Categories
Parenting

Rambu-rambu Pembuatan MPASI yang Bersahabat untuk Bayi

Makanan Pendamping ASI atau MPASI diberikan pertama kali sesudah pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan telah selesai dilakukan. Pemberian makanan pendamping ini memang harus menunggu hingga saluran pencernaan bayi sudah cukup kuat, bayi mampu menelan makanan, dan hilangnya gerakan refleks menjulurkan lidah yang dilakukan oleh bayi.

Pembuatan MPASI yang Bersahabat untuk Bayi
Foto: mommyasia.id

Rambu-rambu Pembuatan MP ASI yang Bersahabat untuk Bayi

Tentu saja pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI harus dilakukan secara bertahap agar pencernaan bayi tidak kaget setelah enam bulan lamanya hanya mengonsumsi ASI saja. Untuk itu, perkenalkan makanan pendamping ASI yang encer terlebih dahulu.

Latih bayi untuk mengenali rasa lain selain ASI dengan menggunakan ujung ibu jari sebagai pengganti sendok. Celupkan ujung ibu jari pada MPASI dan berikan kepada bayi sambil mengamati reaksinya.

Tentu saja pada awalnya bayi akan menolak dan mengeluarkan kembali makanan tersebut. Jadi, ulangi beberapa kali hingga ia mengenali rasa makanan yang diberikan. (Indonesiadetox.com)

Jika bayi sudah memberikan respons yang baik, barulah makanan pendamping ASI ini bisa diberikan dalam jumlah sekitar dua sendok hingga tiga sendok makan.

Buat Satu Jenis Makanan Saja

Untuk makanan pendamping ASI atau MPASI yang pertama kali diberikan ini, buatlah dari satu jenis makanan saja. Misalnya saja wortel yang memiliki rasa manis atau labu kuning.

Kukus sayuran tersebut kemudian haluskan dengan menambahkan kaldu buatan sendiri atau air matang. Pemberian kaldu atau air matang ini nantinya dikurangi seiring dengan usia bayi yang terus meningkat dan kemampuan bayi dalam menelan makanan.

Bayi memang akan lebih menyukai rasa buah-buahan yang cenderung lebih manis ketimbang sayur-sayuran. Tetapi para ibu perlu membiasakan bayi dengan rasa sayur agar ia menyukainya karena itulah perbanyak memasukkan sayur-sayuran ke dalam menunya.

Aturan Pembuatan Makanan Pendamping ASI

Pemberian MP ASI memang bisa dibilang gampang-gampang susah. Makanan pendamping ASI ini akan memberikan pengalaman pertama bagi bayi bersentuhan dengan makanan selain ASI.

Karena itu sebagian para ibu ingin sekali segera memperkenalkan beragam rasa kepada bayinya. Namun sebaiknya sebelum memberikan berbagai macam makanan kepada bayi, perhatikanlah rambu-rambu pembuatan makanan pendamping ASI berikut ini.

  • Dalam pembuatan MP ASI ini, hindari menambahkan gula, garam dan merica. Pemberian gula dan garam pada makanan pendamping ASI baru boleh dilakukan setelah bayi berusia satu tahun. Sedangkan pemberian merica bisa dilakukan sesudah bayi berusia dua tahun. Sebab pemberian gula, garam, dan merica yang terlalu cepat beresiko mengganggu fungsi ginjal bayi yang masih belum sempurna. Hingga usia satu tahun, biarkanlah bayi mengenal rasa murni dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Variasi rasa bisa dilakukan dengan penambahan kaldu yang dibuat sendiri.
  • Hindari pula pemberian penyedap rasa atau bahan-bahan kimia lainnya ke dalam makanan pendamping ASI. Sekali lagi ini dilakukan agar tidak merusak organ pencernaan bayi yang belum sempurna. Selain itu, penambahan penyedap rasa akan membuat bayi menolak mengonsumsi buah dan sayuran yang memiliki rasa lebih datar.
  • Hindari memberikan makanan yang memiliki kandungan protein gluten seperti biji gandum dan tepung terigu. Makanan seperti ini akan membuat bayi diare dan mual hingga muntah. Jika ingin memberikan bubur, sebaiknya berikan bubur dari bahan tepung beras yang lebih aman bagi bayi.
  • Hindari memberikan makanan yang berlemak seperti daging dan juga telur. Jika ingin memberikan telur berikan terlebih dahulu sedikit saja untuk melihat reaksi alergi yang mungkin timbul.

Nah, dengan memperhatikan beberapa rambu-rambu pembuatan MP ASI ini diharapkan para ibu bisa membuat makanan pendamping ASI yang kaya nutrisi dan bersahabat dengan saluran pencernaan bayi yang masih belum sempurna.

Baca juga: Pertumbuhan Janin dan Proses Persalinan dalam Al-Quran

Categories
Kesehatan & Kecantikan Parenting

5 Manfaat Pijat Bayi Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan

manfaat pijat bayi
manfaat pijat bayi

Pijat adalah salah satu terapi yang baik bagi bayi di awal tumbuh kembangnya. Pijat pada bayi telah diketahui memiliki banyak manfaat salah satunya adalah membantu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang menjadi lebih baik. Pijat bayi bisa dilakukan sejak bayi lahir. Kekuatan pemijatan biasanya dilakukan bertahap sesuai dengan usia. Pada bayi baru lahir, pemijatan baru sebatas sentuhan lembut. Saat usia bayi bertambah, penekanan bisa ditambahkan sehingga bayi akan benar-benar merasakan pijatan lembut. Nah, pada artikel kali ini saya ingin mengulas salah satu manfaat pijat bayi khususnya dalam aspek tumbuh kembang anak.

Cara melakukan pijat bayi, baca : Cara Memijat Bayi yang Benar

Manfaat Pijat Bayi Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan

Setidaknya ada 5 manfaat utama pijat bayi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu sebagai berikut :

Meningkatkan berat badan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof.T.Field & Scafidi menunjukkan bayi prematur yang mendapatkan pijatan rutin ternyata mengalami peningkatan berat badan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi prematur lainnya yang tidak mendapatkan pijatan.

Meningkatkan pertumbuhan

Schanberg, seorang ilmuwan lain juga melakukan penelitian untuk mengetahui manfaat pijat terhadap bayi. Ia melakukan penelitian kepada tikus untuk mengetahui bagaimana pengaruh rangsangan taktil/rangsangan sentuh pada tikus. Ternyata hasil pengamatan menunjukkan bahwa tikus yang tidak mendapatkan rangsangan sentuh mengalami penurunan kadar hormon pertumbuhan. Dari hasil inilah, diketahui bahwa pijat bayi akan berpengaruh terhadap aspek pertumbuhan bayi.

Baca juga : 6 Manfaat Sentuhan pada Pijat Bayi

Membuat tidur bayi lebih pulas

Dengan melakukan pijat bayi, maka peredaran tubuh si kecil menjadi lebih lancar. Darah pada tubuh manusia akan mengalir ke seluruh bagian tubuh, tidak terkecuali pada bagian otaknya. Salah satu zat penting yang diangkut oleh darah adalah oksigen. Fungsi otak akan semakin optimal ketika asupan oksiegn mencukupi kebutuhan oksigen otak. Jika kebutuhan tersebut terpenuhi, akan membuat konsentrasi dan kesiagaan bayi menjadi lebih baik.

