Benarkah Program Kantong Plastik Berbayar Kurang Efektif?

0
10

Telah 4 hari sejak kantong plastik berbayar resmi diberlakukan. Pembeli diharapkan membawa tas belanja sendiri. Berbagai tanggapan datang dari masyarakat, terutama ibu-ibu. Ada yang mendukung penuh. Ada yang biasa-biasa saja. Ada juga yang protes keras.

Program Kantong Plastik Berbayar

Sistem kantong plastik berbayar telah diberlakukan sejak tanggal 21 Februari 2016. Program ini dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tujuannya, untuk mengurangi produksi sampah, terutama sampah plastik.

Jadi, terhitung tanggal 21 Maret 2016, setiap warga dianjurkan untuk membawa tas belanja sendiri guna membawa barang belanjaannya. Jika tidak, dapat membeli kantong plastik seharga Rp200,00 per buah. Namun, ada juga beberap wilayah yang menetapkan jumlah lebih besar.

Sebenarnya, inti dari program pemerintah ini adalah membawa tas belanja sendiri, bukan membeli plastiknya. Bisa dibilang, uang Rp200,00 atau lebih yang dipungut dari setiap penggunaan kantong plastik merupakan denda karena nantinya akan menambah 1 sampah plastik.

Baca juga: Ingat Kembali Esensi Kantong Plastik Berbayar.

kantong plastik berbayar

Pembeli Lebih Memilih Menggunakan Kantong Plastik Berbayar

Hari ini, saya mencoba berbelanja di salah satu swalayan di Cimahi. Penasaran, ingin tahu apakah benar program kantong plastik berbayar tersebut sudah benar-benar dijalankan. Tidak lupa, saya pun membawa tas belanja sendiri.

Ketika tiba di halaman swalayan, saya melihat beberapa orang yang selesai berbelanja di sana. Mereka masih menenteng kantong plastik. Saya heran, apakah swalayan sebesar ini belum menerapkan program kantong plastik berbayar? Ataukah pembelinya saja yang lebih memilih membeli kantong plastik, ketimbang membawa tas belanja sendiri? Ah, mungkin di dalam sana saya akan bertemu dengan orang yang menggunakan tas belanja sendiri.

Namun, sesampainya di dalam swalayan, tidak ada 1 orang pun yang menggunkan tas belanja sendiri. Tak lama kemudian, saya mendengar informasi mengenai program kantong berbayar. Pada intinya, pembeli dihimbau untuk membawa tas sendiri untuk menampung belanjaannya. Jika tidak bawa, dapat membeli kantong plastik dengan harga Rp200,00/pc. Selain itu, diberikan juga informasi mengenai bahaya sampah plastik.

Ah, akhirnya pertanyaan saya terjawab. Jadi, bukan swalayannya yang tidak menerapkan kantong plastik berbayar. Namun, pembelinya saja yang lebih memilih kantong plastik berbayar.

Baca juga: 9 Alasan Mengapa Harus Bawa Tas Belanja Sendiri.

Program Kantong Plastik Berbayar Kurang Efektif?

Apakah ini pertanda bahwa program pemerintah tersebut kurang efektif? Apakah harga Rp200,00 ini masih kurang “memaksa” pembeli untuk membawa tas belanja sendiri?

Menurut saya, masih terlalu dini untuk menyimpulkan demikian. Mengingat, saya berbelanja pada saat jam kerja. Jadi pembeli yang datang tidak terlalu banyak. Saya pun belum melihat bagaimana kondisi di swalayan lain.

Selain itu, mungkin masih banyak pembeli yang belum terbiasa dengan program baru ini. Lupa membawa atau memang belum memiliki tas belanja sendiri. Sehingga terpaksa memakai kantong plastik berbayar.

Kebiasaan Membawa Tas Belanja Sendiri akan Menular

Pada saat di kasir, di belakang saya mengantre seorang siswi SMP. Melihat saya membawa tas sendiri untuk menampung belanjaan saya, ia terlihat sedikit cemas. “Mbak, saya nggak bawa tas sendiri,” katanya ke kasir. Hmmm… ternyata, dengan saya membawa tas belanja sendiri, secara tidak langsung akan mengingatkan orang lain untuk ikut juga membawanya. Tak mengapa hari ini hanya saya saja yang membawa tas tersebut. Lambat laun, kebiasaan tersebut mungkin akan menular.

Jadi, konsisten saja untuk membawa tas sendiri ketika berbelanja, Mak. Sedikit merepotkan? Nanti juga akan terbiasa, kok. Dengan harapan, kebiasaan tersebut akan menular kepada orang lain. Sehingga program kantong plastik berbayar untuk mengurangi sampah plastik ini akan tercapai.

Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan tempat tinggal kita ini, Mak? Tanamkan dalam pikiran kita bahwa uang Rp200,00 (atau lebih) yang tidak seberapa itu, bukanlah harga yang dibayarkan untuk membeli kantong plastik berbayar. Melainkan denda! Anda tentu tidak ingin dikenai denda, kan? Walaupun jumlahnya tidak seberapa.

Baca juga: 7 Tips Diet Kantong Plastik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here