Categories
Rumah Tangga

10 Cara Hidup Hemat Tanpa Berhenti Belanja (Part 1)

hemat
credit : rumahtips.com

Kebiasaan belanja sering dianggap sebagai biang keladi keuangan rumah tangga. Tidak jarang, karena rutinitas belanja kita membuat kas rumah  tangga jebol jauh sebelum jadwal gajian tiba. Kali ini saya akan berbagi tips bagaimana cara hidup hemat tanpa harus menghentikan aktifitas belanja. Tentu, perlu pembiasaan ya Mak supaya belanja tetap jalan, tapi keuangan ruma tangga tetap stabil tanpa terkuras habis.

Cara Hidup Hemat Tanpa Berhenti Berbelanja

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Mak coba terapkan untuk mulai berhemat mengatur keuangan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang juga terjadi di rumah ya. Yuk coba ikuti tipsnya, semoga bisa langsung dipraktekkan.

Susun Rencana

Sebelum berangkat belanja, susunlah rencana yang matang. Kemana anda akan belanja, dengan siapa, naik apa, berapa yang harus dikeluarkan (parkir, bensin dan lain sebagainya), bersama siapa, pakai makan diluar atau tidak, dan yang jangan dilupakan buatlah daftar belanja.

Jangan malas membuat rencana sebelum berangkat belanja. Ini akan mengontrol “nafsu belanja” anda. Dan kemungkinan untuk ada pengeluaran tambahan menjadi lebih kecil. Kalaupun ada belanja dadakan, itu sudah anda hitung sebelumnya.

Baca juga : 13 Cara Menghemat Listrik di Rumah ini Dapat Menyelamatkan Bumi

Jangan Remehkan Uang Receh

Uang receh, sekecil apapun, simpan dengan manis. Jangan sesekali anggap remeh. Jangan mengabaikan uang kembalian. Jika mau jadi “bibi teliti”, anda bisa coba hitung berapa yang anda buang jika mengabaikan kembalian atau uang receh selama sekian kali belanja. Dalam seminggu mungkin tidak besar, tapi bagaimana kalau sebulan ?

Gunakan Kartu Debit

Anda tidak mau repot dengan urusan kembalian? Sebaiknya gunakan kartu debit untuk pembayaran belanja anda. Nilai barang dengan nominal aneh, misal Rp 376.055,00, bisa anda bayar setiap rupiahnya. Penggunaan kartu debit ini dijamin akan menghemat pengeluaran anda. Apling tidak, anda tidak akan mengalami pembulatan kembalian oleh kasir. Tidak penting, tapi agak menyebalkan jika sering terjadi.

Lunasi Kartu Kredit

Bunga kartu kredit itu kejam apalagi jika tiap bulan hanya membayar minimum payment. Bunga tersebut akan memakan anda hidup-hidup. Ini sama dengan memindahkan gaji ke kartu kredit. Percayalah mak..!! ini sumber kemiskinan paling nyata.

Coba lihat pemakaian kartu kredit anda. Apakah tagihan sudah separuh dari limit atau lebih? Hentikan dulu pemakaian kartu kredit, mulai sekarang coba lunasi. Tentu saja tidak harus dilunasi semua dalam waktu satu bulan jika tidak mampu. Tapi, buatlah target kapan anda akan melunasinya.

Setelah lunas, anda baru boleh menggunakannya lagi untuk belanja. Tapi ada triknya, gunakan hanya pada saat anda tidak punya uang tunai (baik tunai didompet maupun tunai di ATM). Selain itu, gunakan setelah tanggal cetak, maka penagihan baru akan anda terima pada bulan berikutnya. Biasanya setiap tanggal lima belas. Jadi, begitu gajian, anda bisa langsung melunasi kartu, tanpa kena bunga sama sekali.

Baca juga :Begini Caranya Belanja Hemat di Supermarket

Pilih Waktu Belanja

Usahakan memilih waktu belanja yang tidak membuat anda punya alasan untuk makan siang, minum kopi atau makan malam. Jika anda tetap ingin melakukannya, rencanakan lebih dulu dari rumah. jam-jam tanggung dan aneh bisa jadi solusi untuk mencegah anda duduk-duduk di resto atau kafe. Misalnya pada pukul setengah tiga hingga setengah lima sore.

