5 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

0
18

5 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

5 cara mendisiplinkan anak tanpa kekerasan, perlu diketahui oleh setiap orang tua. Meski disiplin memang sedikit identik dengan kekerasan, nyatanya hal ini dapat pula diwujudkan dengan kelemah lembutan. Hasilnya lebih baik dan tentunya akan disenangi oleh buah hati.

Disiplin Tidak Harus dengan Kekerasan

Mendisipinkan buah hati adalah bagian setiap orang tua. Tidak ada satu orang pun yang tidak mengajarkan disiplin pada anaknya. Tanpa disiplin tentunya kehidupan anak akan menjadi tidak karuan. Ketidak karuanan akan menimbulkan kebencian lingkungan pada si anak, sebab pada umumnya anak yang tidak disiplin maunya menang sendiri.

5 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

Meski sifatnya adalah mengatur agar sesuatu sesuai dengan tempatnya, disiplin tidak harus diajarkan dengan kekerasan. Mungkin dalam militer kekerasan memiliki arti, sebab yang ditempa adalah manusia-manusia dewasa. Namun jika anak-anak yang diperlakukan dengan kekerasan demi alasan disiplin, bisa saja hasilnya akan bertolak belakang. Anak bisa berbalik menjadi sangat benci pada orang tua, dan lebih mencintai orang lain. Jika ini terjadi tentu efeknya buruk bagi orang tua dan anak juga.

Untuk menerapkan disiplin yang baik, berikut adalah 5 cara mendisiplinkan anak tanpa kekerasan:

1. Berikan Kasih Yang Tulus

Kasih sayang yang tulus diwujudkan dengan menerima anak secara realistis dan apa adanya. Penerimaan ini akan memberikan orang tua ukuran tepat pendidikan pada anak. Selalu pikirkan kepentingan anak saat ini dan masa yang akan datang. Anak yang diterima apa adanya juga memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi.

2. Kosekuen

Hal yang konsekuen selalu diperhatikan oleh anak. Orang tua yang teguh akan membuat anaknya terkesan dan lebih menghormati. Jangan pernah tidak konsekuen terhadap penerapan disiplin, sebab sekali pelanggaran akan diamati oleh anak. Tidak konsekuen akan membuat anak meremehkan orang tuanya.

3. Konsisten

Disiplin adalah masalah mental, sehingga perlu waktu lama untuk tertanam di dalam perilaku keseharian anak. Konsistensi akan membuat peraturan benar-benar melekat dan tidak dengan mudah dilepas oleh anak.

4. Kompak

Kedua orang tua harus membentuk tim yang solid. Tidak ada yang boleh membela anak jika salah satu memarahi atau menerapkan disiplin. Ketidak kompakan juga mempersulit penerapan disiplin.

5. Kompromi

Kompromi tentu tetap menjadi pertimbangan. Disiplin tetap bisa dilaksanakan dengan adanya kompromi. Anak juga akan merasa lebih nyaman dalam melaksanakan disiplin.

Kelima hal tersebut harus dilaksanakan secara simultan dengan penuh keikhlasan. Demikian 5 cara mendisiplinkan anak tanpa kekerasan. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here