Waspadai Ciri-Ciri Orang Berbohong Berikut Ini (Part 1)

0
22

Mak, sebelum sempat menjadi korban kebohongan atau penipuan ada baiknya waspadai ciri-ciri orang berbohong yang akan diulas pada tulisan ini. Ini penting untuk diketahui karena faktanya kaum perempuan lebih sering menjadi korban dari kebohongan. Entah itu yang dilakukan oleh sesama kaum perempuan atau laki-laki. Hal ini bisa jadi karena perempuan lebih mendahulukan emosinya dibandingkan dengan logikanya.

Baca juga: Begini Caranya Mengetahui Suami Sedang Bohong

ciri-ciri orang berbohong
Kredit: hcamag.com

Hasilnya, begitu mudahnya terbuai kata-kata manis atau omong besar para pembohong, baik kelas teri maupun kelas kakap. Yang dapat mengakibatkan kerugian yang besar, tidak hanya sekedar moral tapi juga material. Agar ini tidak terjadi pada Anda, silahkan pelajari ciri-ciri ketika seseorang sedang membohongi Anda berikut ini.

Menghindari Kontak Mata

Ketika seseorang berbohong pada kita, biasanya ia akan menghindari kontak mata dengan Anda. Itulah sebabnya penting membiasakan diri untuk melakukan kontak mata ketika berkomunikasi dengan siapa pun. Hal ini dapat menghindari Anda dari kebohongan para pembohong ini. Jika Anda berhasil menatap matanya maka bola matanya tidak pernah berhenti bergerak-gerak. Jelas terlihat bahwa ia menghindari tatapan mata dalam Anda. Itu berarti ia sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari Anda.

Salah Tingkah

Salah satu wujud dari salah tingkah ini yaitu ketika seseorang secara ia sadari atau tidak sering menyentuh bagian-bagian tubuh tertentu yang sebenarnya tidak perlu. Misalnya menggaruk-garuk kepalanya, memegang-megang hidungnya, memegang-megang rambutnya, menggesek-gesekan kuku jari yang satu dengan yang lainnya, dan banyak lagi. Jika Anda melihat gelagat seperti ini pada orang yang biasanya tidak berlaku seperti itu, maka Anda patut curiga bahwa ia sedang membohongi Anda.

Berupaya untuk Mengalihkan Pembicaraan

Dalam percakapan yang Anda lakukan dengannya yang semula biasa saja, ketika Anda menanyakan sesuatu topik tertentu yang akan memancing kebohongannya, biasanya ia akan mencoba berusaha untuk mengalihkan pembicaraan. Tentunya dari topik yang memancingnya untuk berbohong. Biasanya dilakukan secara tiba-tiba, berharap Anda tersihir bujukannnya untuk membicarakan hal lain hingga tidak membuatnya harus berbohong. Sebetulnya, hal ini bisa mencegah kebohongan, tapi tentu tidak akan menyelesaikan permasalahan.

Oleh karena itu, cara yang terbaik yaitu dengan membicarakannya sampai tuntas sekalipun Anda harus mendengar kebohongannya. Setelah itu, berikan bukti-bukti yang nyata bahwa Anda tahu apa yang dikatakannya bohong. Bisa juga dengan menanyakan alasan yang tepat, apa alasan dari kebohongannya agar Anda bisa mengambil putusan apakah kebohongannya layak dimaafkan atau tidak.

Cara Berbicaranya Tidak Natural

Ketika Anda sudah mengenal lama seseorang atau mengetahui karakter seseorang Anda, tentu dengan mudah akan mengenali saat mereka bisa berbicara natural dan saat mereka berbicara tidak natural. Ketahuilah, ketika seseorang berbicara tidak natural, itu adalah salah satu ciri-ciri orang berbohong. Jadi sebaiknya Anda waspada karena orang yang ada di hadapan Anda sedang mencoba memperdayai Anda dengan kebohongannya.

Namun, tidak perlu menghentikan pembicaraan tersebut secara tiba-tiba. Ikutilah terus alur pembicaraannya agar Anda semakin yakin bahwa ia sedang berbohong. Cukup beri respon seminimalis mungkin sembari memperhatikan gerak-gerak tubuhnya yang lain yang juga merupakan ciri-ciri orang berbohong. Dengan demikian, akan mudah bagi Anda mengambil keputusan untuk mempercayai orang tersebut atau tidak.

Ada Jeda antara Ekspresi Verbal dan Non Verbal

Ekspresi verbal yaitu bahasa yang ia gunakan untuk mengungkapkan suatu hal yang membutuhkan responnya secara jujur. Sementara non verbal yaitu bahasa yang terlihat dari gerak tubuh atau emosi orang tersebut. Jika orang di hadapan Anda sedang berbohong, biasanya akan ada jeda antara ekspresi verbal dan nonverbal. Padahal yang seharusnya terjadi, keduanya akan berlangsung secara bersamaan.

Contohnya, ketika Anda meminta penilaian padanya mengenai baju yang sedang Anda kenakan. Ketika seseorang mengatakan bagus setelah sebelumnya ia terbengong-bengong dengan muka sebal melihat tampilan Anda. Seharusnya, jika ia mengatakan bagus maka bersamaan dengan itu matanya akan langsung berbinar sambil mengatakannya kepada Anda secara jujur akan penilaiannya.

Bersambung…. Klik di sini untuk membaca kelanjutannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here