Umumnya, bayi yang dipijat akan tertidur lebih lelap. Selanjutnya pada waktu bangun, konsentrasinya akan lebih penuh. Dengan tidur yang lelap dan efektif, si kecil akan merasa bugar saat terbangun. Kebugaran dan kesehatan tubuh ini akan sangat menunjang konsetrasi dan kerja otak si kecil. Tidak hanya berpengaruh pada kualitas tidur, pijat bayi juga akan memberikan rangsangan pada indera bayi meliputi rangsangan pada indera peraba, indera penglihatan dan pendengaran. Rangsangan atau stimulan ini akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar pada bayi.

Mengatasi masalah keterlambatan perkembangan

Pijat bayi juga mengatasi masalah perkembangan, mendeteksi adanya gangguan pada fisiknya, hiperaktif , gangguan tidur dan susah makan serta untuk mengatasi anak dengan gangguan sindrom

Baca juga : 4 Manfaat Menggendong Bayi yang Menakjubkan

Memperkenalkan bayi sejak dini tentang bagian tubuhnya

Selama proses pemijatan berlangsung, Mak harus tetap menjaga komunikasi dengan bayi ya. Ini penting, karena selama proses pemijatan Mak bisa mengenalkan kepada si kecil sejak dini tentang bagian tubuhnya serta apa saja fungsinya. Misalnya “ Ini tangan dede,bisa untuk pegang mainan ya”, dan sebagainya.

Nah Mak, ternyata dari aspek pertumbuhan dan perkembangan saja, banyak sekali manfaat pijat bayi ya. Masih banyak aspek lainnya yang juga mendapatkan manfaat dari pemijatan pada bayi. Jadi, yuk jadikan pijat bayi sebagai aktifitas rutin dirumah. Tidak perlu keluar rumah dan bayar baby spa yang berharga mahal. Karena pijat bayi sederhana dan simpel bisa dilakukan dirumah, baik oleh Mak, ayah atau anggota keluarga lainnya.

Categories
Parenting

Solusi Jitu Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

motivasi belajar anak
motivasi belajar anak

Hampir sebagian besar orangtua dibuat pusing oleh kelakuan anak yang enggan belajar, sulit diatur, dan hanya bermain saja seharian. Para Emak biasanya paling repot dan cerewet mengingatkan masalah belajar ini pada anak. Benarkah begitu sulitnya membuat anak menyukai kegiatan belajar? Atau justru lingkunganlah yang membuat anak jadi enggan belajar? Nah, kali ini saya akan mencoba membahas bagaimana solusi yang tepat untuk meningkatkan kembali motivasi belajar anak. Semoga ini bisa membantu Emak-emak hebat agar bisa lebih rileks dalam menghadapi anak.

Salah Kaprah Dalam Proses Belajar Anak

Mak, sadarkah kita bahwa setiap hari, jam, menit bahkan detik dalam hidup kita ini adalah proses belajar? Bahwa setiap hal yang terjadi pada diri anak kita sejak ia dilahirkan hingga beranjak dewasa juga merupakan proses belajar? Kesadaran ini penting dimiliki oleh setiap orangtua, sehingga bisa menghadirkan suasana yang menyenangkan dalam setiap tahapan belajar anak. Yang jadi masalah adalah seringkali kitalah sebagai orangtua yang justru membuat anak jadi malas belajar, misalnya karena terlalu banyak larangan, terlalu mengatur, menyalahkan dan sebagainya.

Ada banyak contoh kesalahkaprahan orangtua yang secara tidak sadar membuat anak merasa tidak mau lagi belajar dan mencoba hal yang baru. Misalnya saja, saat anak ingin belajar makan sendiri seringkali orangtua langsung mengambil alih dan menyuapinya dengan alasan berantakan, lama, kotor dan sebagainya. Atau saat anak mulai belajar berjalan, kita justru menahan anak untuk lama-lama duduk dengan alasan “takut anak jatuh”, “takut anak terluka”, “ saya capek, ingin istirahat” dan lain sebagainya.

Baca juga : 3 Manfaat Penting Membacakan Dongeng Anak Sebelum Tidur

Inilah awal mulanya, saat si kecil ingin mencoba dan belajar banyak hal, orangtua justru mencegah dan melarangnya dengan berbagai alasan. Jika terlalu sering dilarang, tanpa diberikan solusi pengganti, maka tidak heran jika sekarang kita bisa temukan dimanapun ada banyak anak yang enggan belajar. Jadi penting bagi orangtua untuk tetap menjaga semangat belajar yang sudah ada sejak awal dalam diri anak, agar tetap ada hingga ia beranjak dewasa.

Agar Anak Rajin Belajar

Nah, ada beberapa hal yang bisa Mak lakukan agar motivasi belajar yang dimiliki anak  terus ada, bahkan anak semakin antusias dan semangat belajar, yaitu :

  1. Cari Tahu Karakter Anak

Hal pertama yang harus Mak lakukan adalah mencari tahu terlebih dahulu apa dan bagaimana karakter belajar anak. Emak pasti sudah tau kan, kalau ada 3 jenis tipe anak dalam belajar : auditory, visual, dan kinestetik.

  • Auditory, artinya dalam proses belajar anak lebih efektif menggunakan indera pendengarannya. Ada ciri yang sangat khas dari anak-anak tipe auditory ini, misalnya untuk mengingat suatu hal anak akan membacanya dengan keras, sulit berkonsentrasi di tempat yang ramai, mengucapkan setiap kata dengan keras saat membaca buku, fasih membaca, bisa mudah mengulangi nada dan irama, dan lain sebagianya. Untuk anak tipe auditory ini, Mak bisa sediakan kaset-kaset belajar yang bisa didengarkan oleh anak dan lebih sering diajak untuk berdiskusi.
  • Visual, artinya dalam proses belajar indera penglihatan berperan dominan. Anak akan lebih mudah memahami tentang sesuatu hal jika ia melihatnya. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan alat bantu seperti media pembelajaran agar si anak tipe visual bisa lebih mudah menyerap materi belajar. Mak, bisa menyediakan alat peraga, memutar CD film edukasi, pengamatan langsung ke objek yang sedang dipelajari, menggambarkan atau menuliskan materi pelajaran, dan sebagainya.
  • Kinestetik, artinya anak lebih menyukai metode belajar yang dilakukan sembari bergerak. Jika anaka Mak suka menghafalkan pelajaran sambil berjalan-jalan, suka dengan berbagai jenis permainan yang melibatkan gerak tubuh, tidak bisa bertahan duduk dalam jangka waktu yang lama, mudah merasa bosan dan ciri lainnya. Untuk tipe anak kinestetik seperti ini, sebaiknya jangan dipaksa untuk berada di dalam ruangan dalam jangka waktu yang lama. Sesekali ajaklah anak keluar rumah, bebeberapa menit untuk menghirup udara bebas.

