Mengenang JS Badudu

0
20

Hari ini, Indonesia bersedih atas meninggalnya JS Badudu. Seorang pakar Bahasa Indonesia yang banyak berjasa dalam dunia pendidikan Indonesia. Siapa sebenarnya JS Badudu? Bagaimana kiprahnya dalam dunia pendidikan Indonesia? Mari, kita intip profil singkatnya berikut ini.

Baca juga: J.S. Badudu Tutup Usia.

JS Badudu
Kredit: buku.kompas.com

Profil Singkat JS Badudu

Jusuf Sjarif Badudu atau yang lebih dikenal dengan JS Badudu atau Jus Badudu lahir pada 19 Maret 1926 di Gorontalo. Ia adalah seorang pakar Bahasa Indonesia, sekaligus Guru Besar Linguistika Universitas Padjadjaran Bandung.

Badudu tutup usia pada 12 Maret 2016. Sebelum meninggal, ia dikabarkan terserang stroke. Ia meninggalkan seorang istri, Eva Henriette Alma Badudu dan 9 orang anak:

  • Dharmayanti Fransisca
  • Erwin Suryawan
  • Chandramulia Satriawan
  • Chitra Meilani
  • Armand Edwin
  • Rizal Indrayana
  • Sari Rezeki Adrianita
  • Mutia Indrakemala
  • Jussar Laksmikusala

Pendidikan

Berikut ini riwayat pendidikan yang telah ditempuh Badudu semasa hidupnya.

  • Sekolah Rakyat di Ampanama, Sulawesi Tengah (lulus tahun 1939)
  • Kursus Volksonderwijser/CVO (Pengajar umum) di Luwuk, Sulawesi Tengah (lulus tahun 1941)
  • Normaal School di Tentena, Sulawesi Tengah (1949)
  • KweekschooI/SGA, Makassar, Sulawesi Selatan (lulus tahun 1951)
  • B-1 Bahasa Indonesia, di Bandung (lulus tahun 1955)
  • S-1 Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, Bandung (lulus tahun 1963)
  • Postgraduate Linguistics di Leidse RijksuniversiteitLeiden, Belanda (1971-1973)
  • Doktor Ilmu Sastra dengan pengkhususan linguistik di Universitas Indonesia, Jakarta (lulus tahun 1975)

Karier

Semasa hidupnya, Badudu mengabdikan dirinya sebagai pengajar. Mulai dari guru SD hingga Guru Besar.

  • Guru Sekolah Dasar di Ampana, Sulawesi Tengah (hingga 1951)
  • Guru SMP di Poso, Sulawesi Tengah (1951-1955)
  • Guru SMA di Bandung (1955-1964)
  • Dosen di Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965-1991)
  • Guru Besar Linguistik, Program Pascasarjana (S2 dan S3), Universitas Padjadjaran Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia (1982-2016)

Karya

Badudu tak hanya aktif sebagai pengajar saja. Ia pun aktif menulis berbagai artikel mengenai bahasa Indonesia yang diterbitkan di majalah dan surat kabar. Selain itu, ia pun telah menerbitkan buku-buku mengenai bahasa Indonesia berikut.

  1. Pelik-Pelik Bahasa Indonesia
  2. Membina Bahasa Indonesia Baku (2 jilid)
  3. Bahasa Indonesia: Anda bertanya? Inilah jawabnya
  4. Ejaan Bahasa Indonesia
  5. Sari Kesusasteraan Indonesia untuk SMA (2 jilid)
  6. Buku dan Pengarang
  7. Belajar memahami Peribahasa (6 jiIid)
  8. Peribahasa
  9. Mari Membina Bahasa Indonesia Seragam (3 jilid)
  10. Penuntun Ujian Bahasa Indonesia untuk SMP (Catatan: Buku no. 7 s.d. 10 tidak diterbitkan lagi).
  11. Inilah Bahasa Indonesia Yang Benar II

Penelitian bahasa yang sempat dilakukan Badudu, antara lain:

  1. Morfologi Bahasa Indonesia Lisan (Pusat Bahasa)
  2. Morfologi Bahasa Indonesia Tulisan (Pusat Babasa)
  3. Perkembangan Puisi Indonesia Tahun 20-an hingga tahun 40-an (Pusat Bahasa)
  4. Buku Panduan Penulisan Tata Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (Pusat Bahasa)
  5. Bahasa Indonesia di Daerah Perbatasan Bogor-Jakarta (Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Bandung).

Badudu yang telah berpengalaman menjadi pakar bahasa telah menyusun beberapa kamus. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia, 1975
  2. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu — Zain), 2001
  3. Kamus Bahasa Indonesia untuk Pendidikan Dasar (sedang diselesaikan)
  4. Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia, 2003

Penghargaan

Badudu mendapatkan penghargaan berupa bintang jasa atas jasanya membina bahasa Indonesia selama bertahun-tahun bagi seluruh lapisan masyarakat indonesia. Diserahkan pada tanggal 15 Agustus 2001, di Istana Negara, oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Bintang jasa tersebut antara lain:

  • Satyalencana 25 tahun Pengabdian
  • Bintang Mahaputra

Selamat jalan JS Badudu. Selamat jalan sang Guru Besar. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Baca juga: Jabar Akan Bangun Museum Gedung Sate, Tercanggih di Indonesia.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here