kecil lagi di rumah kita sendiri, ketika kita berbelanja dalam sebulan 2 x saja. Setiap berbelanja minimal menggunakan 2 kantong plastik maka dalam sebulan kita bisa berhemat Rp800,- dalam setahun berarti bisa berhemat setidaknya Rp9.600,- sekeluarga kita dan suami minimal yang berbelanja berarti berhemat Rp19.200,-. Ini minimal ya, faktanya dalam sebulan kita bisa berbelanja lebih dari 2 x. Bahkan dalam seminggu bisa 2 x belanja. Berapa banyak kita bisa berhemat?

Baca yang ini juga nih Mak: 9 Alasan Mengapa Harus Bawa Tas Belanja Sendiri

Menanamkan Kesadaran untuk Lebih Mencintai Lingkungan Hidup

Ini lebih prinsipil lagi karena sudah menyangkut kesadaran kita bahwa kita masih membutuhkan bumi ini untuk tetap terjaga lingkungannya demi anak cucu kita kelak. Apa kata mereka nanti, jika ternyata seumur hidup kita kita mewariskan mereka tumpukan sampah plastik yang mengotori bumi ini. Berdasarkan data KLHK, dari 100 toko ritel saja dalam 1 tahun sudah menghasilkan 10,95 juta lembar kantong plastik. Wujudnya sampah sebanyak itu setara dengan seluas 5,7 hektare kantong plastik. Sampah sebanyak ini bisa membuat 60 lapangan Sepak Bola, Mak. Jika lahan seluas itu hanya untuk sampah kantong plastik di mana anak cucu kita akan tinggal kelak?

Sudah dalam tahap meresahkan bukan permasalahan sampah kantong plastik ini, Mak? Sekarang sudah tidak perlu berpikir 2x, 3x atau bahkan berkali-kali lagi untuk mendukung program kantong plastik berbayar ini. Itupun jika Anda peduli pada lingkungan hidup, pada anak cucu kita kelak. Stop menggunakan kantong plastik, sekaya apapun Anda. Anda tidak akan bisa membayar kebahagiaan anak cucu kita kelak dengan tumpukan sampah di sekitar mereka. Gunakan tas belanja sendiri kemanapun Anda akan berbelanja, deal?!