Baca juga : 5 Cara Mengajari Anak Membaca, Cepat dan Menyenangkan

  1. Tanamkan kesan sekolah yang menyenangkan

Cara berikutnya yang bisa Mak lakukan adalah dengan menanamkan kesan kepada setiap anak tentang sekolah. Misalnya dengan aktif bertanya apa hal yang menyenangkan yang terjadi di sekolah. Ini penting ditanyakan, agar memori bahagia di sekolah terus muncul sehingga secara tidak langsung menanamkan sugesti positif dalam pikiran bawah sadar bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

  1. Seringlah bacakan dongeng untuk Anak

Kebiasaan baik yang sudah mulai jarang dilakukan orangtua adalah mendongeng terutama yag dilakukan sebelum tidur. Jika kegiatan mendongeng ini dilakukan dengan teratur, harapannya anak akan lebi hmencintai buku.

  1. Berikan hadiah untuk prestasi anak

Jangan pelit untuk menyediakan hadiah untuk anak yang berprestasi. Berikan pujian saat anak mulai meningkatkan kemajuan, misalnya ia sudah lancar membaca, lancar menulis dan hal lainnya. Dengan memberikan hadiah, harapannya anak dan menjadi lebih semangat.

  1. Buat suasana belajar yang menyenangkan

Hal penting lainnya yang harus disiapkan adalah membuat suasana belajar yang menyenangkan.  Suasana belajar yang kaku atau bahkan tegang akan membuat anak kesulitan berkonsentrasi dan mudah merasa bosan. Jika memungkinkan, ubah materi belajar menjadi bentuk permainan. Untuk anak yang berusia dibawah 5 tahun, metode belajar sambil bermain ini sangatlah efekktif dan akan membuat anak betah berlama-lama untuk belajar.

 

Nah demikianlah beberapa tips yang bisa Mak coba untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Semoga memberikan manfaat dan solusi yang tepat untuk menghadapi anak yang sulit dalam belajar.

Categories
Parenting

Tahapan Cara Mengajari Anak Menulis yang Menyenangkan

cara mengajari anak menulsi
cara mengajari anak menulis

Mak, Sebagai orang tua ketika mengajari anak belajar menulis membutuhkan kesabaran dan cara yang tepat sehingga anak menjadi suka. Pada saat mengajari anak menulis hendaknya memaklumi bila anak belum mampu berpikir seperti orang dewasa, anak masih senang untuk bermain-main. Bagi anak yang tidak ingin belajar, khususnya yang tidak tertarik dengan kegiatan menulis harus di cari solusi dengan menerapkan metode yang tepat supaya anak tertarik dan berubah menjadi gemar menulis.  Cara mengajari anak menulis hendaknya diperkenalkan sejak anak memasuki usia 3 tahun.

Sebelum memperkenalkan dengan kegiatan menulis, sebaiknya anak mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan motoriknya. Sebab, kegiatan menulis berkaitan erat dengan kemampuan motorik halus anak. Salah satu indikator motorik halus anak berkembang adalah kemampuan anak untuk memegang alat tulis secara baik dan benar.

Pada proses mengajari anak menulis dibutuhkan tahapan sesuai dengan usia dan kemampuannya dan harus dilakukan secara berkesinambungan. Dalam proses mengajari anak menulis juga tidak boleh ada unsur pemaksaan. karena pemaksaan akan menyebabkan anak takut sehingga enggan untuk belajar menulis.

Dalam melatih anak untuk belajar menulis juga berkaitan dengan membaca. Sebab, bagaimana bisa menulis kalau anak tidak bisa membaca. Tapi kalau untuk sekedar meningkatkan kemampuan motorik halus anak, mak bisa memperkenalkan konsep-konsep menulis kepada anak. Dan tetap dilakukan dengan sabar dan penuh kasih sayang.

Baca juga : Cara Meningkatkan Percaya Diri Anak Dengan Mengetahui Tahapannya

Ada beberapa tips yang bisa mak super lakukan untuk melatih serta mengajari anak menulis, yaitu:

Menulis Secara Bayangan

Inilah awal anak mengenal pelajaran menulis, pelatihan pertama ini dinamakan menulis bayangan. Latihlah anak dengan membuat garis vertikal atau horizontal. Arahkan pensil yang dipegang anak dengan membuat garis secara bayangan yaitu garis ke samping atau ke atas. Lakukan proses belajar ini sampai Anak lancar dan hasilnya terlihat lurus.

Belajar mencoret-Coret

Sediakan kertas kosong, bisa buku gambar, kertas hvs atau buku tulis. Biarkan anak berkreasi dengan pensilnya. Biarkan anak berimajinasi dan menuangkannya semua imajinasinya ke kertas. Kalau proses ini sudah mulai rutin, anak akan menceritakan imajinasi apa yang digambarnya. Mak sebagai orang tua harus memberikan apresiasi positif terhadap apa yang di hasilkan anak. Tujuan dari mencoret-coret ini adalah supaya anak lebih terampil dalam menggunakan pensil sehingga dapat melatih koordinasi antara otak dan tangan anak.

Menebalkan Garis

Sebelum masuk pada tahap menulis huruf, sebaiknya awali pelajaran anak dengan menebalkan garis baik secara vertikal maupun horizontal. Biarkan anak menebalkan atau menyambungkan garis-garis tersebut. Berilah apresiasi terhadap hasil belajar anak, ini akan membuatnya merasa di hargai dan siap untuk belajar selanjutnya.

Baca juga : 5 Cara Mengajari Anak Membaca, Cepat dan Menyenangkan

Menebalkan Huruf

Bila anak telah lancar menebalkan garis, tahap selanjutnya mak bisa menambahkan materi menebalkan huruf. Supaya lebih praktis dan lebih bagus hasilnya, mak bisa memberi buku yang berisi huruf putus-putus yang dijual di toko buku. Bila ingin membuatnya sendiri juga tidak mengapa, bisa berupa tulisan tangan ataupun menggunakan komputer. Dan jangan lupa untuk memberikan apresiasi terhadap hasil belajar anak.

Demikian tahapan tips cara mengajari anak menulis yang menyenangkan. Penting untuk di catat bahwa tahapan-tahapan di atas tidak boleh di lakukan secara acak.harus sesuai urutan seperti di atas dan juga sesuaikan kapasitas anak jangan memaksanya. Karena mengajari anak menulis membutuhkan tahapan-tahapan dan apa yang sudah di bahas di atas telah sesuai dengan perkembangan anak. Semoga tips ini bisa bermanfaat ya mak.

Categories
Parenting

Stop Kekerasan pada Anak dengan 9 Langkah Ini

cara stop kekerasan pada anak

Banyak akibat buruk dari kekerasan pada anak. Entah itu kekerasan fisik, psikis, seksual, bahkan kekerasan akibat penelantaran atau kegagalan orang tua dalam memberikan pendidikan untuk anak-anaknya. Tentunya dampak buruk yang membuat suramnya masa depan anak-anak yang menjadi korban kekerasan tersebut. Apalagi ketika akibat yang terjadi tidak dapat diatasi dengan baik. Itulah sebabnya lebih baik mencegahnya sebelum terjadi ya, Mak.

