Categories
Uncategorized

Waspadai Ciri-Ciri Orang Berbohong Berikut Ini (Part 2)

Setelah 5 Ciri-Ciri Orang berbohong yang telah dijelaskan sebelumnya, masih ada 5 ciri lainnya yang juga tidak boleh luput dari perhatian Anda, Mak. Ini dia.

Baca juga: Waspadai Ciri-Ciri Orang Berbohong Berikut Ini (Part 1)

ciri-ciri orang berbohong
Kredit: hashtagintuition.com

Terlihat Antusias Ketika Anda Mengalihkan Pembicaraan

Ini adalah ciri berikutnya yang bisa jadi ciri yang sedang Anda lihat pada orang yang saat ini akan Anda temui.  Bagaimana antusiasnya ia ketika Anda mencoba mengalihkan pembicaraan pada topik lain. Keluar dari topik yang Anda curigai bahwa ia berbohong. Ketika Anda sedang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan maka orang yang sedang berbohong akan terlihat antusias dengan topik lain yang Anda tawarkan. Seolah-olah ia akan lolos dari berbohong.

Baca juga: berbagai informasi menarik mengenai kesehatan dan kecantikan di sini.

Sebetulnya ini ada baiknya karena membuat kebohongan yang sudah ia katakana tidak bertambah banyak dan besar. Percayalah, sedikit kebohongan akan membutuhkan kebohongan-kebohongan lain untuk menutupinya. Hasilnya kebohongan itu akan semakin besar dan lambat laun pasti akan diketahui juga. Itulah sebabnya sebaiknya kembalikan lagi pada topik pembicaraan sebelumnya. Jika terlihat perbedaannya maka bisa dipastikan ia memang sedang mencoba membohongi Anda.

Mengganti-Ganti Tumpuan Berat Badannya

Ketika seseorang sedang berdiri maka akan mudah terlihat tumpuan kaki seseorang. Itulah sebabnya ini biasanya akan mudah terlihat pada mereka yang seringkali melakukan upacara atau kebiatan baris berbaris. Ketika mereka disodorkan pada sebuah kenyataan atau fakta dan mereka harus mengakuinya. Orang yang merasa bersalah biasanya tidak tahan untuk mengganti tumpuan kakinya.

Ia akan merasa kakinya lebih lemah dibandingkan biasanya. Hingga akhirnya ia berusaha untuk mengubah-ngubah tumpuan berat badannya dari satu kaki ke kaki yang lainnya. Itulah sebabnya, seringkali setelah pertanyaan lalu Sang Komandan atau pimpinan mereka akan memberikan jeda yang cukup lama. Tidak hanya untuk melatih fisik mereka tapi juga untuk mengetahui apakah ada anggotanya yang sedang berbohong akan satu hal atau tidak.

Memiliki Nada Suara yang Cenderung Rendah

Ketika seseorang berbohong nada suaranya biasanya akan lebih rendah dari biasanya, bahkan nyaris berbisik. Apalagi jika orang tersebut sebetulnya bukan orang yang terbiasa untuk berbohong. Dia sangat berharap agar apa yang ia katakana tidak benar-benar Anda dengar. Dengan begitu, ketika ditemukan sebuah kebohongan dia bisa dengan mudah mengatakan bahwa sudah mengatakanya pada Anda dan menyalahkan Anda yang tidak mendengarkannya saat ia berbicara dengan suara nyaris beribisiknya itu.

Nafasnya Cepat, Cenderung Terengah-Engah

Ciri-ciri orang berbohong lainnya yaitu memiliki nafas yang terengah-engah ketika sedang berbohong. Secara psikologis ia ingin segera mengatakan kebohongannya dan ingin segera berlari dari kejaran pertanyaan Anda. Untuk menghadapi pembohong yang seperti ini justru Anda harus menahannya berlama-lama. Agar ia semakin lama menghabiskan waktu dengan Anda. Dengan begitu Anda akan dengan mudah mengetahui gelagat kebohongan yang sedang ia buat tersebut.

Mencoba Meyakinkan Anda Secara Berlebihan

Ciri terakhir bahwa seseorang sedang membohongi Anda yaitu ia akan mencoba meyakinkan Anda secara berlebihan. Caranya dengan berkata maupun melakukan tindakan berlebihan untuk meyakinkan Anda. Misalnya dengan kata-kata “Percayalah”, “Yakinlah”, ”Sumpah Mati”, “Demi Tuhan”, atau dengan bertekuk lutut, berteriak, dll untuk meyakinkan Anda.

Padahal jika yang ia katakan benar tanpa melakukan hal tersebut Anda sudah bisa mempercayai apa yang dikatakannya. Kecuali jika orang tersebut memang pernah membohongi Anda. Karena walau bagaimanapun sekali ia berbohong, lalu kebohongan Anda ketahui maka tidak akan mudah tentunya bagi Anda untuk dibohongi orang tersebut untuk kesekian kalinya. Kecuali jika Anda merasa Ia cukup berharga untuk Anda pertahankan, Mak. Walaupun berbagai ciri-ciri orang berbohong itu telah nampak di depan mata Anda sendiri, Anda tetap berupaya mempercayainya.***

Ingin resep berbagai masakan dan kue yang enak? Klik di sini saja ya, Mak.

