Categories
Uncategorized

Maria Sharapova Atlet Berkocek Tebal yang Malang

Nasib malang yang terjadi pada Maria sharapova yang terjadi belum lama ini sama sekali tidap pernah ia bayangkan sebelumnya. Obat yang sedianya ia gunakan untuk mengatasi keluhan penyakitnya justru menjadi doping yang menghancurkan karir bermain Tenisnya. Pasalanya baru per januari 2016 Meldonium yang ia konsumsi sejak tahun 2006 karena masalah kesehatan yang dialaminya masuk ke dalam zat terlarang.

maria saraphova

Hasilnya ia tidak lolos dalam tes doping yang dilakukan menjelang Australia terbuka 2016. Hal ini membuatnya terancam hukuman maksimal untuk tidak bertanding selama 4 tahun. Waktu yang cukup lama untuk rehat dari pertandingan Tenis yang sudah membawanya memenangkan berkali-kali kejuaran, bahkan hingga tingkat dunia sebagai juara Wimbledon di tahun 2004, AS terbuka di tahun 2006, Australia terbuka  tahun 2008 dan Prancis terbuka di tahun 2012 dan 2014 serta meraih medali perak pada Olimpiade 2012. Dari awal karir bertenisnya ia sudah meraih total pendapatan sebagai hadiah yang mencapai US$36.766.149.

Wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang tak kalah indah menjadikannya diidolakan banyak kaum pria. Ia mendapat urutan teratas pada daftar atlet putri terkaya di dunia. Selama tahun 2014 saja ia berhasil mengumpulkan kekayaannya hingga 24,4 juta dolar Amerika. Penghasilannya tidak hanya ia dapatkan dari prestasinya pada berbagai kejuaraan tapi juga pekerjaannya di luar lapangan yaitu sebagai model dan bintang iklan berbagai produk. Sebut saja NIKE salah satunya yang mengendorse produk pakaian bahkan dengan menggunakan namanya sendiri.

Baca juga kasus: Kanye West yang Kontroversial

Ternyata penghasilan terbesarnya bukan dari profesinya sebagai atlet melainkan di luar itu. Ia membuat parfum dengan namanya sendiri pun dengan permen yang juga menggunakan namanya sebagai brand. Kita lihat dari permen produksinya saja bagaimana ia menghasilkan uang dari bisnisnya. Permen tersebut bermerk Sugarpova yang diluncurkan tahun 2012 yang harganya mencapai 5 hingga 6 dolar. 1,3 kantong habis terjual dalam 12 bulan pertama bukan keuntungan yang main-main tentunya.

Selain itu sudah tentu dengan menjadi model iklan, endorsmen berbagai produk yang digunakannya. Perusahaan yang menjadi sponsor untuknya juga bukan perusahaan sembarangan hingga mereka berani membayar mahal untuk menjadikan Maria Saraphova sebaga ikon produk mereka. Itulah sebabnya tak heran jika penghasilannya melambung mengalahkan petenis lain yang juga masuk ke dalam atlet putri terkaya di dunia.

Di tempat kedua ada Li Na yang akhirnya pensiun sebagai atlet tenis di tahun 2015 dan tempat ke 3 Serena Williams. Sayangnya walaupun pendapatan Serena sebagai model iklan tidak sampai saparuh penghasilan maria Saravova. Itulah sebabnya walaupun ia temasuk atlet dengan total hadiah terbesar dari dunia Tenis, sepanjang 2014 penghasilannya masih kalah jauh dari petenis asal Rusia Maria Sharapova ini.

Namun walau bagaimanapun dunia sudah mengenalnya lebih dahulu dengan talentanya dalam bermain Tenis. Prestasinya dalam olah raga ini tentu membuatnya lebih disorot dunia. Terutama untuk para fansnya yang menggilainya saat berada di lapangan Tenis. Namun apa boleh buat, keputusan badan Anti Doping Dunia (WADA) telah memutuskan bahwa zat meldonium masuk ke dalam zat telarang harus membuat karirnya hancur dalam sekejap.

Zat yang memang kerap kali digunakan untuk mengatasi masalah kesehatannya yang membuatnya sering merasa sakit. Selain itu dokternya juga mengatakan bahwa Saraphova memang mengalami berbagai “ketidak normalan” pada tubuhya dan juga indikasi diabetes setelah melakukan tes menyeluruh terhadap keluhan kesehatan yang dialami Maria Saraphova ini.

Obat yang dikonsumsinya yaitu mildronate yang tiada lain adalah varian dari meldonium digunakannya untuk mengatasi keluhan kesehatannya. Itupun atas saran dari dokter pribadinya jadi obat ini memang ia dapatkan secara legal bukan atas kemauannya sendiri. Malangnya Maria Saraphova…

Baca juga: 4 Kegiatan Olahraga Ringan Untuk Ibu Rumah Tangga

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *