Inilah Penyebab Kuning Pada Bayi Baru Lahir

0
23

kuning

Baru saja merasa lega karena sukses melahirkan si kecil dengan sehat dan selamat, muncul lagi kekhawatiran berikutnya yang sering dirasakan para orangtua, yaitu penyakit kuning pada bayi baru lahir. Meskipun tidak semua bayi baru lahir terkena penyakit kuning, namun angka kejadiannya cukup besar lho Mak. Sebagian besar bayi baru lahir mengalaminya, tapi tenang saja tidak semua penyakit kuning berbahaya dan membuat si kecil harus menjalani perawatan di rumah sakit. Faktanya, sebagian besar kuning akan hilang pada 10 hari pertama setelah kelahirannya. Nah, mau tahu kan apa saja penyebab kuning pada bayi baru lahir? Simak terus ya, karena akan segera saya ulas pada artikel kali ini.

Baca juga : 6 Manfaat Sentuhan pada Pijat Bayi

Apa itu Kuning pada Bayi Baru Lahir ?

Kulit bayi yang baru lahir biasanya berwarna putih bercampur merah merona, lucu banget ya Mak. Tapi kok kulit si kecil malah kuning ya? Kondisi seperti ini disebut dengan newborn jaundice / ikterus neonatorum atau yang lebih dikenal dengan kuning pada bayi baru lahir, yang biasanya terjadi pada hampir sebagian besar bayi baru lahir. Ada beberapa bayi yang mengalami kuning beberapa jam setelah kelahiran, dan yang lainnya baru muncul pada hari ke 2-3 setelah kelahiran.

Derajat kuning setiap bayi juga berbeda-beda, ada yang hanya kuning pada bagian tangan dan kaki, ada yang bertambah hingga perut dan punggung, dan ada pula yang bertambah hingga seluruh badan termasuk bagian kepala. Derajat kuning ini sangat menentukan bagaimana cara penanganannya.

Ingin agar produksi ASI berlimpah ? Baca Juga : 6 Cara ini membuat ASI Anda Berlimpah, Cobalah !

Penyebab Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Penyebab kuning pada bayi baru lahir ini karena adanya penumpukan pigmen kuning yang disebut bilirubin dalam peredaran darah. Bilirubin ini muncul sebagai hasil dari pemecahan sel darah merah dalam tubuh bayi. Sebetulnya dalam tubuh manusia juga terjadi pemecahan sel darah merah setiap harinya, dan juga sama menghasilkan bilirubin. Yang membedakan, hati (berfungsi untuk mengolah bilirubin) pada bayi baru lahir belum berfungsi secara optimal, maka yang terjadi adalah penumpukan bilirubin dibawa lapisan kulit.

 Penumpukan ini terjadi di bagian bawah kulit, sehingga efeknya kulit akan terlihat kuning. Tidak hanya di bagian kulit saja, dalam derajat kuning yang lebih berat penumpukan juga bisa terjadi pada bagian sklera / putih mata, sehingga mata pun menjadi berwarna kuning.

Jenis Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Terdapat 2 jenis kuning pada bayi baru lahir, yaitu kuning yang normal (fisiologis) dan kuning abnormal (patologis).

Kuning Fisiologis, adalah kuning yang terjadi pada hari ke 2-3 setelah kelahiran. Disebut normal karena memang tidak menimbulkan dampak yang berbahaya pada bayi. Segera setelah organ hati bekerja dengan optimal maka kuning yang terlihat sedikit demi sedikit akan hilang, biasanya terjadi 10 hari hingga 2 minggu pasca kelahiran. Selain itu, pada jenis kuning ini bayi tetap semangat menyusu setidaknya 2 jam sekali, dan mampu menghisap dengan baik.

Bayi malas menyusu ? Baca : 5 Penyebab Bayi Malas Menyusu

Kuning Patologis, adalah jenis kuning yang biasanya muncul segera setelah bayi terlahir, dalam tenggat waktu 24 jam pasca kelahiran. Jenis kuning ini biasanya disebabkan oleh pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat, sehingga membuat penumpukan bilirubin dalam jumlah yang sangat banyak. Jika kadarnya berlebihan, maka bilirubin bisa menyebabkan kerusakan pada otak.

Penyebab lainnya terjadi penyakit kuning yang abnormal adalah ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan bayi. Misalnya ibu mempunyai golongan darah O, sedangkan bayi mempunya golongan darah A atau B. Kemudian perbedaan rhesus,misalnya ibu Rhesus positif, sedangkan anak rhesus negatif. Mengapa perbedaan ini bisa menyebabkan kuning? Selama dalam kandungan, antibodi darah ibu juga beredar dalam pembuluh darah bayi. Jika bayi memiliki golongan darah atua rhesus yang berbeda dengan ibu, maka bisa menyebabkan perang adu kekuatan antara sel darah merah bayi dengan antibodi dari ibu. Adu kekuatan inilah yang akhirnya membuat banyak sel darah merah yang dipecahkan dan menghasilkan bilirubin, dan terjadilah kuning.

Nah Mak untuk kali ini sekian dulu ya bahasan tentang ikterus neonatorum atau kuning pada bayi baru lahir. Prinsipnya tetap tenang dan segeralah berkonsultasi kepada dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui apakah kuning yang diderita si kecil merupakan kuning fisiologis atau patologis. Semoga artikel seputar penyebab kuning pada bayi baru lahir ini bermanfaat ya Mak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here