Pencegahan ini dapat kita lakukan sebagai orang tua dari anak-anak kita. Ada beberapa hal yang dilakukan untuk mencegah jangan sampai kekerasan dialami oleh anak kita. Terutama untuk mencegah diri kita sebagai orang tua untuk melakukan tindak kekerasan ini. Berikut diantaranya:

Sadari Bahwa Anak Adalah Anugerah yang Harus Dijaga

Semua anak yang dilahirkan adalah anugerah untuk Anda sebagai orang tuanya. Tidak ada anak haram, anak pembawa sial, atau berbagai sebutan lain untuk anak-anak yang lahir sekalipun kelahirannya tidak dikehendaki. Kita tidak pernah tahu rencana Tuhan. Termasuk ketika Ia hendak mempercayakan kita seorang anak.

Itulah sebabnya mereka harus dijaga baik-baik. Dipelihara dengan baik dengan mencukupi segala kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan primer hingga sekunder sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Beri mereka kehidupan yang layak, termasuk pendidikan mereka semampu yang bisa kita berikan.

Ingat Kembali Sakitnya Saat Melahirkan

Melahirkan itu sakit ya, Mak. Entah itu normal ataupun caesar, hanya sakitnya yang berbeda. Itulah sebabnya ketika kita merasa kesal atau marah dengan tingkah mereka ingatlah perasaan itu. Ketika kita ingin bayi yang berada di rahim cepat keluar saat itu juga. Bayi mungil yang sudah tumbuh memjadi seorang anak. Anak kecil yang sedang menguji kesabaran Anda. Membuat Anda emosi hingga ingin memukul mereka, atau tindak kekerasan lain yang sangat mungkin membuat mereka cedera. Bukan hanya fisik tapi juga psikis mereka.

Baca: 3 Cara Mendidik Anak Yang Baik Sejak Dalam Kandungan

Pandangi Buah Hati Anda Saat Ia Terlelap

Lihatlah betapa polos dan lugunya mereka. Walaupun sepanjang hari ulah dan kenalakan mereka tak terelakan dan menguji kesabaran serta emosi kita. Mereka tetaplah hanya anak-anak, buah hati kita. Ada kelembutan di balik tingkah mereka yang seakan tidak ada hentinya menguji kita. Kotor di sini kotor disana, pecah di sini pecah di sana. Belum lagi jeritan, tangisan ketika mereka jahil pada adik mereka, dan masih banyak lagi. Mereka tetaplah anak kita, buah cinta kita dan pasangan.

Apakah Anda rela jika masa depan dan keceriaan mereka sirna karena ulah Anda atau bahkan orang di sekitar Anda? Tentu tidak ya, Mak. Itulah yang harus selalu Anda ingat untuk sebisa mungkin melindungi buah hati Anda dari berbagai tindak kekerasan. Setidaknya dari diri sendiri yang sangat mungkin untuk melakukan tindak kekerasan. Terutama jika Anda di rumah bersama mereka seharian.

Ini Mak caranya mendisiplinkan Anda tanpa kekerasan: 5 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

Berikan Kasih Sayang yang Tulus

Sudah sewajarnya jika semua orang tua menyayangi anak-anak mereka. Bagian tersulit yaitu utuk menunjukannya. Rasa canggung, malu, gengsi sebagai orang tua yang merasa lebih tahu dan bisa segalanya kerap kali menjadi penghalang untuk menunjukan kasih sayang yang tulus pada anak mereka. Membuat tidak sedikit orang tua yang justru memasang benteng tinggi atau jarak dari anak mereka.

Padahal jarak tersebut justru yang akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri yang semakin hari akan semakin jauh dari anak-anaknya. Semakin dekat hubungan anak dengan orang tua inilah justru yang dapat melindungi anak-anak kita dari berbagai tindak kekerasan. Pun memudahkan kita untuk selalu mengontrol mereka serta membentengi mereka dari berbagai hal negatif di sekitar mereka.

Baca juga: Tidak Semua Film Kartun atau Superhero Layak Ditonton Anak

Gigit Bibir Anda ketika Akan Mengatakan Sesuatu yang Buruk pada Anak Anda

Kekerasan tidak hanya berupa fisik Mak bentuknya. Ketika Anda secara sengaja atau tidak melontarkan kata-kata buruk pada anak Anda. Saat itu sebenarnya Anda juga sedang melakukan tindak kekerasan pada mereka. Apalagi jika kata-kata yang Anda lontarkan sampai menyakiti hati mereka, membuat mereka tidak percaya diri lagi, takut, atau bahkan meninggalkan rasa trauma mendalam pada mereka.Untuk itu berusahalah untuk menghilangkan kata-kata buruk dalam pikiran Anda. Apalagi yang seringkali Anda lontarkan pada buah hati Anda.

Salah satu caranya yaitu dengan menggigit bibir Anda ketika akan mengatakan kata-kata yang buruk tersebut. Setidaknya sebagai latihan untuk tidak lagi menggunakan kata-kata tersebut demi buah hati Anda. lama-lama Anda akan terbiasa untuk sama sekali berhenti. Mulailah mencoba menggunakan kata-kata yang lebih baik untuk memperingatkan mereka, melarang mereka atau menghentikan tingkah buruk yang sedang dilakukan buah hati Anda.

Baca juga: 9 Cara Ampuh Mengajarkan Anak Menghormati Orang Tua

Ajari Mereka untuk Hidup

Tidak hanya kata-kata buruk atau kekerasan fisik yang termasuk ke dalam tindak kekerasan. Ketika Anda terlalu memanjakan anak Anda juga bisa menjadi salah satunya. Menjadikan mereka seperti ratu atau raja sepanjang waktu dengan memberikan apapun yang mereka minta atau mereka inginkan. Bahkan hal-hal yang seharusnya sudah bisa mereka lakukan sendiri. Mulai dari membereskan mainan mereka sendiri, mandi sendiri, makan sendiri, dll. Sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.

Itulah sebabnya sebaiknya ajari mereka untuk melakukan berbagai hal yang menurut Anda bisa mereka melakukan sendiri. Setidaknya untuk diri mereka sendiri. Mengajari mereka untuk bisa hidup dengan tangan mereka sendiri. Tanpa selalu mengandalkan Anda atau orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ajarkan mereka hidup agar mereka bisa hidup ketika Anda sudah tidak ada atau tidak ada lagi Anda bersama mereka.

Lakukan yang Terbaik untuk Masa Depan Mereka

Sebagai orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anaknya, maka berusahalah untuk memberikan yang terbaik bagi mereka. Mulai dari makanan yang baik, pakaian yang baik, tempat tinggal yang sehat dan terawat, pendidikan yang terbaik, dll semampu yang bisa Anda berikan. Tidak hanya materi, anak-anak Anda juga butuh pelukan, dekapan, ciuman, belaian, dan berbagai bentuk kasih sayang lainnya dari Anda sebagai orang tua. Hal kecil yang tidak mahal tapi akan berpengaruh besar terhadap masa depan mereka kelak.

