Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Categories
Parenting

Rambu-rambu Pembuatan MPASI yang Bersahabat untuk Bayi

Makanan Pendamping ASI atau MPASI diberikan pertama kali sesudah pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan telah selesai dilakukan. Pemberian makanan pendamping ini memang harus menunggu hingga saluran pencernaan bayi sudah cukup kuat, bayi mampu menelan makanan, dan hilangnya gerakan refleks menjulurkan lidah yang dilakukan oleh bayi.

Pembuatan MPASI yang Bersahabat untuk Bayi
Foto: mommyasia.id

Rambu-rambu Pembuatan MP ASI yang Bersahabat untuk Bayi

Tentu saja pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI harus dilakukan secara bertahap agar pencernaan bayi tidak kaget setelah enam bulan lamanya hanya mengonsumsi ASI saja. Untuk itu, perkenalkan makanan pendamping ASI yang encer terlebih dahulu.

Latih bayi untuk mengenali rasa lain selain ASI dengan menggunakan ujung ibu jari sebagai pengganti sendok. Celupkan ujung ibu jari pada MPASI dan berikan kepada bayi sambil mengamati reaksinya.

Tentu saja pada awalnya bayi akan menolak dan mengeluarkan kembali makanan tersebut. Jadi, ulangi beberapa kali hingga ia mengenali rasa makanan yang diberikan. (Indonesiadetox.com)

Jika bayi sudah memberikan respons yang baik, barulah makanan pendamping ASI ini bisa diberikan dalam jumlah sekitar dua sendok hingga tiga sendok makan.

Buat Satu Jenis Makanan Saja

Untuk makanan pendamping ASI atau MPASI yang pertama kali diberikan ini, buatlah dari satu jenis makanan saja. Misalnya saja wortel yang memiliki rasa manis atau labu kuning.

Kukus sayuran tersebut kemudian haluskan dengan menambahkan kaldu buatan sendiri atau air matang. Pemberian kaldu atau air matang ini nantinya dikurangi seiring dengan usia bayi yang terus meningkat dan kemampuan bayi dalam menelan makanan.

Bayi memang akan lebih menyukai rasa buah-buahan yang cenderung lebih manis ketimbang sayur-sayuran. Tetapi para ibu perlu membiasakan bayi dengan rasa sayur agar ia menyukainya karena itulah perbanyak memasukkan sayur-sayuran ke dalam menunya.

Aturan Pembuatan Makanan Pendamping ASI

Pemberian MP ASI memang bisa dibilang gampang-gampang susah. Makanan pendamping ASI ini akan memberikan pengalaman pertama bagi bayi bersentuhan dengan makanan selain ASI.

Karena itu sebagian para ibu ingin sekali segera memperkenalkan beragam rasa kepada bayinya. Namun sebaiknya sebelum memberikan berbagai macam makanan kepada bayi, perhatikanlah rambu-rambu pembuatan makanan pendamping ASI berikut ini.

  • Dalam pembuatan MP ASI ini, hindari menambahkan gula, garam dan merica. Pemberian gula dan garam pada makanan pendamping ASI baru boleh dilakukan setelah bayi berusia satu tahun. Sedangkan pemberian merica bisa dilakukan sesudah bayi berusia dua tahun. Sebab pemberian gula, garam, dan merica yang terlalu cepat beresiko mengganggu fungsi ginjal bayi yang masih belum sempurna. Hingga usia satu tahun, biarkanlah bayi mengenal rasa murni dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Variasi rasa bisa dilakukan dengan penambahan kaldu yang dibuat sendiri.
  • Hindari pula pemberian penyedap rasa atau bahan-bahan kimia lainnya ke dalam makanan pendamping ASI. Sekali lagi ini dilakukan agar tidak merusak organ pencernaan bayi yang belum sempurna. Selain itu, penambahan penyedap rasa akan membuat bayi menolak mengonsumsi buah dan sayuran yang memiliki rasa lebih datar.
  • Hindari memberikan makanan yang memiliki kandungan protein gluten seperti biji gandum dan tepung terigu. Makanan seperti ini akan membuat bayi diare dan mual hingga muntah. Jika ingin memberikan bubur, sebaiknya berikan bubur dari bahan tepung beras yang lebih aman bagi bayi.
  • Hindari memberikan makanan yang berlemak seperti daging dan juga telur. Jika ingin memberikan telur berikan terlebih dahulu sedikit saja untuk melihat reaksi alergi yang mungkin timbul.

