4 Jenis Pola Asuh Anak, Yang Manakah Anda?

0
20

Couple-with-kids

Ada yang mengatakan, anak layaknya kertas putih. Bagaimana ia akan tumbuh dan berkembang tergantung pada apa dan bagaimana kita selaku orangtuanya mendidik dan merawatnya. Namun ada juga yang mengatakan, bahwa sesungguhnya anak tak cocok diibaratkan seperti kertas putih karena faktanya anak terlahir sudah membawa potensi masing-masing. Anak tidaklah kosong, ia sudah dibekali potensi oleh Tuhan dan kewajiban orangtua nya lah untuk mengenali dan mengarahkan potensi tersebut sehingga bisa berkembang. Jenis pola asuh yang orangtua pilih tentu sangat menentukan keberhasilan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Yuk, kenali 4 jenis pola dalam mengasuh anak.

 

4 Jenis Pola Asuh Anak

Manusia adalah makhluk Tuhan yang sangat unik, karena antara satu dengan lainnya memiliki perbedaan. Perbedaan ini terlihat dalam segala aspek kehidupan termasuk juga dalam hal bagaimana mengasuh, mendidik dan membesarkan buah hati.

Apa itu Pola Asuh?

Pola asuh adalah pola atau dasar yang ditentukan oleh orangtua dalam mengasuh anak. Tidak hanya sekedar membesarkan, namun juga membekali anak dengan akhlak dan moral yang baik agar kelak mereka menjadi manusia yang bermanfaat. Pola Asuh biasanya berkaitan dengan 2 hal yaitu kasih sayang dan tuntunan. Kasih sayang yang diberikan orangtua aakan mengarah pada perkembangan pribadi anak, ekpresi kasih sayang serta mencintai dirinya sendiri. Sedangkan tuntunan adalah cara orangtua mengarahkan anak agar menjadi dewasa, bertanggung jawab, serta disiplin.

Pada prakteknya, terdapat banyak ragam dalam pola orangtua dalam mengasuh anaknya. Secara umum terdapat 4 jenis pola asuh anak, yaitu sebagai berikut :

Pola Asuh Otoriter

Sesuai dengan namanya,  pola asuh jenis ini mengedepankan tuntutan yang tinggim kaku dan memaksa anak untuk mengikuti apa yang diinginkan orangtua. Biasanya orangtua akan menerapkan kontrol yang tegas terhadap anak dan  memaksa anak untuk patuh terhadap aturan yang sudah ditetapkan orangtua yang seringkali tanpa disertai dengan penjelasan.

Pola asuh otoriter bersifat satu arah, karena semua komando berasal dari orangtua. Anak tidak diberikan ruang untuk bernegosiasi atau menentukan pilihan terhadap segala hal yang akan dilakukannya. Dan akhirnya, anak yang terlahir dari keluarga yang menerapkan pola asuh ini biasanya menjadi anak yang suka memberontak, menutup diri, dan mudah terpengaruh oleh orang lain.

Pola Asuh Demokratis

Ini adalah tipe pengasuhan yang memberikan tuntutan sekaligus responsif terhadap kemauan dan kehendak anak. Meskipun orangtua menetapkan suatu aturan, orangtua akan tetap mendengarkan pendapat anak dan mempertimbangkan jika anak memiliki keputusan yang berbeda dengan orangtua. Anak mempunyai kebebasan untuk memilih dan menentukan mana hal yang baik dan buruk. Jika anak diberikan ruang untuk memutuskan, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, karena ia akan belajar untuk menanggung segala konsekuensi dari pilihan yang sudah diambilnya.

Pola Asuh Permisif

Apa Mak suka mengabulkan semua permintaan anak? selalu membiarkan saat anak berbuat kesalahan? Jika Iya, berarti Mak sedang menjalankan pola asuh permisif. Pola asuh jenis ini lebih mengedapankan kasih sayang namun tidak mempunyai batasan yang jelas tentang tuntutan. Orangtua akan bersikap sangat toleran, bahkan terhadap kesalahan anak. Saat anak berbuat salah, orangtua yang menjalankan pola asuh ini akan selalu memaafkan dan membiarkan anak melanggar kesepakatan yang sudah dibuat. Secara ringkas, pola asuh permisif adalah pola asuh memanjakan. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini biasanya akan tumbuh menjadi anak yang menghalalkan segala cara agar keinginannya terpenuhi.

Pola Asuh Mengabaikan Anak

Ada banyak faktor yang menyebabkan orangtua mengabaikan anaknya, misalnya karena kesibukan bekerja, anak terlahir dari hubungan diluar nikah atau anak tidak pernah diharapkan kehadirannya. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh seperti ini akan tumbuh menjadi pribadi yang kesulitan bersosialisasi dengan oranglain, tidak bisa mandiri dan tidak mampu mengontrol dirinya sendiri.

 

Nah, itu lah 4 jenis pola asuh yang biasa diterapkan orangtua dalam membesarkan dan mendidik anak. Apakah Mak sudah bisa mendeteksi, jenis pola asuh seperti apa ya yang biasa saya terapkan dalam keluarga? Semoga dengan artikel ini, Mak bisa menetapkan pola asuh yang terbaik untuk buah hati agar kelak mereka bisa menjadi pribadi yang baik, unggul dan bermanfaat. Semoga bermanfaat.

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here