Menurut Dante Cicchetti, seorang ahli psikopatologi yang berasal dari University of Imennota Amerika Serikat 89% bayi yang ditelantarkan menunjukan perilaku kelekatan yang tidak jelas. Mereka cenderung mengalami berbagai masalah terutama yang menyangkut dengan kejiwaan mereka. Diantaranya adalah perasaan mudah cemas, tidak mudah percaya pada orang lain, atau bahkan tidak merasa aman. Akhirnya imereka lebih sering menarik diri dari lingkunganya. Membuat berbagai potensi yang dimilikinya nyaris tak terlihat. Hingga berujung pada kurangnya rasa percaya diri, antisosial, menjadi orang yang temperamental, dll.

Baca ini juga, Mak: Cara Menumbuhkan Kepercayaan Diri Pada Anak

Berdamailah dengan Diri Sindiri

Ketika Anda merasa diri Anda sangat marah atau emosi mengenai hal apapun cobalah untuk berdamai dengan diri sendiri. Tenangkan diri sendiri hingga anak tidak menjadi sasaran dari rasa marah atau emosi yang sedang Anda rasakan. Ingat bahwa anak Anda belum tahu apa-apa. Mereka belum mengerti banyak hal. Ketika Anda memberi pejelasanpun belum tentu dengan mudahnya dimengerti. Memahami apa yang Anda ucapkan dan berbuat seperti yang diinginkan.

Pahami hal tersebut dan terimalah kondisi yang terjadi pada anak Anda. Beri mereka kesempatan untuk belajar dan menyadari kesalahan yang mereka lakukan apabila berbuat salah. Ingatkan jika mereka lupa dan berusahalah untuk tetap mengendalikan mereka tanpa mereka sadari. Biarka buah hati Anda bebas dengan pengawasan Anda dalam menjalani setiap harinya. Kedekatan Anda dengan anak-anak Anda akan membantu Anda utuk melakukan hal ini.

Baca:

Tips Mengasuh Anak untuk Ibu Baru (Part 1)

Tips Mengasuh Anak untuk Ibu Baru (Part 2)

Doakan Buah Hati Anda

Jika Anda seorang umat beragama tentu percaya akan keajaiban doa, maka berdoalah. Jangan lupa untuk selalu mendoakana anak-anak Anda agar terlindungi dari segala kejahatan termasuk kekerasan. Doakan yang terbaik untuk kesuksesan dan keberhasilan anak-anak Anda. Doakan agar mereka bisa menjadi anak yang baik, berbudi pekerti baik, sayang kepada Anda dan semua keluarganya serta mampu menjaga nama baik Anda dan keluarga. Ketika Anda merasa sulit untuk menasehati mereka, mengubah mereka untuk menjadi lebih baik atau bahkan tingkah laku mereka maka berdoalah. Minta lah Sang Pencipta yang mengubahnya.

Kekerasan terhadap anak ini memang memiliki banyak bentuk termasuk hukumannya. Mengingatkan kita bahwa kita harus melindungi dan menjaga anak-anak kita dari berbagai tindak kekerasan yang mungkin mereka alami di mana saja. Dengan 9 langkah tersebut Anda bisa mencoba untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali kemungkinan Anda sendiri yang melakukan kekerasan tersebut. Bukan hukuman esensinya, tapi betapa pentingnya kita mencoba untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita.***

Baca juga: Cara Efektif untuk Melatih Anak Menjadi Pendengar yang Baik

 

Categories
Parenting

5 Metode Ampuh Cara Mengajari Anak Berhitung

cara mengajari anak berhitung , http://www.nikkibush.com
cara mengajari anak berhitung , http://www.nikkibush.com

Dari dulu sampai sekarang banyak orang di Indonesia beranggapan bahwa matematika pelajaran yang susah. Sehingga tak heran bila matematika merupakan nilai terendah yang ditemui dalam raport anaknya. Tapi walaupun sulit, menguasai pelajaran matematika kini bisa di bantu dengan lima metode yang terbukti banyak di gunakan, mak selaku orang tua hendaknya tau sehingga cara mengajari anak berhitung menjadi lebih menyenangkan

Metode Kumon

Metode ini diperkenalkan oleh guru matematika Jepang bernama Toru Kumon.  Prinsip dari metode ini pada level awal untuk setiap anak tidak di tentukan berdasarkan usia atau kelas, namun mulai dari tingkat yang bisa ia kerjakan sendiri dengan mudah tanpa ada kesalahan.

Jadwal pertemuan kursus biasanya seminggu 2 kali, setiap kali pertemuan anak akan dibekali lembar kerja yang bisa di bawa pulang untuk dikerjakan di rumah. sehingga, orang tua ikut dilibatkan saat belajar di rumah.

Tidak perlu khawatir anak akan mendapatkan soal-soal yang sulit dipahaminya. Karena, lembar kerjanya sudah di rancang sesuai dengan level anak, sehingga ia dapat mengetahui sendiri bagaimana menyelesaikan soal-soal tersebut. Selain itu, lembar kerja juga di rancang secara sistematis, cermat dan small steps ( setiap topik bahasan tidak terlalu besar perbedaanya) yang bisa membantu anak membentuk dasar kemampuan matematikanya, sehingga diharapkan anak mampu mengerjakan level yang lebih tinggi dengan kesulitan yang kecil.

Baca juga : 5 Cara Mengajari Anak Membaca, Cepat dan Menyenangkan

Metode Gasing

Metode ini di kembangkan oleh Prof.Yohanes Surya, yang sudah banyak membimbing siswa terbaik Indonesia berlaga di Olimpiade matematika dan Sains tingkat dunia. Berkat bimbingannya banyak siswa-siswa Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat sains Internasional.

Gasing sendiri singkatan dari gampang, asyik dan menyenangkan. Prof.Yohanes menciptakan metode ini agar Matematika dapat di mengerti oleh siapapun. Prinsip dari metode ini setiap peserta hendaknya memahami konsep matematika sebelum mengerjakan soal-soal latihan matematika.

Bagi mak yang minat dengan metode ini terutama pelajaran SD (kelas 1-6) berikut ini Materi yang di pelajari.

  • Penjumlahan
  • Pengurangan
  • perkalian
  • pembagian
  • bilangan negatif
  • aplikasi 1
  • pecahan
  • Desimal
  • Aplikasi 2
  • Geometri (keliling, luas, skala dan sistem koordinat)
  • Setiap harinya siswa belajar selama 4 jam (baik program ekstra kurikuler atau program khusus). Hasil dari belajar selama 4-6 bulan siswa bisa memahami materi kelas 1 sampai kelas 6.

Metode Jaritmatika

Metode ini di temukan oleh Septi Peni Wulandari pada tahun 2004. Jaritmatika singkatan dari Jari dan aritmatika. Walaupun hanya menggunakan jari tangan, namun metode ini sanggup melakukan operasi bilangan KaBaTaKu (Kali Bagi Tambah Kurang) sampai dengan ribuan.