Nah, dengan memperhatikan beberapa rambu-rambu pembuatan MP ASI ini diharapkan para ibu bisa membuat makanan pendamping ASI yang kaya nutrisi dan bersahabat dengan saluran pencernaan bayi yang masih belum sempurna.

Baca juga: Pertumbuhan Janin dan Proses Persalinan dalam Al-Quran

Categories
Kesehatan & Kecantikan

Pertumbuhan Janin dan Proses Persalinan dalam Al-Quran

Persalinan dalam Al-quran ternyata juga ada pembahasannya. Mulai dari tahap-tahapan perkembangan janin di alam rahim hingga waktu kelahirannya. Bahkan jauh sebelum munculnya ilmu sains modern yang menemukan proses pembentukan embrio manusia, Al-quran telah menjelaskannya lebih awal. Al-quran bahkan menjelaskan proses tersebut secara gamblang tentang pertumbuhan janin di dalam perut ibunya. Padahal, seperti yang kita tahu bahwa pertumbuhan janin tidak dapat dilihat dengan mata kepala, melainkan hanya dengan menggunakan peralatan medis yang saat ini kita kenal sebagai USG.

Proses Penciptaan Janin dan Persalinan dalam Al-quran

Dalam sutar Al-mu’min ayat 12-14 telah dijelaskan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia yang berasal dari saripati tanah yang berwujud air mani. Air mani tersebut kemudian di tempatkan di dalam sebuah tempat yang kokoh yang kemudian kita ketahui itu sebagai rahim. Air mani tersebut kemudian berubah menjadi segumpal darah dan segumpal darah berubah menjadi segumpal daging. Dari segumpal daging tersebut tumbuhlah tulang belulang dan jadilah janin yang diberi kehidupan oleh yang Maha Kuasa.

Dari ayat tersebut, kita bisa menyimpulkan sendiri bahwa pembentukan janin di dalam rahim memiliki enam fase. Janin akan terus tumbuh dan berkembang di dalam rahim ibunya hingga menginjak usia kehamilan sembilan bulan.

Meskipun tidak ada penjelasan yang terang mengenai bagaimana prosespersalinan dalam al-quran, kita telah tahu bahwa masa hidup janin di alam rahim adalah sembilan bulan. Setelah menginjak usia kelahiran, maka janin telah mengakhiri masa hidupnya di alam rahim dan lahirlah ia ke alam dunia atau alam nyata melalui proses persalinan.

Lama Waktu Kehamilan Menuju Proses Persalinan dalam Al-quran

Sebenarnya, tidak ada ayat di dalam alquran yang menjelaskan mengenai lama waktu kehamilan seorang ibu. Penjelasan mengenai lama waktu kehamilan ini merupakan kesepakatan para ulama islam. Sedangkan kepentingan syariat untuk membuat sebuah kesepakatan ini juga dibuat sebagai acuan untuk melaksanakan beberapa hal.  Seperti, kepentingan warisan atau pun perceraian.

Lama waktu kelahiran digunakan untuk menentukan apakah anak yang dikandung oleh seorang ibu atau wanita merupakan anak asli dari bapaknya yang telah meninggal atau asli dari suaminya yang telah menceraikan wanita tersebut.

Saat ini,  mungkin telah ditemukan sebuah tes DNA yang berfungsi untuk mengetahui siapakah orang tua kandung dari seorang anak. Namun, sebelum ditemukannya tes tersebut, kita hanya menggunakan acuan berupa lama waktu kehamilan menuju proses persalinan dalam Al-quran.

Baca juga: 9 Resep Cara Membuat Bakso Bakar, Pasti Enak!