Anda memang tidak perlu terlalu begitu, anda juga bisa mampir makan atau sekedar minum kopi. Namun, buatlah kisaran rupiah yang akan anda keluarkan. Kesannya memang pelit banget ya Mak. Tapi, itu salah satu cara membuat anda bertahan sampai gajian berikutnya. Over budget ? sesekali mungkin tidak mengapa, tapi bisa jadi bahaya kalau dibiarkan dan jadi kebiasaan.

Masih ada 5 tips lainnya sebagai cara hidup hemat yang bisa Mak terapkan tanpa harus menghilangkan rutinitas belanja. Simak di artikel berikutnya ya.

Categories
Rumah Tangga

Begini Caranya Belanja Hemat di Supermarket

Belanja Hemat di Supermarket

Bisa belanja hemat di supermarket? Siap sih yang tidak mau. Apalagi jika seluruh kebutuhan tetap bisa terpenuhi dengan harga yang lebih hemat. Bunda bukan hanya bisa menyimpan duit secara berlebih, tapi juga bisa membeli kebutuhan lain di luar kebutuhan utama.

Meskipun menyadari kelebihan dari belanja hemat, tidak banyak Bunda yang secara bijak bisa menempatkan keuangan dengan baik. Malah kebanyakan Bunda lebih sering menyesal karena mengeluarkan duit berlebih setelah belanja.

Begini Caranya Belanja Hemat di Supermarket

Sebagaimana fungsi utama adanya supermarket, yaitu tempat yang secara mudah memberikan pelayanan bagi kebutuhan para ibu rumah tangga, Bunda seringkali tergiur karena banyaknya pilihan barang keperluan rumah tangga. Selain berusaha memenuhi kebutuhan utama, seringnya barang-barang yang dipilih sebagai pelengkap kebutuhan tersebut adalah hal-hal tidak seberapa penting yang sebenarnya bisa diredam sebagai pengeluaran.

Oleh karena itu, Bunda yng memiliki masalah serius karena kesulitan belanja secara hemat, terlebih jika berkunjung ke supermarket, perlu mengetahui cara belanja hemat di supermarket seperti berikut ini:

1.    Bandingkan Harga

Membandingkan harga sebelum membeli merupakan cara tepat untuk belanja hemat di supermarket. Tidak perlu jauh-jauh, Bunda bisa membandingkan harganya dengan mini market terdekat melalui brosur atau promo diskon. Jadikan yang harganya lebih murah sebagai tempat tujuan belanja. Meskipun akan sedikit repot, Bunda bisa berhemat banyak.

2.    Membuat Daftar Belanja

Belanja hemat di supermarket tidak akan lengkap dan benar-benar menjadi hemat jika dilakukan tanpa mengandalkan daftar belanja. Daftar belanja perlu disiapkan dengan matang sebelum Bunda pergi ke supermarket. Baiknya lagi sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Jadi dapat dipersiapkan dengan lebih matang. Buat list dengan skala prioritas dari hal-hal yang paling dibutuhkan atau yang sifatnya mendesak. Hal ini bisa mengantisipasi Bunda dari membelanjakan barang-barang yang secara mendadak dianggap penting.

3.    Bawa Uang Seadanya

Saat akan berbelanja, isi dompet ibu hanya dengan uang seadanya. Yaitu yang sesuai dengan jumlah kebutuhan yang diperlukan. Makanya ketika menentukan harga dalam daftar belanja ada baiknya Bunda membulatkan jumlahnya ke nominal yang lebih tinggi. Misalnya Bunda akan membeli susu seharga 57.000. Tulis harganya dengan pembulatan hingga 60.000. Karena kenyataannya para Bunda seringkali merasa takut uangnya kurang sehingga membawa duit lebih banyak. Akhirnya, barang yang tidak benar dibutuhkan pun ikut terbeli.

4.    Pikirkan Lagi

Ketika Bunda tergiur pada suatu barang yang tidak terdapat dalam daftar, pastikan untuk tetap memegang komitmen awal untuk belanja hemat di supermarket. Itu artinya, Bunda perlu sangat bijak dalam menentukan barang pilihan di luar kebutuhan dan memikirkannya secara berulang sebelum akhirnya membeli.