Metode ini bisa dikatakan cukup sederhana, terutama di ajarkan pada anak-anak Sekolah Dasar, karena dalam metode ini proses belajar di awali, di jalankan dan diakhiri dengan gembira. Metode ini menekankan berhitung sesuai dengan kaidah: diawali dengan memahami tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar, lalu mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan.

Baca juga : Beri Pendidikan Anak Usia Dini yang Mengasyikan untuk Anak Kita

Metode sempoa (Mental Aritmetika)

Mental Aritmatika merupakan metode berhitung yang menggunakan alat hitung kuno Tiongkok  yang dinamakan sempoa . metode sempoa yang digunakan saat ini merupakan alat bantu perhitungan manual yang sudah di sempurnakan dan telah disesuaikan dengan kaidah-kaidah Aritmatika sehingga mudah untuk di pahami ditransformasikan ke dalam mental siswa yang menggunakan metode ini.

Materi yang di ajarkan di Sempoa meliputi Hitungan Penambahan, Pengurangan, Perkalian dan Pembagian. Pada tahap awal siswa diharuskan menggunakan alat bantu Sempoa, setelah melewati berbagai tahapan nantinya siswa dapat menghitung dengan cepat tanpa alat bantu apapun.

Metode Mathemagics

Metode ini dirancang dan dikebangkan oleh Ariesandi Setyono. Metode ini memfokuskan pemahaman anak pada konsep dasar matematika yang benar.  Metode ini menggunakan berbagai macam permainan sehingga menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Selama belajar, siswa diajak untuk bergembira, meninggalkan kesan yang mendalam sehingga dari sini anak akan mudah menerima pelajaran yang di sampaikan.

Selama dalam proses belajar, metode ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri anak, sehingga anak mampu dan berani untuk mengerjakan soal dan mencoba untuk menyelesaikannya secara mandiri.  Materi yang di ajarkan di antaranya aljabar, konsep berhitung dasar (penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian) pangkat, akar, dan pecahan. Hal yang penting dari metode ini adalah memperhatikan aspek prikologis anak. Hal ini bertujuan agar pelajaran matematika lebih terasa mudah untuk semua anak, dengan memperhatikan gaya belajar mereka masing-masing.

Damikian 5 Metode ampuh cara Mengajari anak berhitung yang bisa mak sesuaikan dengan minat anak.  Semoga salah satu dari metode ini bisa membantu persoalan pelajaran matematika disekolah.

 

Categories
Parenting

5 Cara Mengajari Anak Membaca, Cepat dan Menyenangkan

membaca
cara mengajari anak membaca, www.parentsindia.com

Cara mengajari anak membaca adalah salah satu hal yang harus mendapatkan perhatian dari orangtua. Meskipun kurikulum yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan kalau anak saat duduk di bangku playgroup atau taman kanak-kanak tidak diperbolehkan untuk belajar CALISTUNG ( membaca, menulis dan menghitung), pada kenyataannya kita seringkali dipusingkan karena masih banyak sekolah-sekolah dasar yang hanya menerima anak yang sudah menguasai CALISTUNG bahkan diadakan pula tes untuk menguji kemampuan anak tersebut.

Cara Mengajari Anak Membaca

Ada banyak orangtua yang mengupayakan agar anak balitanya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak untuk bisa membaca dengan lancar dengan berbagai alasan. Takut tertinggal dari anak yang lain, takut tidak bisa diterima di sekolah favorit, takut anak tidak bisa mengikuti pelajaran yang memang seolah didesain hanya bisa diikuti oleh anak yang sudah lancar membaca, dan berbagai jenis kekhawatirannya. Akhirnya apa yang terjadi, hari-hari si Balita mulai terisi dengan berbagai les tambahan untuk memperlancar kemampuan membacanya.

Apakah hal seperti itu salah? Ya, jika memang dipaksakan dan tidak melihat kemampuan tiap anak. Tapi bisa jadi tidak salah, asalkan dilakukan dengan mengandalkan kreatifitas. Misalnya proses belajar membaca dilakukan sembari bermain dan dibuat menyenangkan. Cara-cara kreatif seperti ini harus Mak lakukan agar anak tidak merasa terbebani dengan “target” mampu membaca, tapi justru anak akan merasa senang dan bahagia.

5 Cara Menyenangkan Mengajari Anak Membaca

Mengajarkan hal yang baru bagi anak, membutuhkan tingkat kesabaran ekstra baik bagi guru maupun orangtua. Ingat ya Mak, tidak boleh ada unsur paksaan apalagi tekanan saat mengajarkan anak membaca. Orangtua juga tidak bisa hanya menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah, sebaliknya orangtua juga harus berperan aktif untuk mengajari anak membaca dirumah. Berikut ini ada 5 cara yang bisa Mak lakukan untuk mengajari anak membaca dengan cara yang menyenangkan.

Membaca Buku Cerita

Hampir setiap anak pasti menyukai membaca buku, apalagi buku yang menarik dengan berbagai gambar dan karikatur. Jadi, pilihkan buku cerita bergambar. Pada mulanya, membaca dilakukan untuk membantu si kecil menambah perbendaharaan kata nya, sehingga nanti saat dikenalkan pada kata-kata, anak sudah tidak asing lagi mendengarnya. Di fase selanjutnya saat kemampuan membaca anak sudah mulai terasah, Mak bisa ajak anak untuk membaca setiap kata yang tertulis dalam buku ceritanya sambil menceritakan keseluruhan cerita yang ada.

Menggunakan Media Kartu Baca

Kartu baca atau yang lebih dikenal dengan flash card adalah salah satu media yang bisa Mak gunakan untuk mengajari anak dengan cara yange menyenangkan sambil bermain. Kartu baca bergambar ini biasanya sangat disukai anak-anak. Ada beragam jenis flash card, misalnya kartu yang berisikan nama-nama hewan, benda di sekitar kita, buah, sayuran, angka, abjad,huruf hijaiyah dan lain sebagainya. Dengan menggunakan Flash card, Mak bisa mengenalkan setiap objek, angka dan huruf kepada anak. Tidak hanya mengenalkan objek atau benda, kini tersedia juga berbagai pilihan flash card yang mengenalkan suku-suku kata, sehingga secara langsung mengajai anak untuk bisa mahir membaca.

Membaca sambil bernyanyi

Mau mengenalkan huruf-huruf kepada anak? cara nya mudah sekali, bernyanyilah. Meskipun suaranya gak  terlalu bagus, itu sama sekali bukan masalah Mak. Yang terpenting, anak sangat suka bernyanyi. Jadi yuk sering-seringlah ajak si kecil bernyanyi  lagu abjad/ huruf, pasti dalam waktu singkat anak sudah mahir mengenali dan hafal setiap huruf.

Belajar Menggunakan Karpet Huruf

Ada berbagai pilihan media yang bisa Mak gunakan untuk mengajari anak membaca, salah satunya memanfaatkan karpet huruf. Pilihlah karpet yang berdesainkan huruf-huruf, jadi saat anak bermain diatasnya secara tidak langsung Mak juga bisa ajak anak untuk mengenali dan menghafal setiap huruf yang terttulis diatasnya.