Categories
Uncategorized

Waspadai Ciri-Ciri Orang Berbohong Berikut Ini (Part 1)

Mak, sebelum sempat menjadi korban kebohongan atau penipuan ada baiknya waspadai ciri-ciri orang berbohong yang akan diulas pada tulisan ini. Ini penting untuk diketahui karena faktanya kaum perempuan lebih sering menjadi korban dari kebohongan. Entah itu yang dilakukan oleh sesama kaum perempuan atau laki-laki. Hal ini bisa jadi karena perempuan lebih mendahulukan emosinya dibandingkan dengan logikanya.

Baca juga: Begini Caranya Mengetahui Suami Sedang Bohong

ciri-ciri orang berbohong
Kredit: hcamag.com

Hasilnya, begitu mudahnya terbuai kata-kata manis atau omong besar para pembohong, baik kelas teri maupun kelas kakap. Yang dapat mengakibatkan kerugian yang besar, tidak hanya sekedar moral tapi juga material. Agar ini tidak terjadi pada Anda, silahkan pelajari ciri-ciri ketika seseorang sedang membohongi Anda berikut ini.

Menghindari Kontak Mata

Ketika seseorang berbohong pada kita, biasanya ia akan menghindari kontak mata dengan Anda. Itulah sebabnya penting membiasakan diri untuk melakukan kontak mata ketika berkomunikasi dengan siapa pun. Hal ini dapat menghindari Anda dari kebohongan para pembohong ini. Jika Anda berhasil menatap matanya maka bola matanya tidak pernah berhenti bergerak-gerak. Jelas terlihat bahwa ia menghindari tatapan mata dalam Anda. Itu berarti ia sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari Anda.

Salah Tingkah

Salah satu wujud dari salah tingkah ini yaitu ketika seseorang secara ia sadari atau tidak sering menyentuh bagian-bagian tubuh tertentu yang sebenarnya tidak perlu. Misalnya menggaruk-garuk kepalanya, memegang-megang hidungnya, memegang-megang rambutnya, menggesek-gesekan kuku jari yang satu dengan yang lainnya, dan banyak lagi. Jika Anda melihat gelagat seperti ini pada orang yang biasanya tidak berlaku seperti itu, maka Anda patut curiga bahwa ia sedang membohongi Anda.

Berupaya untuk Mengalihkan Pembicaraan

Dalam percakapan yang Anda lakukan dengannya yang semula biasa saja, ketika Anda menanyakan sesuatu topik tertentu yang akan memancing kebohongannya, biasanya ia akan mencoba berusaha untuk mengalihkan pembicaraan. Tentunya dari topik yang memancingnya untuk berbohong. Biasanya dilakukan secara tiba-tiba, berharap Anda tersihir bujukannnya untuk membicarakan hal lain hingga tidak membuatnya harus berbohong. Sebetulnya, hal ini bisa mencegah kebohongan, tapi tentu tidak akan menyelesaikan permasalahan.

Oleh karena itu, cara yang terbaik yaitu dengan membicarakannya sampai tuntas sekalipun Anda harus mendengar kebohongannya. Setelah itu, berikan bukti-bukti yang nyata bahwa Anda tahu apa yang dikatakannya bohong. Bisa juga dengan menanyakan alasan yang tepat, apa alasan dari kebohongannya agar Anda bisa mengambil putusan apakah kebohongannya layak dimaafkan atau tidak.

Cara Berbicaranya Tidak Natural

Ketika Anda sudah mengenal lama seseorang atau mengetahui karakter seseorang Anda, tentu dengan mudah akan mengenali saat mereka bisa berbicara natural dan saat mereka berbicara tidak natural. Ketahuilah, ketika seseorang berbicara tidak natural, itu adalah salah satu ciri-ciri orang berbohong. Jadi sebaiknya Anda waspada karena orang yang ada di hadapan Anda sedang mencoba memperdayai Anda dengan kebohongannya.

Namun, tidak perlu menghentikan pembicaraan tersebut secara tiba-tiba. Ikutilah terus alur pembicaraannya agar Anda semakin yakin bahwa ia sedang berbohong. Cukup beri respon seminimalis mungkin sembari memperhatikan gerak-gerak tubuhnya yang lain yang juga merupakan ciri-ciri orang berbohong. Dengan demikian, akan mudah bagi Anda mengambil keputusan untuk mempercayai orang tersebut atau tidak.

Ada Jeda antara Ekspresi Verbal dan Non Verbal

Ekspresi verbal yaitu bahasa yang ia gunakan untuk mengungkapkan suatu hal yang membutuhkan responnya secara jujur. Sementara non verbal yaitu bahasa yang terlihat dari gerak tubuh atau emosi orang tersebut. Jika orang di hadapan Anda sedang berbohong, biasanya akan ada jeda antara ekspresi verbal dan nonverbal. Padahal yang seharusnya terjadi, keduanya akan berlangsung secara bersamaan.

Contohnya, ketika Anda meminta penilaian padanya mengenai baju yang sedang Anda kenakan. Ketika seseorang mengatakan bagus setelah sebelumnya ia terbengong-bengong dengan muka sebal melihat tampilan Anda. Seharusnya, jika ia mengatakan bagus maka bersamaan dengan itu matanya akan langsung berbinar sambil mengatakannya kepada Anda secara jujur akan penilaiannya.

Bersambung…. Klik di sini untuk membaca kelanjutannya.