Membaca Via Gadget

Ini cara yang bisa jadi paling menyenangkan untuk anak, tapi harus tetap dibatasi penggunaannya. Gagdet memiliki berbagia fitur menarik yang bisa Mak manfaatkan sebagai media pembelajaran. Melalui gadget, Mak bisa mengunduh berbagai aplikasi pembelajaran di playstore, googlestore atau bbm store. Jangan lupa untuk selalu  mendampingi si kecil saat menggunakan gadget dan batasi lama penggunaannya ya. Terlalu lama menggunakan gadget, justru bisa memberikan dampak dampak negatif lainnya.

Jadi Mak, cara mengajari anak membaca tidak serumit yang dibayangkan. Sabar dan kreatif jadi kunci keberhasilan membuat anak pandai membaca dengan tanpa paksaan bahkan sangat menyenangkan. Selamat mencoba ya.

Categories
Dapur Kesehatan & Kecantikan Parenting

Panduan dan Resep MPASI Bayi Usia 6-7 Bulan

resep mpasi, http://ibudanmama.com/r
resep mpasi, http://ibudanmama.com/r

Selamat Mak, akhirnya waktu yang dinantikan sudah datang. Kini waktunya si kecil sudah bisa menikmati makanan pertamanya selain Air Susu Ibu (ASI).  Selamat untuk Mak yang mau dan sanggup bersabar untuk memberikan MP ASI perdana di usia 6 bulan. Karena masih banyak kita temukan, orangtua yang memberikan MPASI terlalu dini kepada bayi dengan berbagai alasannya. Padahal sudah seringkali diingatkan bahwa pemberian MPASI pertama kali saat usia bayi 6 bulan. Nah, buat Mak yang masih kebingungan apa dan bagaimana cara menyiapkan MPASI, kali ini saya akan memberikan beberapa panduan dan resep MPASI untuk bayi yang berusia 6-7 bulan.

Kapan Sebaiknya Memulai MPASI

Dulu, beberapa tahun yang lalu, pemberian MPASI pertama kali adalah saat bayi berusia 4 bulan. Tapi kini, saat ilmu pengetahuan dan penelitian terus dilakukan diketahui bahwa waktu ideal untuk memberikan MPASI perdana adalah saat bayi berusia 6 bulan.

Kenapa harus diberikan saat usia 6 bulan? Cek artikel berikut ya : 3 Alasan Kenapa MP-ASI Diberikan Saat Bayi Berusia 6 Bulan

Hal sepele lainnya yang seringkali diributkan adalah kapan sebetulnya waktu yang tepat memberikan MPASI. Apakah saat bayi genap berusia 6 bulan ? Atau bolehhkan diberikan 1-2 hari sebelum atau sesudah tanggal lahirnya? Waktu yang tepat adalah dihitung 180 hari sejak hari kelahirannya, khusus untuk bayi yang terlahir cukup bulan. Sedangkan untuk bayi yang prematur, waktu MPASI perdananya dihitung 180 hari sejak tanggal lahir bayi seharusnya.

Panduan Singkat MPASI

Sebelum Mak memulai pemberian MPASI, ada beberapa panduan yang harus dipahami agar MPASI tepat dan sesuai dengan tahapan perkembangan bayi.  Panduan pemberian makanan pada bayi maupun anak, dikenal dengan singkatan AFATVAH, yaitu :

  1. Age, artinya MPASI harus diberikan pada saat usia yang tepat yaitu 6 bulan atau 180 hari yang dihitung sejak tanggal kelahirannya.
  2. Frequency, artinya seberapa sering bayi mendapatkan MPASI dalam sehari juga diatur. Misalnya pada dua minggu pertama cukup 1-2 kali dalam sehari, kemudian di minggu ketiga  hingga bayi berusia 9 bulan makanan diberikan 2-3 kali dalam sehari ditambah dengan menu selingan seperti buah. Di usia 9 bulan hingga 1 tahun, anak dibekan makanan 3 kali menu utama dan 2 kali menu selingan.
  3. Amount, artinya jumlah makanan yang diberikan haruslah pas. Di minggu-minggu awal, cukup berkan 2 hingga 3 sendok makan dewasa tiap kali bayi makan, secara perlahan tambahkan jumlahnya hingga di usia 1 tahun anak sudah bisa makan 250 ml per porsi makannya.
  4. Texture, artinya tektur pemberian MPASI disesuaikan dengan usia, kesiapan dan keterampilan makan bayi. Berdasarkan panduan WHO terbaru, bayi langsung diberikan makanan yang semi kental. Jadi sudah tidak dianjurkan lagi dicairkan terlalu banyak ya Mak. Hal ini karena nutrisi yang terkandung pada makanan yang kental atau semi kental lebih banyak dibandingkan pada makanan yang encer.
  5. Variety, artinya banyak pilihan jenis makanan yang bisa diberikan pada bayi di awal MPASI nya. Tidak hanya buah-buahan, Mak juga bisa mengenalkan bayi untuk makan sumber karbohidrat seperti beras, ubi, jagung, kentang, atau sumber protein baik yang berasal dari hewani atau nabati.
  6. Active, artinya Mak harus aktif memberikan respon saat menemani si kecil makan. Misal dengan cara terus menjaga kontak mata, tersenyum, ajak bicara, motivasi anak untuk makan, dan lain sebagianya
  7. Hygiene, artinya makanan yang disajikan haruslah memperhatikan kebersihan baik saat mengolah ataupun menyajikannya. Pastikan makanan terbebas dari kimia berbahaya, cuci terlebih dahulu hingga bersih, masak dengan menggunakan peralatan masak yang bersih, dan sajikan dengan baik. Jangan lupa ya Mak untuk cuci tangan terlebih dahulu.

Baca juga : Tahapan Tepat Pemberian Makanan Pendamping ASI Usia 6 Sampai 7 Bulan

Resep MPASI bayi usia 6-7 bulan

Karena tekstur yang dianjurkan untuk bayi usia 6-7 bulan adalah bubur semi kental, maka hampir semua jenis bahan makanan dibuat dengan cara disaring atau diblender dengan tambahan sedikit air.  Pada 2 minggu pertama pemberian MPASI sebaiknya bayi diberikan menu tunggal untuk memudahkan Mak mengetahui apakah muncul reaksi alergi setelah bayi diberikan makanan tertentu atau tidak. Setalah lulus di 2 minggu pertma, Mak bisa mulai memadu-madankan setiap bahan makanan. Prinsip makanan yang disajikan haruslah memenuhi standar 4 bintang, artinya harus mengandung karbohidrat, protein, sayuran dan lemak tambahan.

Resep Bubur Saring

Bubur Ubi Wortel

Bahan : wortel, ayam yang dicincang, ubi, bawang putih

Cara membuat :

  • Didihkan air
  • Masukkan bawang putih yang sudah digeprek
  • Masukkan ayam cincang
  • Setelah ayam terlihat setengah matang, masukkan ubi dan wortel
  • Aduk hingga matang
  • Diamkan sebentar hingga hangat, blender hingga halus

Bubur Jamur Hati

Bahan : wortel,jagung, ati atam, jamur kancing, bawang daun, daun salam

Cara membuat :

  • Rebus wortel dan jagung hingga setengah empuk
  • Masukkan ati ayam, jamur kancing, daun bawang dan daun salam bersamaan. Masak hingga matang
  • Angkat, diamkan hingga hangat
  • Haluskan dengan menggunakan blender, jika terlalu kental bisa tambahkan sedikit air rebusan

Itulah Mak beberapa resep mpasi praktis yang bisa Mak praktekkan untuk diberikan kepada si kecil. Jangan lupa ikuti panduan pemberian makanan agar si kecil bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat. Semoga bermanfaat

Categories
Parenting

5 Musik untuk Bayi yang Terbaik

Musik klasik dipercaya dapat merangsang kecerdasan otak bayi. Benarkah demikian? Musik klasik apa saja yang baik bagi bayi? Yuk, kita bahas semuanya di sini.

Baca juga: 6 Manfaat Sentuhan pada Pijat Bayi

musik klasik untuk bayi
Kredit: nerdsleep.com

4 Manfaat Mendengarkan Musik untuk Bayi

Berikut ini empat manfaat mendengarkan musik klasik yang baik bagi bayi versi newkidscenter.com.

1. Baik bagi kesehatan

Bayi yang mendengarkan musik klasik akan lebih tenang. Ini karena musik klasik memiliki efek menenangkan. Baik itu untuk ketenangan tubuh, maupun pikiran.

Bayi yang tenang akan dapat tidur dengan baik. Hal tersebut sangat baik bagi kesehatannya.

2. Baik bagi perkembangan bicara anak

Bayi yang mendengarkan musik klasik akan lebih cepat belajar berbicara dan membaca. Ini karena terdapat korelasi yang kuat antara musik dan perkembangan bahasa pada bayi atau anak.

3. Membangun mood yang  baik

Sebuah studi yang dilakukan oleh American Music Therapy Association menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik dapat merangsang produksi hormon endorphin pada otak.

Hormon endorphin ini dikenal juga dengan hormon kebahagiaan. Ini karena senyawa kimia ini dapat membuat kita merasa senang.

Dengan meningkatkan hormon ini, mood bayi akan baik dan tubuhnya pun akan rileks. Efek menenangkan ini dapat menyebabkan peningkatan kesehatan mental. Selain itu, dapat meningkatkan kemampuan belajar pada bayi.

4. Efek Mozart

Istilah Efek Mozart muncul setelah adanya suatu percobaan yang menunjukkan bahwa musik klasik dapat meningkatkan IQ dan meningkatkan kemampuan penalaran spasial secara sementara.

Hal ini masih menjadi perdebatan. Namun, walaupun efek Mozart masih menjadi pro dan kontra, musik klasik telah menunjukkan banyak manfaat yang baik bagi bayi.

5 Musik untuk Bayi yang Terbaik Versi classicfm.com

Berikut ini 5 musik klasik terbaik untuk bayi versi classicfm.com.

1. Venus, The Bringer of Peace, dari album The Planets, karya Gustav Holst

2. Bailerio, dari album Chants d’Auvergne, karya Canteloube

3. The Swan, dari album Carnival of the Animals, karya Saint-Saëns

4. Träumerei (Dreaming), dari album Kinderszenen, karya Schumann

5. Prelude in C major, dari album The Well-Tempered Clavier, karya JS Bach

Baca juga berbagai info parenting di sini.

Categories
Parenting

Kapan Bayi Anda Siap Diberi Makanan Pendamping ASI?

“Apakah bayi saya telah siap diberi makanan pendamping ASI?” Pertanyaan ini biasanya sering keluar dari para Ibu baru. Mungkin Anda salah satunya, Mak.

makanan pendamping asi
Kredit: www.plumorganics.com

Para ahli menyarankan, makanan pendamping ASI pertama bayi Anda sebaiknya diberikan pada saat usia bayi telah mencapai 6 bulan. Lalu, bagaimana jika bayi Anda menunjukkan beberapa tanda telah siap diberikan MPASI, padahal usianya belum mencapai 6 bulan?

Hmm, hati-hati ya, Mak. Menurut babycentre.co.uk, ada beberapa tanda yang dilakukan bayi, yang sering diterjemahkan keliru oleh kita mengenai kesiapannya mendapatkan MPASI pertama. Tanda-tanda apa sajakah itu? Lalu, tanda apa saja yang menunjukkan bayi telah siap diperkenalkan dengan MPASI pertamanya?

Jangan khawatir ya Mak, semuanya akan kita bahas di sini.

Beberapa Tanda Bayi yang Sering Diterjemahkan Keliru

Nah, berikut ini beberapa tanda yang sering diterjemahkan keliru oleh kita mengenai kesiapan bayi mendapatkan MPASI.

  1. Bayi Anda mengunyah tangannya
  2. Bayi Anda terbangun di tengah malam
  3. Bayi Anda minum ASI lebih banyak

Hal-hal tersebut biasa terjadi dalam rangka pertumbuhan bayi. Dan bukan sebagai tanda bahwa bayi Anda telah siap diperkenalkan dengan MPASI.

Tanda Bayi Anda Telah Siap Diberi Makanan Pendamping ASI

Lalu, apa saja tanda-tanda bahwa bayi Anda telah siap diberikan MPASI pertamanya? Berikut ini tanda-tandanya, Mak.

  1. Bayi Anda telah dapat menegakkan kepalanya sendiri.
  2. Bayi Anda dapat duduk sendiri di kursi khusus bayi.
  3. Bayi Anda telah melakukan gerakan-gerakan mengunyah.
  4. Berat badan bayi Anda bertambah menjadi sekitar dua kali lipat (pada umumnya) dibandingkan dengan berat pada saat lahir.
  5. Bayi Anda terlihat tertarik, bahkan mupeng dengan makanan yang Anda makan.
  6. Bayi Anda telah memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan mulut. Ia telah mampu memegang makanan dengan baik dan memasukkannya ke dalam mulut.

Lalu, jika bayi Anda belum berusia 6 bulan, namun telah menunjukkan tanda-tanda tersebut, apakah ia telah siap diperkenalkan dengan MPASI?

Walaupun bayi Anda telah menampakkan hal-hal tersebut, namun jika usianya belum mencapai 6 bulan, sebaiknya Anda menunggu hingga bayi Anda berusia 6 bulan.

Pemberian MPASI yang dini akan mengakibatkan pencernaan bayi bekerja berat karena belum siap untuk menerima makanan padat. Hal ini pun akan menyebabkan risiko timbulnya alergi pada bayi.

Jadi, sebaiknya bayi Anda diberikan makanan pendamping ASI setelah menginjak usia 6 bulan. Jika Anda berniat untuk memberikannya lebih awal, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak.

Semoga bermanfaat.

Dibaca juga yuk, informasi menarik berikut: